
"Sudah lah aku masih ada urusan.." kata Bastian yang merapikan pakaian nya yang tadi sedikit berantakan.
"Kau kau mau ke mana?" tanya ku sedikit heran, seketika wajah Bastian menjadi sedikit tersenyum.
"Apa kau takut akan merindukan ku nanti??" tanya Bastian yang menatap ku dengan lembut.
"Jangan banyak berpikir!" kata ku yang memalingkan wajah ku ke arah lain. Yang benar saja secara tiba tiba wajah ku memerah.
apa yang terjadi pada ku?!!!!?. batin ku yang terus bertanya pada diri ku sendiri.
"Ya sudah aku pergi dulu" kata Bastian yang mengecup kening ku dengan lembut membuat ku terhanyut dalam suasana itu.
"Baik lah aku akan menunggu mu pulang!" kata ku sambil tersenyum pada Bastian, Bastian membalas ku juga dengan senyuman nya.
tunggu dulu! sejak *kapan aku jadi se-perhatian ini pada nya*?!. batin ku yang tidak habis pikir kalau diri ku sudah tidak seperti biasa nya.
Tiba tiba saja ada teriakan seorang wanita dari luar kamar ku.
"K.....ku ku mohon tuan,,, lepas kan aku..." kata seorang wanita yang suara nya yang seperti nya di di siksa.
"Heh, berharap aku akan melepas kan mu?! mimpi kau?!!!" teriak seorang lelaki yang seperti nya sangat dekat dengan wanita itu.
siapa itu? mengapa mereka seperti nya sedang....., batin ku tidak berkata lagi, melainkan kaki ku lah yang langsung berjalan ke arah asal suara itu.
Seketika mata ku terbelalak yang melihat ada seorang laki-laki yang menjambak rambut wanita itu yang merangkak di depan nya.
"APA YANG KAU LAKUKAN?!" kata ku yang langsung menarik tangan laki laki itu sampai melepaskan tangan nya dari rambut wanita itu.
"Siapa kau?!" tanya laki laki itu yang melihat ke arah ku dengan mata nya yang sangat menyeramkan.
"Bi.. kau tidak apa apa kah?" tanya ku pada wanita yang ku tolong itu, wajah wanita itu sudah sangat pucat.
"A...a...aku ti....tidak a... apa apa nak" kata wanita itu dengan berusaha agar bisa berdiri.
"Mengapa kau melukai bibi ini?!" tanya ku pada seorang lelaki yang berdiri di depan ku ini. Tiba tiba terdengar sahutan dari bawah.
__ADS_1
"Suami ku apa kau di atas?" tanya seorang wanita yang asal suara nya sangat aku kenali, dia adalah ibu nya Bastian.
Aku melihat ada wanita yang naik ke atas dan menatap kami dengan wajah yang terkejut nya.
"A...apa ... apa yang kalian lakukan?" tanya mama nya Bastian yang menatap kami dengan sangat terkejut.
"Sudah lah aku tidak mau berdebat lagi dengan kalian!" kata pria itu sambil berjalan pergi ke arah satu kamar yang tidak jauh dari kami berdiri tadi.
"Apa kalian tidak apa-apa?" tanya mama nya Bastian yang khawatir pada kami.
"Bi...dia itu siapa?" tanya ku yang sedikit heran karena laki laki itu.
"Dia...dia...." kata Mama nya Bastian yang gugup sambil menatap ke arah lantai karena tidak ingin menjawab.
"Dia siapa bi?" tanya ku yang sudah tidak sabar karena laki laki sudah berani memukul perempuan.
dasar brengsek! lihat saja jika kau dan aku bertemu maka aku akan mencabut ginjal mu itu!. batin ku yang sangat emosi karena pria tadi.
"Dia suami ku Trish..." kata mama nya Bastian yang sedikit menatap ke arah ku, sontak aku terkejut karena jawaban dari mama nya Bastian.
"Iya nak..." kata wanita itu yang sudah sedikit tidak berdaya,
ba... bagaimana mungkin si gila itu adalah suami dari mama nya Bastian yang baik ini?!. tanya batin ku yang tidak terima karena pria tadi adalah suami nya bibi itu.
"Baik lah kalau tidak ada lagi yang mau kau tanya kan maka bibi akan membawa bibi Lian pergi untuk mengobati luka nya." kata mama nya Bastian sambil membantu bibi itu untuk berdiri dan berjalan ke bawah.
Aku berjalan ke arah lantai 3, di sana adalah tempat pelatihan karate milik Bastian, aku melihat lihat dari sudut ujung Sampai ujung depan.
"Ada anda perlu bantuan nona?" tanya seorang perempuan yang memakai baju karate,
"Iya! Apa kah aku bisa belajar karate di sini?" tanya ku yang agak sedikit ragu.
"Tentu saja karena anda adalah calon nyonya di rumah ini" kata perempuan itu sambil membungkuk kan badan di hadapan ku.
"Eh? tidak tidak mana mungkin aku.." kata ku yang sedikit terkejut karena jawaban dari perempuan itu.
__ADS_1
Sejak kapan aku akan menjadi nyonya di rumah mengerikan ini?!. Tanya ku sambil memakai baju karate yang di beri kan oleh perempuan tadi.
Untung nya ayah sudah pernah mengajarkan aku tentang karate jadi tidak heran jika aku bisa mengenali setiap gerakan yang di lakukan oleh perempuan yang mengajarkan aku karate kan. Kata ku dalam hati sambil meminum air dari botol Aqua yang tersedia di samping.
"Nona anda sangat hebat dalam karate" kata perempuan itu yang memuji kemampuan ku dalam karate.
"Ah itu bukan apa apa, hanya saja ayah ku sudah pernah mengajarkan aku tentang karate" kata ku yang menjelaskan mengapa aku bisa karate.
"Nona, sebaik nya anda membantu nyonya untuk menyiapkan makanan untuk keluarga nya tuan muda Bastian," kata perempuan itu yang membereskan semua perabot yang tadi kami gunakan.
"Umm, baik lah, aku pergi dulu" kata ku pamit pada perempuan yang masih membereskan benda benda itu.
"Baik nona" kata perempuan itu yang menoleh dan membalas ku dengan senyuman.
Aku berjalan ke arah bawah, lantai 1. Saat sudah sampai di dapur, aku melihat ada mama nya Bastian yang sedang memasak sesuatu di kuali.
"Hai bibi" sapa ku pada wanita yang ada di samping ku ini.
"Hai juga, ada apa kau datang ke dapur? apa kau lapar?" tanya bibi itu sambil menatap ku dengan lembut.
"Aku belum lapar bibi.. aku ingin membantu bibi di sini" kata ku sambil mengambil panci dan beberapa bawang merah.
"Tidak usah, biar bibi aja" kata bibi itu sambil merebut bawang merah dari tangan ku, aku berusaha merebut balik bawang itu.
"Tidak usah bi" kata ku sambil terus merebut paksa bawang merah dari tangan bibi itu.
"Tidak bibi aja" kata bibi itu sambil terus merebut paksa bawang merah dari tangan ku.
Tiba tiba saja sahutan seorang pria membuat kami terkejut dan tidak sengaja aku dan juga bibi itu saling menjatuhkan bawang merah itu ke lantai.
"Apa makanan nya sudah siap?" tanya seorang lelaki yang berjalan turun dari tangga, menuju ke arah dapur.
"Sebentar lagi!" jawab bibi itu sambil kembali' ke depan kuali dan memasak.
Siapa juga yang ingin berdiam diri? Aku pun langsung mengutip bawang merah yang jatuh tadi dan kembali memasak.
__ADS_1