
Gunawan dan Aditama kembali mendatangi kediaman anak mereka setelah mendengar berita yang Viral sampai sekarang...
"Donio apa benar ini kelakuanmu... Jelaskan kepada kami berdua bagaimana rinciannya... "
Gunawan membutuhkan penjelasan dari berita yang juga melibatkan perusahaan koran miliknya.
"Papa ini juga ada campur tangan dari Diana. Deret dan Juga Johan. Oh dan juga David bukan hanya aku yang melakukannya sendiri.. "
Keluh Donio kepada papanya yang selalu memojokkan dirinya.
"Kau katakan saja yang sebenarnya jangan melibatkan adik-adikmu Donio... "
Kata Gunawan tidak percaya.
Deret yang datang mendengar perdebatan kakak dan papanya tersenyum jahat saatnya untuk membalas perbuatan Donio yang sudah berani memberikan tugas di London selama 6 bulan lamanya..
"Papa kakak sangat jahat... Masa Dia memasukkan aku dan Diana juga.. Padahal dia sendiri yang melakukannya.. Kami tidak terlibat"
"Hei....!!! Apa yang kau katakan itu.... Dasar Adik tidak berbakti... "
Donio kesal karena Deret mengatakan bahwa Ia sendirian yang melakukannya.. Padahal Deret sendiri yang lebih parah dari-nya.
"Donio........ Sudah papa bilang jangan pernah melibatkan Adik-adikmu dalam masalah yang kau buat..itu"
Gunawan menegur putra sulungnya...
"Betul Papa... "
__ADS_1
Deret melihat amarah dari kakaknya namun tidak peduli Ia sendiri sudah kebal.
Setelah Donio dimarahi habis-habisan oleh papanya Deret baru mengakui Masalah yang ditimbulkan olehnya dan juga Donio.... Dia kabur sebelum mendapatkan amukan dari Papanya dan juga Donio yang sangat kesal dengannya.
"Kalian berdua sama saja buat papa pusing... Lebih baik menemui cucu-cucuku saja dari pada mengurusi kalian berdua.."
Gunawan tidak habis pikir dengan kedua putranya meski sangat membanggakan namun di sisi lain Kedua putranya seperti iblis yang tidak bisa di dekati oleh siapa-pun sampai sekarang Mereka Jomblo Karena sifat-nya yang selalu mengabaikan perempuan yang mendekati mereka berdua.
*****
"Diana Sayang dimana cucu-cucu tampan papa..."
Tanya Gunawan kepada putrinya yang baru keluar dari kamarnya.
"Eh... Papa datang... Abraham sedang belajar dan lucas di bawa tadi sama Johan keliling sambil berjalan-jalan.... "
"Baik papa.. Segera siap.. Eh dimana kakak Donio dan Deret papa kok tidak kelihatan"
Bertanya karena tidak melihat kedua kakaknya yang bisanya akan berada di samping papanya jika datang kerumahnya.
"Tadi kedua kakakmu papa beri nasehat agar tidak seperti iblis untuk menghadapi orang-orang.. Mereka berdua sama saja.. "
"Emang apa yang mereka lakukan papa... "
Diana bingung dengan ucapan dari papanya.
"Sudahlah... Kau buatkan saja papa teh dan kopi.. Nanti kau tanyakan saja kepada mereka berdua mertuamu pasti sudah menunggu papa dari tadi.."
__ADS_1
Diana tidak mengerti dengan papanya.. Ia lebih memilih untuk membuatkan teh dan kopo saja dari pada memikirkan perkataan dari papanya.
Diana kembali kekamarnya setelah membuatkan teh untuk papanya.. Dia sangat lelah dan mudah mengantuk beberapa hari ini... Dalam sekejap Diana sudah masuk ke alam mimpi.
Johan sudah kembali dari jalan-jalan paginya dengan putra keduanya melihat mertuanya dan papanya sedang bersantai bersama.
"Papa... Kapan datangnya.. Kok tidak di kabarisih... "
"Johan sinikan Lucas papa sudah dari tadi menunggunya.. Kau temui dulu istrimu yang kembali tidur di kamarnya.. "
Johan merasa di usir oleh papanya sendiri dengan alasan Istrinya padahal di waktu seperti ini Diana sudah mandi dan wangi.
"Kalau begitu Aku kekamar dulu.. Jaga Lucas baik-baik yah... "
Krek...
Johan membuka pintu kamarnya terkejut melihat Istrinya kembali tertidur pulas padahal ini sudah jam 9 pagi... Bisanya Diana akan sudah rapi dan bersih.
"Sayang... Bangun dong... Nanti Lucas di culik oleh kakek-kakek berjenggot.. "
Berbisik di telinga istrinya yang masih tertidur..
"Sayang... Bangun.. Ini sudah jam 9 pagi loh... "
Johan kehabisan akal membangunkan istrinya.. Ikut tertidur lelap di sampingnya.. Memang Johan ahlinya tidur....
Tbc....!!!
__ADS_1