
saat masuk kelas..
"Trish... itu bukan nya si Juan ya? mantan kamu dulu" kata Hendra, aku mengangguk kan kepala ku pertanda iya. "ngapain dia ke sini?" tanya Hendra sambil terus melihat ke arah Juan. "entah lh" kata ku singkat tidak ingin membahas tentang hal itu. aku langsung mengambil buku lalu ku tumpuk menjadi satu tingkat, tak berapa lama kemudian aku langsung tertidur pulas. aku hanya mendengar suara bel berbunyi pertanda bahwa sudah saat nya keluar main. aku langsung terbangun dan membereskan semua nya. setelah membereskan semua nya aku langsung keluar untuk pergi beli bakwan kesukaan ku di kantin atas, sebelum pergi ke atas aku tidak lupa mengajak sahabat ku anjelly untuk beli jajan juga. kami berdua berjalan ke atas melalui tangga yang sangat panjang. "hai.." sapa Juan yang tak sengaja bertemu di tangga itu. "Minggir!!!" kata ku mengusir nya. "kalau aku tidak mau kau mau bagaimana?" tanya Juan kepada ku sambil memegang tangan ku. saat aku ingin melepaskan tangan nya itu, Kiel langsung datang dan mencengkeram erat tangan Juan hingga tangan nya lepas dari tangan ku.. "lebih baik kau menjauh dari Trish!" kata Kiel sambil menarik tangan ku pergi. "hei Trish itu milik ku! dia itu bukan milik mu!" teriak Juan sambil memegang tangan ku yang satu lagi. aku tak tahan dengan ini, "aku ini bukan barang yang bisa kau buang dan kau ambil lagi Juan! aku bukan boneka penghibur mu! aku manusia dan punya hak untuk memilih!" kata ku berteriak dan langsung melepaskan tangan Juan dan menarik pergi Kiel dan anjelly. "maaf.." kata ku sambil melepaskan tangan mereka. "gapapa kok" kata anjelly sambil menarik ku untuk berlari ke arah kantin. kami sih tidak peduli apa pun yang terjadi, dalam satu hari kami harus bisa pergi ke kantin minimal 2 kali sehari, kecuali Minggu. saat kami di kantin... "hai...." sapa seorang perempuan yang sedang membersihkan meja makan yang berlumuran dengan kuah Miso yang bertumpahan. "hai juga kak.." sapa kami berdua. "kak bakwan nya masih ada kan" tanya ku pada seorang perempuan paruh baya yang berada di hadapan kami. "tentu saja.." kata perempuan paruh baya itu sambil memberikan 2 bungkus bakwan kepada kami. kami membayar bakwan itu dan langsung pergi ke kelas. entah mengapa kami lebih merasa nyaman saat bersama dengan teman teman kami. saat menuruni tangga, mata ku dan anjelly terbelalak melihat kejadian yang membuat banyak orang mengerumuni nya, aku dan anjelly adalah anak yang kepo jadi tidak heran kalau aku dan anjelly langsung berlari dan berebut ingin melihat. sontak aku terkejut melihat yang berkelahi adalah Juan dan alviran. "berhenti kalian berdua!!!" kata ku yang berdiri di tengah mereka. "kau jangan berharap ingin merebut Trish dari ku!" teriak Kiel. "heh, aku ini cinta pertama nya Trish, mana mungkin Trish melupakan ku" kata Juan santai sambil mengelap bibir nya yang berdarah karena di tumbuk Alvin. "kau!!!!" kata Alvin. aku tidak hanya ingin menjadi penonton di tengah mereka. aku langsung menendang perut Juan yang membuat nya jatuh tersungkur ke tanah. "aku bakalan lupain Lo karena di hati gue ngak ada lu lagi, *******!!!" teriak ku sambil menarik tangan Kiel pergi dari kerumunan itu.