AKU SEORANG AGEN...

AKU SEORANG AGEN...
MENDONORKAN DARAH...


__ADS_3

"Baik lah silahkan ikut saya" kata suster itu sambil berjalan keluar dari ruangan itu.


"Bai sus," kata ku yang mengikuti suster itu dari belakang.


Kami sampai di depan ruangan donor darah, suster itu membuka kan pintu untuk ku masuk. Terlihat seorang dokter yang sedang mengurus dokumen yang ada di atas nya.


"Dokter, ini adalah orang yang ingin mendonorkan darah untuk tuan muda Billy,," kata suster itu yang memberitahu kepada dokter itu.


"Baik lah, berapa umur mu?" tanya dokter itu pada ku dengan lembut.


"13 tahun dok." kata ku sambil menatap wajah dokter itu.


"Maaf bukan nya saya tidak ingin mendonorkan darah mu untuk tuan muda Billy. Tapi batas usia yang paling kecil yaitu adalah 18 tahun" kata dokter itu yang menatap ku dengan tajam.


"Emang kenapa kalau aku masih 13 tahun?! kan aku ini masih bisa mendonorkan darah ku untuk Billy!" kata ku sambil menghentakkan tangan ku di meja dokter itu.


"Bisa kah kau sopan pada orang yang lebih tua?!" tanya dokter itu sambil berdiri dan bertatapan langsung dengan wajah ku.


"Maaf" kata ku pelan dan menjauh dari meja itu,


"Sayang......" terdengar suara perempuan yang memanggil dari luar dan masuk ke dalam ruangan itu.


"Ngapain kau ke sini?!" tanya dokter itu pada seorang perempuan yang memeluk nya dari samping.


"Hahaha ternyata ada cewek ngak tau diri juga ya" kata ku yang sambil tertawa melihat ke arah wajah perempuan itu.


"Kamu ini siapa sih?! ganggu aja!" kata wanita itu sambil berlagak manja pada dokter itu.


"Aku? siapa? kau akan tau sendiri! K A R I N!" kata ku sambil mengeja nama wanita itu.


"Dari mana kau tau nama ku?!" tanya wanita itu pada ku dengan memasang wajah tidak senang nya itu.


"Bagaimana aku tidak tau? kau kan sudah pernah menyusup ke dalam markas ku dan mengambil obat Yang sudah lama kami buat!" kata ku yang bermaksud mengingat kan nya.


"Hei kalau ngomong jangan asal ya!" kata wanita itu sambil berjalan ke arah ku dan menunjuk kan jari telunjuk nya di depan mata ku.


"Yo, kalau mau nunjuk pake jari telunjuk maka jangan pada ku *****!" teriak ku yang membengkokkan telunjuk wanita itu ke belakang.

__ADS_1


"Hei lepas kan tangan mu dari ku!" teriak wanita itu yang menarik narik tangan nya agar aku melepaskan tangan nya.


"Dasar ******!" teriak wanita itu yang langsung menampar pipi ku dengan keras.


si gila ini! awas saja kau nanti!. nanti ku yang ingin sekali menampar balik wanita itu.


"Siapa kau sampai berani menampar orang ku?!" tanya seorang lelaki yang suara nya sangat lah tidak asing,


"Tu.... tuan....tuan muda Bastian?" kata dokter itu terbata bata saat mendapat kan siapa orang yang masuk ke dalam ruangan nya.


Bastian berjalan masuk dan menarik tangan ku untuk berdiri, dan menatap tajam ke arah wanita yang menampar pipi ku tadi.


"Jika kau masih berani mencari masalah dengan Trish! maka siap kan lah peti mati mu!" kata Bastian yang memasang wajah menyeramkan nya itu.


untuk kali ini kau juga berguna ya Monster!. batin ku sambil tertawa.


"I....ini ini tidak seperti yang anda lihat tuan muda Bastian" kata Karin yang tidak berani melihat ke arah Bastian.


"Jack! suruh orang untuk potong kedua tangan nya!" kata Bastian yang menatap ke arah asisten nya di belakang.


"Baik tuan muda!" kata Jack yang memanggil dua orang untuk menarik Karin keluar.


"Apa kau mau tetap di sini atau mau keluar bersama ku?!" tanya Bastian yang menatap ku dengan kesal.


"Ba.... baik'" kata ku sambil mengikuti Bastian keluar dari ruangan itu.


si gila ini! aku kan tadi ingin mendonorkan darah untuk adik nya!. batin ku yang tidak sadar kalau Bastian berhenti di depan ku dan


BRUKKK...


"Oh astaga! kau ini ngapain sih pake berhenti segala!" kata ku yang menggosok gosok dahi ku dengan tangan ku.


"kau ini sedang cari masalah dengan ku ya??" tanya Bastian yang berbalik dan memegang dagu ku untuk naik ke atas.


"Ti...tidak..aku tidak ingin cari masalah dengan mu!" kata ku yang berusaha melepaskan tangan Bastian dari dagu ku.


"Bastian kau juga ada di sini?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah ibu nya Bastian.

__ADS_1


"Iya Bu" jawab Bastian singkat dan menatap ke arah ibu nya.


Cup...


sebuah kecupan manis mendarat di kening nya Bastian. Melihat ke arah mereka seperti mengingat kan aku pada ibu ku, sejak kecil aku dirawat oleh ayah, bahkan mendapat kan setetes ASI pun aku tidak pernah.


"Kau ini kenapa?" tanya Bastian pada ku yang dari tadi melihat ke arah mereka.


"Ah...tidak ada" kata ku sambil memandang ke arah lain.


Cup...


Aku merasa seperti ada yang mencium kening ku dan ternyata aku tidak salah, Bastian lah yang mengecup kening ku.


"Apa yang kau lakukan?!" tanya ku yang segera menghindar dari Bastian, seketika wajah Bastian berubah menjadi tersenyum.


"Kelak kau juga akan mendapatkan kecupan dari ku setiap hari nya" kata Bastian yang menatap ke dengan lembut.


apa kata nya? kelak? dia ini ingin aku menjadi pasangan hidup nya apa?! dasar gila siapa juga yang ingin mendapatkan kecupan dari monster seperti mu!. batin ku yang tidak habis habis memaki maki Bastian.


"Apa kah kau sudah siap mendonorkan darah mu untuk Billy?" tanya ibu nya Bastian pada ku.


"Belum Bu.. tadi terjadi sedikit masalah di sana." kata Bastian yang menggenggam erat tangan ku.


"Oh gitu kalau gitu kita pindah aja ke rumah sakit lain, di sini peralatan nya juga tidak terlalu bagus!" kata ibu nya Bastian sambil berjalan pergi meninggalkan kami berdua di sini.


"Setelah mendonorkan darah, kau ikut dengan ku ke suatu tempat!" kata Bastian sambil menatap ke arah ku.


"ehh mau ke mana?" tanya ku yang agak sedikit heran sambil menatap wajah Bastian, yang ku tatap malah nyengir.


"Ikut saja! jangan banyak tanya!" kata Bastian yang merangkul kan tangan nya di pundak ku.


"Ayo kita jalan!" kata Bastian yang memaksa ku untuk berjalan ke arah lift dan turun ke bawah.


Skip lah.... setelah pindah ke rumah sakit lain dan selesai mendonorkan darah ku pada Billy, Bastian mengajak ku ke toko perhiasan.


"Kita mau ngapain ke sini?" tanya ku pada Bastian, yang di tanya malah diam tidak menjawab.

__ADS_1


"Tolong berikan cincin yang baru keluar Minggu lalu!" kata Bastian pada seorang perempuan yang merupakan salah satu pelayan di toko perhiasan itu.


__ADS_2