
setelah mengunci kamar ku itu, aku langsung mencari anjing yang kutemukan kemarin.
"doggy...doggy" panggil ku yang melihat kosong tempat tidur ku dan tidak menemukan anjing ku itu.
"gug gug" tiba tiba saja sahutan itu membuat ku menoleh ke arah belakang.
"hai doggy..." kata ku sambil mengangkat anjing ku itu ke atas kasur. "huh... imut kali kau!!" kata ku sambil memegang perut nya.
makan malam......
"wow, enak sekali ni makanan nya" kata paman Toni yang langsung duduk dekat dengan kakek.
"bagaimana ngak enak, kan ada jagung rebus maka nya di bilang enak" kata bibi Angel dengan nada menyebalkan nya.
"suka suka ku!!" balas paman Toni yang menjulur kan lidah nya ke arah bibi Angel.
Bibi Angel tidak diam! dia langsung mengambil sendok kecil dan melemparkannya ke arah paman Toni, dan TUKKK, lemparan yang keras mengenai kepala paman Toni, dan perkelahian pun terjadi di meja makan :^
"KALIAN BERDUA!!! JIKA SEKALI LAGI BERKELAHI, MAKA KALIAN TIDAK AKAN MAMAK KASIH MAKAN SELAMA 3 HARI!!!" teriak nenek ku yang sudah muak dengan tingkah mereka itu.
paman Toni dan bibi Angel pun terdiam. setelah itu kami makan tapi tidak ada canda dan tawa lagi karena bibi Angel dan Paman Toni berkelahi tadi.
Minggu, pagi hari nya.......
"pagi nek.." sapa ku pada seorang wanita paruh baya yang sedang memasak.
"pagi juga..mana paman dan bibi mu?" tanya nenek pada ku yang tidak mendapati kedua anak nya yang berkelahi semalam.
"entah lah, aku juga tidak tau, aku ngak mau ikut campur urusan mereka, nanti aku pula yang jadi sasaran mereka!" kata ku sambil berjalan mendekati nenek ku yang sedang memotong bawang merah.
"kau ngak ada kerjaan ya?" tanya nenek ku sambil menatap ku dengan mata nya.
"ngak ada nek" kata ku singkat sambil menjaga jarak, karena bawang merah itu.
__ADS_1
"kalau ngak ada, ini nah nenek kasih kamu kerjaan" kata nenek ku sambil memberikan dua bawang merah dan pisau kepada ku.
"eh...." kata ku yang langsung terkejut, aku tidak mau motong bawang merah lagi, karena itu bisa buat mata ku perih!!!!
"udah potong aja" kata nenek ku yang berjalan ke arah kuali dan mengaduk aduk ikan yang tadi di masak.
aku pun ber-yaa, tidak punya pilihan lain, ya sudah aku potong aja. hiks hiks, mata ku keluar air karena keperihan yang di sebabkan oleh bawang merah itu!!.
"hai anak ku..." sapa seorang wanita yang tiba tiba masuk ke dalam rumah nenek.
"untuk apa kau datang ke sini?!" tanya ku yang meninggi kan nada suara ku pertanda tidak suka akan kehadiran wanita itu di sini. ya benar, itu adalah ibu ku, ibu yang sudah ku anggap mati di dalam hati ku!
"apa kau tidak rindu dengan ku?" tanya nya sambil menggendong bayi yang kira kira baru sebulan, dan ada anak seumuran dengan ku di samping nya, kayak nya sih dia lebih muda dari ku.
"ini adalah adik adik mu.." kata nya sambil melihat ke arah anak perempuan di samping nya itu.
"hah?! aku ngak salah dengar?! adik? sejak kapan aku punya adik lagi?! adik ku cuman 3, dan itu adalah Rocky, Albee, dan Vincent!! aku ngak punya adik lagi!!" kata ku sambil menatap tajam anak perempuan itu.
"siapa juga yang mau punya kakak sialan seperti mu!???!!" kata gadis perempuan itu sambil memoyongkan mulut nya.
"Heleh hanya lebih tua 1 tahun aja bangga.." kata nya sambil balas berkacak pinggang seperti ku.
"dari pada kau... anak ngak tau diri aja sombong, emang kau ngak di ajar apa sama bapak kau itu, sopan santun?!" balas ku tertawa meremehkan nya.
"aku masih punya bapak, dari pada kau yang bapak nya udah mati!!!" kata nya sambil tertawa.
aku tidak lagi menahan sabar hingga akhir nya dia menyebut nama ayah ku!!. aku tidak mau ayah ku di hina oleh anak sialan ini!
"APA KAU BILANG?!!!???!!" tanya ku yang langsung menarik kerah nya sampai naik ke atas.
"AKU BILANG BAPAK KAU ITU UDAH MATI!!" teriak nya sambil meronta ingin turun.
"JIKA DI NEGARA INI TIDAK ADA HUKUM MAKA AKU AKAN MEMBUNUH MU SEKARANG JUGA!!!!" kata ku yang langsung melepas kan kerah nya dan mendorong nya sampai jatuh ke bawah.
__ADS_1
semua keluarga ku langsung keluar karena teriakan ku itu.
"kak siapa dia?!" tanya adik ku Rocky yang menunjuk ke arah anak sialan tadi yang ku jatuh kan.
"anak yang di pungut sama wanita itu" kata ku sambil menghembus hembuskan udara ke tangan ku.
"Ooo, jadi kamu yang di pungut sama wanita itu" tanya adik ku Rocky yang berjalan ke arah gadis perempuan itu dan menunjuk ke arah wanita yang menggendong bayi di tangan nya itu.
gadis perempuan itu langsung bangun dan mendorong Rocky sampai jatuh ke tanah. aku yang melihat kelakuan nya itu tidak tinggal diam, tangan ku masih memegang pisau di tangan ku. aku berlari dan menjulurkan pisau ke hadapan gadis perempuan itu
"jangan menyentuh adik laki laki ku dengan tangan kotor mu itu!!!" teriak ku sambil menggores kan pisau itu ke tangan nya hingga mengeluarkan darah.
"apa yang kau lakukan???!" teriak laki laki yang langsung berlari dan mendirikan anak perempuan nya itu.
"apa kau tidak lihat?? aku ingin membunuh anak yang tidak tau diri ini!!" kata ku sambil membantu adik ku untuk berdiri.
"jaga kata kata mu itu!!!" teriak laki laki itu sambil menghentakkan kaki nya ke lantai.
"jangan sok keras kau!!!" teriak paman Toni yang maju ke depan, menghalangi dia untuk berjalan ke dalam.
"atas izin siapa kau masuk ke rumah ini?!" tanya bibi Angel yang langsung mengambil pedang kesayangan nya dan menghalangi mereka untuk masuk ke rumah.
"sudah lah kalian ngak usah berurusan dengan dia, angel bersih kan satu kamar untuk mereka" kata nenek ku yang balik memasak lagi.
"tapi Mak...." kata bibi Angel terpotong saat nenek menatap nya dengan tajam.
"apa yang mamak bilang kau tidak dengar ya?!" tanya nenek ku dengan penuh emosi. kami semua langsung pergi, dan aku kembali ke tempat ku memotong bawang merah tadi.
setelah sarapan nya jadi......
"ayo semua nya makan!!!!" teriak ku sambil membantu nenek membawa piring ke meja makan. saat kami semua sudah berkumpul di meja makan, tiba tiba saja keluarga yang sok sok'an itu bergabung dengan kami di meja makan.
"siapa yang memperbolehkan kalian bergabung dengan kami di sini?!" tanya bibi Angel tidak senang.
__ADS_1
"sudah lah angel!" kata nenek ku lagi lagi membuat kami semua terdiam, dalam keluarga nenek lah yang menentukan siapa yang boleh makan dan tidak.
"lihat tu nenek saja tidak masalah" kata gadis perempuan itu sambil menarik bangku untuk duduk.