
Tanpa sadar, air mata ku jatuh, aku terus teringat pria yang menyelamatkan hidup ku, aku terus menatap ke arah Bastian.
"Baik lah, pergi lah, pergilah sejauh mungkin, karena aku tidak ingin lelaki seperti mu masuk ke dalam hidup ku lagi!" kata ku berusaha tegas.
Selama ini, siapa pun lelaki yang ku cintai pasti akan pergi, mau itu adalah Ayah atau Juan. Ku kepal tangan ku, berusaha untuk tetap menahan air mata, cukup sudah air mata yang ku jatuh kan.
Bastian menghapus air mata ku dengan tangan nya, rasa nya aku tak ingin dia pergi sekarang.
"Maaf, tapi aku akan kembali setelah 3 hari," kata Bastian sambil tersenyum, aku tak peduli dia kembali atau tidak, yang jelas adalah semua lelaki yang ku cintai pasti akan pergi.
Bastian lalu pamit, lantas pergi dari kamar ku. Setelah Bastian pergi menggunakan mobil nya, air mata ku jatuh lagi, tak ku sangka semua akan seperti ini.
Skip..... (Salahin author yak,:v dia malas soal nya:v)
4 Hari berlalu, aku memandangi jendela kamar ku yang mengarah ke arah perkotaan, jalan nya sangat ramai.
Yang ku tunggu tidak kunjung datang, aku merasa di permainkan, dia bilang akan pulang 3 hari lagi, tapi tidak.
Tok....tok....tok....
__ADS_1
Suara ketukan pintu membuat ku sadar dari lamunanku, aku memperhatikan sejenak pintu itu lantas berkata, "Masuk lah, pintu nya tidak di kunci" kata ku kembali menatap ke arah jendela.
Seorang anak kecil dengan memakai gaun biru muda masuk dan menarik baju ku, "Kakak ayo kita ke bawah, pasta nya akan segera di mulai" kata perempuan kecil yang berdiri di samping ku.
Aku menatap ke arah nya, ku lihat mata nya yang besar dan indah, sekilas aku tersenyum, "Baik lah, kakak akan segera ke bawah" kata ku.
Adik kecil ku itu tersenyum dan pergi lewat pintu kamar ku, aku pergi ke arah lemari, ku lihat ada gaun berwarna hitam, ku putus kan untuk memakai gaun itu.
Selesai memakai gaun hitam itu, aku pun turun ke bawah, terlihat banyak laki laki memakai jas hitam juga putih, juga perempuan yang memakai gaun warna warni.
Yang ku nanti kan datang juga, Bastian, dia datang!, hati ku sangat senang saat melihat sosok pria itu yang berada dalam kerumunan orang.
Aku berlari kecil menuju ke arah Bastian, seketika langkah ku terhenti, ku lihat seorang wanita menggandeng tangan nya, ku pikir dia adalah teman nya Bastian.
"Hai nona Trish Jillian, selamat ulang tahun" kata Bastian sambil mengulurkan tangan nya yang berisi kado kecil berwarna merah dengan pita pink.
DEG..
Kata kata nya seolah tidak mengenal ku sama sekali, tapi aku berpikir bahwa dia sedang bercanda, tanpa basa basi aku langsung menanyakan siapa perempuan itu.
__ADS_1
"Emm, siapa perempuan itu?" tanya ku sedikit heran sambil menunjuk ke arah wanita yang menggandeng tangan Bastian.
Bastian tampak diam beberapa saat lalu menjawab, "Dia adalah tunangan ku" kata nya sambil menggenggam erat tangan wanita itu.
DEG
DEG
DEG
Hantaman yang keras, menusuk ke arah diri ku, ku lihat mereka, wanita itu tertawa, tanpa berpikir aku langsung berlari ke arah atas melewati tangga yang panjang.
Aku berlari terus, tak sengaja aku menyenggol pot bunga dekat kamar ku dan
PRINGGGGGGG
Pot itu pecah, tapi aku sama sekali tidak mempedulikan pot itu, aku terus berlari tak tentu arah.
BRUKKKKK
__ADS_1
Tanpa sengaja aku menabrak seorang laki-laki di depan ku, "Maaf, maaf kan aku" kata ku sambil menunduk kan kepala ku ke bawah.
Terasa ada tangan yang menyentuh lengan tangan ku, hangat. Ku naik kan wajah ku yang basah dengan air mata ke arah pria itu.