AKU SEORANG AGEN...

AKU SEORANG AGEN...
ZEVANYA..


__ADS_3

saat aku duduk, aku heran kenapa mereka semua terdiam. "kalian kenapa?" tanya ku heran. "itu Trish si indah... " kata kata Hendra terpotong saat melihat si Kristina melihat nya. "apa si indah kenapa?" tanya ku mendesak tangan nya agar menjawab pertanyaan ku. "ah tidak ada" kata Hendra langsung menunduk setelah menjawab pertanyaan ku. aku heran mengapa kalian semua diam seperti ini. aku harus mencari tau apa yang terjadi

__ADS_1


bel pulang sekolah....

__ADS_1


biasa nya kalau aku pulang sekolah, aku selalu pulang naik angkot, sedang kan adik adik ku di jemput kakek. ya begitulah kalau mau jadi anak pertama, harus terus mengalah kepada adik adik nya. "kali ini aku akan pulang lewat gang aja kan lebih cepat sampai ke rumah." kata ku dalam hati. "eh itu si zevanya" kata ku dalam hati saat aku melihat zevanya masuk ke gang yang bisa di bilang gang itu adalah tempat perkumpulan preman. aku sih owh aja karena aku juga termasuk salah satu di antara mereka. aku mengikuti zevanya diam diam. seketika aku kaget karena melihat zevanya di hajar oleh banyak orang, yang lebih membuat ku kaget adalah ketika melihat Kristina yang memegang kayu yang panjang. "aku mohon Kristina jangan bunuh aku" kata zevanya terbata bata. "aku akan membunuh mu!!" teriak Kristina sambil mengangkat kayu itu ke atas, sontak aku kaget dan langsung berlari ke arah zevanya. brukkk... hantaman yang keras mengenai punggung ku. Kristina terkejut karena melihat diri ku yang dia pukul. "tri.. Trish?" tanya zevanya yang tenaga nya sudah tidak ada lagi. akhir nya zevanya pun pingsan. "kalian dasar pengkhianat!" teriak ku kepada orang orang yang berada di samping Kristina. "Trish... aku ngak bermaksud untuk mengkhianati geng kita." kata salah satu dari mereka. "kau bilang tidak mengkhianati geng kita?! lalu apa yang kalian lakukan sekarang?! kalian membantu Kristina dalam menjalankan rencana nya dan kalian memukul teman ku sampai pingsan!!!" teriak ku sambil menunjuk mereka semua, aku tidak tahan lagi.. emosi ku sudah memuncak. akhir nya aku menghabisi mereka satu persatu, tentu saja mereka tak melawan ku karena aku adalah ketua mereka. aku berhak untuk menghajar mereka semua. tapi aku tidak terlalu menyakiti mereka semua aku hanya memberikan sedikit luka pada bagian kepala mereka yang menyebabkan mereka pingsan. "sekarang tinggal kita berdua di sini!" kata ku dengan menggenggam erat kayu di tangan ku. "ayo maju lah" kata ku menantang Kristina. Kristina maju dengan mengangkat kayu itu ke arah perut ku. brukkk... tak sempat memukul ku aku sudah melayang kan kayu yang dari tadi ku genggam di tangan ku ke arah kepala nya. "akhir nya kau pingsan.." kata ku sambil mengambil handphone dari saku rok ku. tidak ada yang tau kalau aku selalu membawa handphone ku ke sekolah. aku menelepon keluarganya zevanya agar datang ke gang ***, setelah menelpon keluarga nya zevanya aku menunggu keluarga nya datang. setelah keluarga nya zevanya datang mereka pun membawa zevanya ke rumah sakit untuk mengobati luka nya. "halo nek tolong berikan panggilan ini untuk bi angel." kata ku dan mendengar suara ni angel memanggil. "iya Trish ada apa?" tanya bi angel. "tolong bi bawa kan mobil untuk menjemput semua Anggota geng kita. mereka ku pukul sampai pingsan." jelas ku di telpon. "baik lah di gang itu kan" tanya bibi Angel. "iya" jawab ku singkat.

__ADS_1


__ADS_2