Aku Menyerah

Aku Menyerah
"Kehamilan Tujuh bulan"


__ADS_3

Keluarga besar Johan dan Diana sedang mempersiapkan perayaan Tujuh bulan untuk anak kedua mereka... Johan selalu bersama istri dan anaknya ia sudah seperti lem yang menempel semakin waspada karena kehamilan istrinya sudah masuk 7 bulan perutnya pun semakin membesar.


"Johan... Mana istrimu... Acaranya sudah mau dimulai" Janne menayakan keberadaan Menantunya.


"Mama Diana sedang dandan kami juga mau melakukan pemotretan... Mungkin sebentar lagi akan selesai.."


"Nah... Itu dia.. Wah cantik sekali menantu mama Johan... Kau sungguh beruntung memiliki Istri seperti Diana"


"..I.. Ya.. Mah... " Johan terpesona dengan penampilan Istrinya yang semakin cantik meskipun sedang Hamil besar.


Diana turun dari tangga di dampingi oleh Papa dan Mamanya... Abraham sendiri sedang bersama dengan Pamannya Deret yang baru pulang kemarin Sore.


Acaranya berlangsung dengan lancar meski johan tidak bisa mendekati Istrinya karena sedang sibuk dengan yang para tamu yang datang. Abraham selalu berlari-lari menbuat Deret pusing dengan tingkah Keponakannya Ia hampir saja membuat kekacauan dengan memakan semua hidangan di atas meja menghamburkannya ke mana-mana.


Johan melihat perbuatan Putranya hanya bisa tersenyum canggung kepada seluruh keluarganya ia sudah terbiasa dengan tingkah bocah kecilnya itu. Bahkan Adhitama dan Gunawan tidak bisa menghentikan tindakan Cucu kesayangannya tidak ingin membuatnya kecewa lalu mereka menatap kepada Johan. Sungguh mereka sama persis Johan sangat nakal waktu masih seumuran dengan Abraham... Seperti kata pepatah 'Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya'


" Hei... Johan sepertinya Abraham semakin aktif saja apa dia sudah masuk Tk... Di liat dari tingkahnya aku sepertinya melihat seseorang yang sama persis dengannya" Peter sahabat Johan menepuk pundak Johan... Johan melotot kepada orang yang sangat menyebalkan itu.


"Kau... Datang lagi.. Cih.. Tidak di undang juga dasar orang tidak tau malu"

__ADS_1


"Johan... Meskipun kau tidak mengundangku aku tetap akan datang demi calon menantuku dimasa depan"


"Mimpi kau.... Aku dan Diana tidak akan menjodohkan Anak kami.. Dengan putrimu.. Melihat wajahmu saja sudah membuatku muak.."


"Ayolah Johan kau tidak setuju atau tidak kita lihat saja nanti bagaimana kedepannya.."


Peter meninggalkan Johan yang menatap kepergiannya dengan wajah sangat kesal.. Namun Dia yakin bahwa Johan suatu hari nanti akan menyetujuinya.


Johan berlalu meninggalkan Peter sendirian menuju Abraham yang masih bersama dengan pamannya...


"Deret... Kau pasti lelah biar aku saja yang menggantikan menjaga Abraham "


"Eh... Ada johan bagaimana hubungan kau dengan peter kayaknya tadi kalian membicarakan sesuatu boleh aku tau juga..?? "


"Hah....!!!. Kalau begitu aku mau ke Diana dulu kau bersama anakmu saja..."


Deret menuju Adiknya yang masih duduk manis di kursi dan dikelilingi oleh beberapa orang.


...........

__ADS_1


Didalam kamar Johan masih menunggu istrinya selesai mandi mereka sangat lelah akibat dari acara tujuh bulan itu.. Johan sendiri sudah mandi tinggal menunggu istrinya selesai.


"sayang kenapa kau lama sekali mandinya.... Aku sudah mengantuk... " johan berkat di depan pintu kamar mandi baru 10 menit Istrinya mandi bagi johan sudah seperti 10 jam.


"Johan kau tidur saja duluan aku masih lama.."


"Tidak mau... Aku akan tidur jika bersama denganmu.. Cepatlah mandinya"


"...Iya...iya tunggu 5 menit lagi..."


Diana terpaksa harus mandi dengan cepat gara-gara suaminya pikiran johan sangat kekanak-kanakan belakang ini.. Diana merasa memiliki dua anak lelaki yang selalu membuatnya pusing.


Johan melihat istrinya keluar dari kamar mandi dan tersenyum kepada dirinya.. Seketika Jantungnya berdebar dengan kencang meski sudah 1 tahun lebih Cinta Johan semakin Dalam kepada Istrinya.


"Tidur disini yah... Kau ingin apa biar kuambilkan" johan menepuk-nepuk bantal untuk Istrinya tidur.


"Aku hanya ingin minum air putih"


"Ini minumlah sayang... "

__ADS_1


Johan menyodorkan segelas air putih kepada Istrinya lalu mereka tidur dengan berpelukan... Sebenarnya Johan yang memeluk istrinya dari belakang karena kesusahan jika berhadapan.


Tbc......!!!


__ADS_2