
biasa nya anak seumuran adek ku akan sangat takut dengan darah, tapi adik ku yang satu ini sangat lah aneh! "apa kau tidak takut sama darah?" tanya ku sambil memandang wajah adik ku, Vincent. "tidak aku kan udah terbiasa lihat psikopat bunuh orang.." kata Vincent santai dan berusaha menyesuaikan langkah kaki nya dengan kaki ku. "kau nonton film psikopat?!" tanya ku sambil meninggi kan nada suara ku. "ya aku dan Vincent sering menonton nya di televisi waktu jam 12 malam Abang Rocky yang ajak" kata Albee yang menunjuk kan wajah tidak berdosa nya. aku mengamuk dari belakang, seperti ingin mencekik leher adik ku, Rocky. Rocky langsung lari terbirit-birit karena aku langsung meneriaki nya dari belakang.
__ADS_1
saat makan siang.....
__ADS_1
"ayo semua nya makan!!!" teriak nenek yang sedang menghidangkan makanan di atas meja. Albee langsung sampai duluan di meja makan. "nenek... mana bubur?" tanya adik perempuan ku. "ini..." kata nenek ku sambil memberikan semangkuk bubur yang masih panas ke hadapan adik ku dengan mangkuk kecil yang berisi labu goreng. "yey makan labu goreng!" teriak Albee senang. aku sampai dengan menggendong adik ku, Vincent di punggung ku. "ayo turun!" kata ku sambil menurunkan Vincent dari punggung ku. yang di suruh langsung turun dan berlari ke arah meja makan dengan sendok di tangan. "nenek bubur..." kata vincent dengan wajah yang sangat ampuh membuat orang lain yang melihat nya langsung meleleh. wajah nya sangat lah empuk apa lagi kalau lagi makan. uhhh gemas jadi nya. nenek memberikan semangkuk bubur yang panas dengan semangkuk telur dadar. "yey telur dadar!!" teriak adik ku yang satu ini. nenek menyiapkan beberapa piring nasi dan meletakkan nya di atas meja. "hari ini kita makan apa?" tanya paman Toni yang langsung menyimpan handphone nya ke saku celana saat mendengar bahwa nenek menyuruh nya makan. begitu lah keluarga ku sungguh ramai dengan pernak pernik sifat bawaan. kami makan dengan sangat nyaman karena ada paman Toni yang selalu membawa candaan ketika sedang makan. setelah makan. kami langsung pergi tidur. tidak ingin mengurus urusan apa lagi.
__ADS_1
tiba tiba handphone ku berdering... "halo?" kata ku yang masih setengah ngantuk. "halo Trish? ini aku Mirna! tolong kau segera ke sini, terjadi masalah di markas!!" teriak Mirna yang sedang khawatir. aku langsung beranjak pergi dengan membawa beberapa alat alat untuk ku bawa ke sana. aku pergi lewat jendela, turun ke atap rumah rumah lain. setelah sampai di markas ku... "apa yang terjadi?" tanya ku yang melihat Mirna dalam keadaan terikat dan beberapa pengawal kami sudah terluka parah. "me....mere... mereka membawa pergi obat yang sudah kita buat dan kita coba berkali kali" kata Mirna dalam keadaan luka di bagian dada nya. Mirna yang sekarang sudah tidak seperti biasa nya. aku langsung memanggil ambulans ke markas ku. markas yang aku buat ini sudah di ketahui oleh pihak polisi tapi aku menyuruh mereka untuk tutup mulut, kalau tidak mau berurusan dengan kakek ku, karena kakek ku seorang ketua Mafia. saat aku di rumah sakit dengan menunggu hasil yang akan membuat ku terkejut karena Mirna sedang tidak sadarkan diri. aku melirik hp ku yang ternyata sudah jam 2 pagi. aku memang ngantuk, tapi aku harus terus menjaga Mirna.
__ADS_1