
Kehamilan Diana kini memasuki bulan ke-5 setiap pemeriksaan pasti Johan selalu ikut dengannya tidak pernah terlewati sekalipun. Perutnya semakin buncit membuat dirinya tidak bisa terlalu banyak bergerak selalu membutuhkan Johan disampingnya.
"Sayang sudah waktunya kita melakukan pemeriksaan rutin ayo kita ke rumah sakit.. "
Johan mengingatkan Istrinya karena dari tadi Diana hanya melamun entah apa yang dipikirkan olehnya.
"Apa kau tidak merasa terbebani Johan..... Kau selalu mendahulukan kepentinganku dari pada dirimu sendiri.. Aku merasa sebaiknya kau kembali kekantormu saja... Masih ada Abraham yang akan menemaniku.. Ke rumah sakit "
"Huh... Jangan terlalu banyak berfikir sayang... Aku sangat mencintaimu.. Kau, Abraham , dan Baby kita segalanya bagiku yang lain bukan apa-apa dimataku... Ayo kita pergi saja... Nanti lama mengantri loh... "
"Johan maafkan Aku.... Aku juga sangat mencintaimu..."
Johan berangkat bersama Istri dan anaknya ditemani oleh seorang supir yang mengendarai mobilnya .....
Di rumah Sakit.....
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya kini giliran Diana untuk melakukan pemeriksaan..
"Hai... Bu Diana.. Silakan duduk.. Pak Johan juga Ikut.. " Dokter kandungan tersebut melihat pasangan suami istri itu selalu datang bersama tidak pernah sekali pun terlewatkan.
"Dokter apa sudah bisa melakukan USG jenis kelamin.. " johan bersemangat ingin melihat anaknya.. Ia penasaran apa anaknya laki-laki atau perempuan.
"Tuan Johan.... Nona Diana pernah bilang Ia tidak mau melakukan USG tunggu saja sampai lahir.... "
Seketika wajah johan cemberut kenapa Istrinya tidak mau melakukan USG padahal Dia sudah menunggu waktu ini..
__ADS_1
"Johan.... Kita bisa melihatnya nanti jika sudah lahir jangan marah ya.... I love you "
Diana memenangkan Johan yang sudah seperti anak ayam kehilangan induknya.
"Sayang aku hanya mau melihat Anak kita.. Aku sudah tidak sabar mau melihatnya"
"Bersabarlah... 4 bulan lagi kita bertemu dengannya.. Coba kau elus deh.. Dia sedang bergerak didalam... Biar abraham duduk dulu di kursi"
Johan menurunkan Abraham dari gendongannya dan meletakkan tangannya di perut Istrinya... Dia kaget karena merasakan ada yang bergerak-gerak. Rupanya Anaknya sedang ingin di elus olehnya johan berharap anak keduanya seorang perempuan agar keluarga kecilnya semakin lengkap.
Mereka kembali kerumah setelah melakukan pemeriksaan ruting Kondisi kehamilan Diana sangat stabil tapi tetap saja diberi Vitamin untuk kandungannya.
Diperjalanan Abraham ingin ke taman bermain karena di sana banyak anak kecil yang seumuran dengannya Diana dan Johan menuruti keinginan Abraham tidak ingin membuat Anaknya kecewa.
"Boleh dong sayang.. Tapi papamu harus bersama denganmu yah.... Jangan Bandel "
"Baik mama"
Abraham berlari menuju ketempat bermain dan di ikuti oleh johan.... Diana sendiri sedang memandang beberapa orang yang sedang bercanda.. Ia tiba-tiba merindukan kedua kakaknya sudah hampir 1 tahun mereka tidak bertemu.
Untuk melepas kerinduannya Diana terkadang menelepon Kakaknya tidak peduli apa kakaknya sedang sibuk atau tidak.
.................
Dirumah.....
__ADS_1
Adhitama dan Gunawan datang bersama dengan istrinya untuk mengunjungi anak menantunya.. Namun tidak mendapati ketiga orang tersebut hanya ada beberapa pembantu dan pengasuh Abraham.
"Bibi... Mana para penghuni rumah ini.. "
Adhitama bertanya kepada salah satu pembantu rumah Johan.
"Tuan..... Tadi pagi mereka pergi untuk melakukan pemeriksaan rutin..."
"Ah...... Tu kan kita terlambat lagi mereka tidak mengerti bahwa kita juga mau melihat Cucu kita.. Pasti mereka sudah melakukan USG..." Gunawan mengeluh kepada Temannya itu.. Gara-gara menunggunya Ia terlambat.
"Pih.. Kita tunggu saja mereka pulang " julia dan janne menenangkan suami mereka.
Ada suara mobil dari luar mereka tau bahwa Johan istri dan anaknya sudah pulang... Mereka menyambutnya di pintu Rumah.
"Abraham... Kakek rindu padamu... Kesini... Kakek dan nenek membawakan Hadiah" Gunawan melihat cucunya berjalan mengandeng tangan Johan dan Diana.
"papa... hadiah untukku dimana....." Diana memasang wajah sedihnya.
"Diana Sayang... Ini untukmu jangan sedih" julia yang memberikan Hadiah untuk putrinya.
"Ayo kita masuk di sini dingin tidak baik untuk wanita hamil... " janne merangkul menantunya dan mengabaikan Johan.
"Huh... Mama sudah tidak memperhatikan Aku lagi... Terlebih Papa... Ia lebih memilih bersama dengan Abraham.. Nasibbb deh... " johan berguman sendiri kepada dirinya.
Tbc......!!!
__ADS_1