
setelah mobil bibi Angel sampai di gang itu, kami langsung menggendong satu persatu naik ke mobil, kira kira ada 10 orang yang pingsan waktu ku pukul tadi. "kau ini manusia apa bukan sih? mukul orang sebanyak itu" kata bi angel mengomel sepanjang perjalanan pulang ke rumah. "mereka nya aja yang ngak mau melawan" jawab ku santai. saat sampai di rumah... "ada apa ini?!" tanya nenek ku sontak terkejut melihat belakang mobil kami banyak sekali orang yang terluka. "itu Mak si Trish udah bertingkah lagi dia" kata bibi Angel sambil menatap ku tajam. "terserah" kata ku sambil mengangkat bahu ku. setelah itu kami mengobati mereka dan menggendong mereka satu persatu ke atas, kamar kami ada 7, 1 punya nenek dan kakek, 1 punya aku, bibi Angel, dan Albee, dan 1 lagi punya paman Toni, Rocky, dan Vincent. jadi masih tersisa 4 kamar lagi, kami gunakan untuk menampung mereka agar bisa beristirahat dengan nyaman di sini.
__ADS_1
saat malam hari...
__ADS_1
"semuanya ayo makan!!!" teriak nenek ku yang membuat ku berhenti melihat laptop ku. "baik nek!" kata ku, ternyata aku yang pertama datang ke meja makan... "nah hari ini nenek masakan ikan pari asam pedas untuk kalian" kata nenek ku sambil memberikan sepiring nasi dengan ikan pari kesukaan kami satu keluarga. "makasih nek" kata ku sambil menerima piring itu. "mana yang lain?" tanya nenek ku sambil menarik bangku di samping ku. "mungkin lagi mandi" kata ku berusaha menelan nasi yang berada di dalam mulut ku. "Yo Mak apa yang mamak masak?" tanya paman Toni. "pari di asam pedas" kata nenek sambil mengambil piring dan mengambil kan beberapa nasi untuk kami sekeluarga makan. kami selalu makan dengan canda dan tawa yang membuat kami lupa akan waktu untuk tidur. biasanya setelah kami makan aku yang akan cuci piring, Sekarang gantian jadi bibi Angel yang cuci piring. "mau aku bantu bi?" tanya ku sambil menatap bi angel. "ah tidak perlu kau berikan saja nasi bungkus untuk anggota geng kita" kata bibi Angel sambil mengeluarkan uang 200.000, "untuk apa memberi kan mereka makan?!" kata ku tidak senang, bagaimana tidak mereka sudah mengkhianati geng kita apa lagi yang bisa ku harapkan dari mereka. " Trish, bibi tau kau itu benci dengan nama pengkhianatan tapi mereka juga manusia, mereka juga butuh makanan untuk mengisi perut mereka" kata bibi Angel sambil menggenggam tangan ku, menjelaskan bahwa kita tidak berkuasa atas hidup dan mati mereka. "baik lah" jawab ku singkat dan langsung menerima uang itu untuk pergi beli nasi bungkus. aku pergi jalan kaki untuk melepaskan semua rasa kesal di hati ku dan menghirup udara segar di malam hari... rumah ku Sangat dekat dengan kuburan' jadi tak heran kalau selalu ada penampakan hantu di sekitar rumah kami, entah itu di pohon lah, terbang sana terbang sini lah. aku sih ngak takut. tapi kalau udara nya sedikit aneh ya aku sih agak takut. saat aku sampai di rumah makan aku memesan nasi 10 bungkus untuk 10 orang pengkhianat itu. aku bosan berdiri terus hingga akhir nya aku memilih duduk dan melirik hp ku. "hai.." sapa seorang laki laki yang asal suara nya aku sangat kenal.
__ADS_1