
Kami masuk dan mendapati nenek yang sedang tertidur pulas di kursi goyang. Kami berdua juga dengan doggy pelan pelan melewati nenek karena bangku nenek yang menghalangi jalan ke belakang.
"Pelan pelan" kata ku pada Riana yang tidak sengaja menendang botol Aqua yang tergeletak di lantai.
"Baik" kata Riana sambil terus berjalan di Belakang ku. Astaga kami sudah seperti pencuri yang menyelinap masuk ke rumah sendiri.
"Huhhhh" kata ku sambil menarik napas panjang.
"Aku mandi dulu ya" kata ku pada Riana sambil memberikan doggy pada nya.
"Baik lah ku akan menjaga doggy di sini!" kata Riana sambil mengambil doggy. Aku langsung mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
30 menit kemudian....
"Sejuk nya air tadi" kata ku sambil mengelap rambut ku dengan handuk agar cepat kering.
"Kau ini lama sekali kau mandi! serasa udah 1 abad kau mandi!!" kata Riana yang menatap ku dengan sangat menyeramkan.
"Aku akan pergi memasak dulu! kau mandi lah aku akan pergi masak bye!" kata ku sambil mengambil doggy dari Riana dan pergi ke arah dapur dan memasak.
selesai memasak...
"Harum sekali!!" kata ku sambil menatap ke arah makanan yang aku masak tadi, tidak buruk juga sih aku masak, untung nya tadi sayur bayam yang aku masak tidak gosong!.
Aku dan Riana makan siang bersama, ya meski cuman berdua tapi menyenangkan.
"Apa kah kau tidak mau pulang ke rumah mu?" tanya ku setengah menguyah nasi di Mulut ku. Riana diam tidak menjawab pertanyaan ku.
"Keluarga ku.... keluarga ku sudah meninggal, tidak ada lagi yang tersisa." kata Riana yang menangis dan air mata nya jatuh ke dalam nasi.
__ADS_1
"Apa kau mau tinggal di sini bersama ku!" kata ku sambil menggenggam erat tangan Riana.
"Kau yakin?" tanya Riana yang menatap ku dengan mata nya yang sudah basah karena air mata nya yang dari tadi menetes.
"Iya!" kata ku sambil tersenyum pada nya.
"Tapi..tapi bagaimana dengan keluarga mu?" tanya Riana yang takut karena keluarga ku adalah keluarga Mafia dan preman', jadi wajar saja kalau Riana takut terjadi apa apa pada nya.
"kami akan menerima mu sebagai keluarga!" teriak keluarga ku dari belakang Riana yang membuat ku tersedak sayur bayam yang tadi ku kunyah.
"BISA KAH KALIAN TIDAK BERTERIAK SEHARI SAJA?!?!!" teriak ku yang langsung meminum air yang ada di samping piring ku tadi. Setelah meminum air putih itu aku melihat Rocky yang menjulur kan lidah nya ke arah ku, siapa yang mau di julur kan lidah sama orang? apa lagi kalau keluarga sendiri?!
aku langsung mengejar Rocky sampai melewati kuburan yang di dekat rumah kami, siapa yang memikirkan hal itu? kami berkejar kejaran sampai 2 jam ke depan.
"A..ak..aku ca...capek!!" kata ku yang langsung duduk di batu besar di sebelah aku berdiri tadi.
"Maka nya kalau mau kejar aku latihan lari dulu!!" kata Rocky yang menjulur kan jempol nya ke bawah.
"Apa kalian sudah puas kejar kejaran nya?!" tanya nenek ku sambil memasang wajah yang sangat menyeramkan, seketika aku dan Rocky langsung berlari ke atas dan langsung mengunci pintu kamar. Setiap kali nenek akan marah maka saat itu lah kami akan langsung lari terbirit-birit ke arah kamar.
MAKAN MALAM.....
"Ayo semuanya makan!!" Terdengar suara nenek yang memanggil kami dengan suara yang sangat keras. Kami langsung berlari sampai paman Toni jatuh dari tangga, tapi demi makan malam, dia langsung bangkit dan terus berlari ke arah meja makan dan menjadi orang pertama yang duduk di bangku meja makan.
"Udah jatuh masih sanggup lari rupa nya.." kata ku sambil mengambil bangku yang tersedia di depan meja makan.
"Tumben seharian ini aku tidak melihat anak sialan itu?!" kata bibi Angel yang mengambil piring dan kembali ke tempat duduk nya.
"Iya dia kemana emang nya?" tanya paman Toni yang melihat ke sana dan sini, mencari dimana si gadis pembuat masalah itu.
__ADS_1
"Waktu dia ada di sini.. si Trish yang menghantam nya, sekarang dia ngak ada di sini kalian malah mencari nya, heh.. dasar kalian!!" kata nenek ku sambil membawa ikan goreng ke meja makan.
"Itu lah, paman sama bibi sama aja!" kata Rocky sambil mengambil nasi dari bakul nasi.
"Nama nya juga Abang adek.." kata ku sambil mengambil ikan goreng ke piring ku yang sudah aku isi dengan nasi dari tadi.
"Bilang sekali lagi;!" kata bibi Angel yang wajah nya sudah merah padam pertanda bahwa dia sudah sangat marah.
"****** kalian berdua!" kata Albee yang menunjuk ke arah aku dan Rocky, kasak mana ngak ******? bibi Angel kalau lagi marah bisa bisa kami yang di suruh buat ngerjain pekerjaan rumah seharian.
"Kalian mau makan atau mau berkelahi?!?!" tanya nenek yang memasang wajah yang lebih menyeramkan, kami terdiam dan langsung mengambil lauk dan makan dengan cepat.
SELESAI MAKAN....
"Rin aku mau ke toko bentar kau mau ikut ngak?" tanya ku pada Riana yang sedang membersihkan meja makan dengan lap.
"Iya aku mau ikut tapi tunggu bentar ya, meja makan nya hampir bersih" kata Riana sambil terus mengelap meja makan itu. Selesai mengelap meja makan kami berdua langsung pergi ke toko untuk membeli buku buku untuk di baca.
"Rin kita pulang lewat gang ini aja kan lebih dekat" kata ku sambil menunjuk ke arah satu gang yang gelap gulita.
"Baik lah, apa kau merasa takut sampai kau memilih untuk jalan di gang?" tanya Rin pada ku yang berjalan ke arah gang itu.
"Tidak untuk apa aku takut?" kata ku sambil berjalan ke arah gang itu sambil menggenggam tangan Riana. Saat kami sudah di pertengahan gang itu ada seseorang yang memukul ku dari belakang yang membuat ku hanya bisa mendengar suara Riana yang perlahan menghilang.
Saat aku bangun,,, aku melihat Riana yang tidak sadar kan diri dalam keadaan duduk juga dengan tangan nya di ikat ke belakang, aku mencoba mendekati Riana dengan menggerak-gerakkan kursi agar bisa mendekat dengan kursi Riana.
"Rin Rin bangun Rin!!!" kata ku sambil menendang kursi yang di duduki oleh Riana. Riana yang belum sadar kan diri tiba tiba saja ada seorang laki laki yang masuk ke ruangan.
"Sudah bangun ya?" tanya seorang laki laki yang asal suara nya sangat aku kenali.
__ADS_1
"Bastian?!?" tanya ku sambil melihat dengan jelas siapa yang ada di depan mata ku ini. Bastian, dia adalah orang yang pernah aku tolak waktu kelas 6 SD dulu, ya alasan nya sih karena aku sudah suka dengan orang lain.