AKU SEORANG AGEN...

AKU SEORANG AGEN...
MANDI BERDUA...


__ADS_3

Aku dan bibi memasak dengan sangat cepat, kira kira ada 45 menit kami memasak makanan yang akan di hidang kan.


"Bibi aku akan meletakkan makanan ini di atas meja ya Bi" kata ku sambil memegang dua piring yang berisi lobster asam pedas dan juga udang rebus yang tersusun rapi.


Aku berjalan ke arah meja makan dan meletakkan makanan di atas meja, lalu kembali lagi ke arah dapur untuk mengambil makanan berikut nya. Siapa sangka aku akan melihat adegan di atas +18 tahun?.


A...apa yang sedang mereka lakukan? astaga sebaik nya aku pergi saja dari sini!. kata batin ku yang langsung berlari menuju ke ruang tamu,


brukkkkk.....


Aku menabrak seorang pria yang baru saja masuk ke dalam rumah dengan memakai jas hitam.


"Ma... maaf" kata ku yang meminta maaf tanpa memandang ke arah wajah pria itu.


"Hei kenapa kelinci kecil ku ada di sini?" tanya pria itu sambil mengelus elus rambut ku.


Jangan bilang kalau dia adalah si monster bermuka dua itu!. Kata batin ku yang berdoa agar bukan Bastian yang ada di hadapan ku.


"Ayo kita pergi makan aku sudah sangat lapar" kata pria itu sambil menarik tangan ku ke arah meja makan.


Ternyata dia... untung nya dia sudah tidak se-mesum kemarin, terima kasih atas bantuan mu Tuhan!. batin ku yang sedikit lega.


Kami makan dengan tenang sedang kan aku yang dari tadi merasa tidak enak adalah, ketika Bastian yang terus melihat ku saat sedang makan.


Apa dia tidak ada kerjaan lain selain terus melihat ke arah ku?. tanya ku dalam hati sambil terus menguyah udang rebus ku di dalam mulut.


"Bi... saya ke toilet dulu" kata ku sambil pamit dan langsung berjalan ke arah kamar mandi,


ayah....aku merindukan mu! mengapa kau pergi begitu cepat?!. tanya batin ku yang menangis dalam diam, aku tidak ingin satu orang pun melihat ku menangis.


"Trish?." tanya seorang laki laki yang membuat ku terkejut dan langsung mengelap air mata ku yang menetes tadi.

__ADS_1


"Nga... ngapain kau datang ke sini?" tanya ku yang langsung berdiri dan berjalan mundur.


"Mengapa kau menangis?" tanya Bastian pada ku yang berjalan mendekat ke arah ku dan memegang pipi ku dengan tangan nya.


"A...a..aku tidak apa apa" kata ku gugup sambil melihat ke arah lain.


"Apa kau merindukan seseorang? atau keluarga mu?" tanya Bastian yang memegang dagu ku yang langsung menghadap ke arah wajah nya.


"Ya, aku merindukan keluarga ku juga ayah ku" kata ku yang langsung menghadap ke arah lain, aku menangis lagi.


"Shhh, tenang lah ada aku disini" kata Bastian yang memeluk ku, aku yang menghadap nya dan pas-pasan wajah kami berhadapan.


"Aku akan mengantar mu pulang besok, tenang lah..." kata Bastian yang mengecup kening ku dengan lembut.


"Hmm" kata ku yang terhanyut dalam suasana, kami berdua tidak tau mau ngapain di dlm kamar mandi jadi ya kami langsung keluar.


"Aku akan mandi dulu" kata ku yang sudah sampai di kamar Bastian, ya.. kamar nya kan ada baju ku jadi tidak heran dong kalau aku mandi di dalam kamar nya.


"Mengapa kita tidak mandi berdua saja?" tanya Bastian yang menatap ku sambil tersenyum.


Dasar... aku juga tidak mau mandi dengan mu!. kata ku dalam hati sambil mengambil sabun dari samping ku, aku mandi di dalam bak.


Click, suara pintu terbuka,


"Siapa?!" teriak ku yang langsung menutup sebagian tubuh ku dengan tangan ku.


"Masih nanya siapa aku?" tanya Bastian yang masuk ke dalam kamar mandi dengan memakai handuk setengah badan, membiarkan dada nya terbuka.


wah.... bagus juga bentuk tubuh nya, eh tunggu dulu! apa yang kau pikir kan Trish?!! sadar lah!. batin ku yang langsung memalingkan wajah ku ke arah lain.


Tidak ku sangka, Bastian langsung masuk ke dalam bak mandi bersama ku, aku terkejut dan langsung menjauh menyudutkan diri ku ke arah sudut bak mandi.

__ADS_1


"Kenapa kau menjauh?" tanya Bastian yang terus menatap ku, Bastian dengan cepat menarik tangan ku sehingga aku langsung jatuh di dalam pelukan nya.


"A...apa yang kau lakukan??" tanya ku yang berusaha melepaskan diri dari pelukan nya itu.


aku harus melakukan sesuatu kalau tidak aku akan mimisan lagi nanti!. kata ku dalam hati Sambil terus meronta.


"Apa kau ingin melakukan hubungan suami istri di sini?" tanya Bastian dengan nada yang penuh nafsu nya.


"Jangan mimpi kau!" kata ku sambil meronta ingin di lepas kan, malahan Bastian langsung mendekap ku sekuat tenaga nya,


astaga!!! ayah tolong aku ini sangat sakit!!. batin ku yang meminta tolong agar seseorang masuk dan memarahi si gila ini.


"Gosok kan punggung ku!" kata Bastian yang melepas kan tangan nya yang memeluk ku dengan kuat tadi.


Aku mematung sebentar dan langsung mengambil handuk dan melilit kan handuk itu ke tubuh ku dengan kuat agar tidak jatuh.


"Untuk apa kau menutup nya lagi, aku kan sudah pernah melihat nya" kata Bastian sambil mengangkat kedua bahu nya.


Seketika aku merona merah karena ucapan nya itu, bagaimana tidak? dia kan pernah hampir memaksa ku untuk berhubungan intim dengan nya.


"Cepat gosok punggung ku" kata Bastian yang membuat ku tersadar dari lamunanku. Aku berjalan ke arah belakang bak mandi yang punggung nya Bastian bersandar.


"Aku sangat ngantuk" kata ku yang langsung merebahkan diri di kasur dengan masih mengenakan handuk untuk menutupi seluruh tubuh ku.


"Apa kau sedang menggoda ku?" tanya Bastian sambil berjalan keluar dari kamar mandi, sontak aku langsung berdiri dan mengambil pakaian ku.


Cup..


Sebuah ciuman mendarat di bibir ku dengan lembut, aku langsung mendorong Bastian agar menjauh, tiba tiba saja pipi ku langsung merona merah.


astaga, ciuman ke tiga ku!!!. apa semua ciuman ku di ambil oleh nya?!. ciuman pertama ku? ciuman kedua ku? dan sekarang ciuman ke tiga ku!??.batin ku yang langsung berlari ke arah kamar mandi sambil mengambil pakaian.

__ADS_1


"Jangan lama lama kau di kamar mandi aku aku akan masuk lagi!" kata Bastian dari luar yang membuat ku langsung memakai semua pakaian ku dan langsung keluar.


"Sudah! sana kau lagi yang harus mengganti pakaian!" kata ku sambil berjalan ke arah depan cermin.


__ADS_2