AKU SEORANG AGEN...

AKU SEORANG AGEN...
HENDRA...


__ADS_3

Pagi yang cerah....


"Pagi Wee" sapa ku pada kelas ku yang ternyata bukan hanya 2 orang tapi hampir satu kelas sudah datang.


"Pagi juga" sapa mereka semua yang terhenti mengerjakan pr ipa yang lupa mereka kerjakan,


"Jangan bilang kau juga ngak ngerjakan PR IPA lagi?!" tanya Hani yang sudah tau akan sikap ku yang selalu mengerjakan pr ipa di sekolah, dengan alasan aku sibuk jadi ngak bisa mengerjakan pr ipa itu.


Jam pelajaran....


"Hari ini kita akan belajar mengenai bla bla bla bla bla bla" penjelasan seorang guru IPA membuat ku ngantuk.


"Bapak ini kok cerewet amat?!" tanya revischa yang jengkel sambil bersandar di sandaran kursi.


"Mana aku tau.." kata ku yang mengambil sebuah coklat dari dalam saku kantong ku.


"Apa itu?!" tanya revischa dengan mata berbinar binar.


"Jangan harap!!" kata ku Sambil membuka bungkusan plastik berwarna kuning yang dalam nya terdapat coklat.


"Jika kau ngak mau bagi ya udah, aku teriak ya" ancam revischa sambil bersiap mengangkat tangan nya.


"Ehh diam kau diam, ini ini aku bagi kau nah!" kata ku sambil memberikan sepotong coklat ku pada nya, huh dasar anak gikan (gila makan).


Istirahat.....


"Hoammmm" kata ku yang membuka lebar mulut ku karena tertidur di kelas tadi.


"Dasar tudur (tukang tidur)" ejek anjelly yang membuat ku mencubit kedua pipi nya itu.


"Hey!! sakit Anjirrr ini anak!!" kata anjelly yang memegang kedua pipi nya yang ku cubit sekuat tenaga ku yang meninggalkan bekas berwarna merah di sana.


"Maka nya jangan ngejek!!" kata ku sambil mengambil uang 2.000 dari saku kantong ku. Kami pergi ke kantin, biasa beli bakwan, setelah siap membeli makanan itu kami langsung pulang, bukan ke rumah yak, tapi ke kelas:v. 0


"gaess" panggil anjin (anak rajin), chelsea, yang setengah menguyah nasi yang ada di dalam mulut nya.

__ADS_1


"Woi makan jangan bicara, ntar muncrat tu nasi ke muka kami.." kata Wibel yang mengejek Chelsea Dengan sorotan mata nya. Chelsea mana terima di bilang kayak gitu tanpa basa-basi Chelsea langsung memuncrat kan nasi itu ke muka Wibel, OwO kotor.....


"Bangke!! jorok kali kau Chelsea gampuak (gendut dalam bahasa Batak)". kata Wibel yang mengambil beberapa tisu dari meja guru lalu membersihkan wajah nya dengan tisu itu.


"Maka nya jangan suka ngejek orang subeg (susu ****)". balas Chelsea tertawa, mereka berdua jika dekat maka akan terjadi yang nama nya perang makanan, entah Chelsea yang mulai duluan atau Wibel yang mengejek dengan nada menjengkelkan nya itu.


"Sudah lah kalian berdua!" teriak Hani yang waktu makan nya terganggu oleh mereka berdua.


"Kalau aku ngak mau kau mau apa?!" tanya Chelsea sambil melotot, yang di lotot melotot balik dengan tatapan mengerikan.


"Jika kalian masih tidak diam.. maka jangan salah kan aku kalau kalian akan masuk lagi ke ruangan guru" kata Hani yang melanjutkan makan nya yang tertunda tadi. Seketika Wibel dan Chelsea pun terdiam, mereka tercatat sebagai siswa yang paling sering masuk kantor guru... siapa lagi orang yang melaporkan mereka selain Hani sekretaris kelas kami.


Jam pelajaran matematika..


"Mana uang kas mu?!" tanya Hani pada Hendra, yang di tanya malah melotot.


"Kan kemarin aku udah bayar 1.000" kata Hendra yang duduk dengan santai.


"Itu kemarin!! aku minta yang sekarang!" teriak Hani yang membuat Hendra mengeluarkan uang dari saku celana.


"Dan kau Grace?! apa lagi alasan mu?!" tanya Hani pada seorang perempuan yang sedang mencari sesuatu di tas nya.


"Besok ya Hani, uang ku ketinggalan.." jawab Grace yang tidak berani menatap mata Hani yang sedang melototi diri nya. Pernah dengar kan..


"SEKEJAM KEJAM NYA PREMAN DI PASAR, LEBIH KEJAM LAGI SEKRETARIS KELAS! "


Sekretaris kelas kami memang galak apa lagi kalau lagi marah... tapi masih jadi misteri


" MENGAPA KEBANYAKAN SEKRETARIS KELAS BANYAK YANG CANTIK? "


Masih menjadi misteri bagi kami, lihat saja bahkan anak kelas satu aja sekretaris nya cantik amat,


"Pagi anak anak!" Sapa guru matematika kami yang tiba tiba saja datang ke kelas.


"Lah ibu kok ngak sopan sih?!" tanya Hendra yang berdiri di depan meja nya

__ADS_1


"Emang ibu ngak sopan apa?!" tanya guru matematika kami sambil mengerutkan kening nya.


"Kan kata ibu kalau mau masuk itu harus ketuk pintu dulu baru boleh masuk!" kata Hendra yang dengan santai nya kembali duduk di bangku nya.


"Itu untuk murid bukan untuk guru Hendra Sopian Siregar!!" teriak guru kami yang wajah nya sudah merah padam pertanda tanduk nya akan segera keluar.


"Woi Hendra hati hati kau, tanduk ibu itu udah mau keluar!" kata ku sambil berbisik dari belakang.


"Tenang aja bro gw bisa atasi masalah ini!" kata Hendra dengan penuh percaya diri, sedang kan guru kami sudah mengeluarkan tanduk nya, iblis pun datang....


"HENDRA SOPIAN SIREGAR, SEKARANG KELUAR KAU DARI KELAS DAN BERDIRI DI DEPAN PINTU!!!" teriak guru itu yang sudah menahan ketidaksopaan Hendra. Kami juga tidak ingin di hukum, kami memilih menutup mulut.


PULANG SEKOLAH..... di rumah...


"Nek kami pulang!!' kata ku sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"kalian sudah pulang rupa nya, ayo mandi kita akan pergi berenang..." kata nenek yang menggenggam tangan Albee.


"Nek aku ngak pergi ya.." kata ku yang membuat nenek berhenti dan menoleh pada ku.


"Kenapa?" tanya nenek ku heran karena setiap kali aku di ajak untuk pergi berenang aku tidak pernah menolak tapi kali ini tiba tiba saja tidak ingin pergi, tentu saja nenek ku heran.


"Aku harus merawat Riana nek.. dia masih terluka!" kata ku yang berjalan ke arah belakang.


"Baik lah, nanti nenek beli kan kau sosis dari sana ya" kata nenek ku sambil berjalan pergi ke belakang.


"Kakak serius ngak mau ikut?" tanya Rocky yang keheranan karena sikap ku ini, aku mengangguk kan kepala ku pertanda iya.


"WOI Trish si Riana udah hidup!!" teriak paman Toni yang berada di tangga.


"Ngak usah pake teriak napa?!" tanya ku sambil berjalan ke atas melewati paman Toni yang sedang asik dengan game nya.


"Sudah sana jangan mengganggu ku nanti kalah pula aku gara-gara kau datang!" kata paman Toni sambil melambai lambai kan tangan nya ke arah ku.


"Semoga saja kalah!!" kata ku sambil berjalan ke atas, terdengar teriak kan yang langsung membuat ku lari terbirit-birit ke atas.

__ADS_1


__ADS_2