
"Kenapa?! kau terkejut?! masih ingat bagaimana kau menolak ku dulu??" kata Bastian sambil mengangkat dagu ku.
"Apa yang kau lakukan brengsek?!" kata ku yang menggigit tangan Bastian dengan keras.
"Aaaaaaaaa!!! Dasar kau cewek ******!!" teriak Bastian yang menampar pipi ku dengan keras.
"Kau akan lihat bagaimana aku akan membuat mu tersiksa dengan ini!!" kata Bastian sambil mengeluarkan collar dari saku celana nya.
"Tidak jangan pasang kan itu tidak!!!" teriak ku yang meronta saat Bastian memasang kan collar itu di leher ku. Percuma saja aku meronta tapi collar itu tetap terpasang juga di leher ku.
"Kita hidup kan ya" kata Bastian sambil memegang remote kecil di tangan nya.
"Tidak aku mohon jangan hidup kan!!!" kata ku sambil meronta, tapi hasil nya tidak lah sama, Bastian menghidupkan collar itu dan membuat leher ku yang di pasang collar tadi mencekik kuat leher ku dan membuat ku terjatuh dari kursi.
"A.. AAAAAAAAA A...AKU MOHON ...MAT.. MATI KAN COLLAR NYA!!!!!" kata ku yang terus menahan sakit karena leher ku tercekik oleh collar itu.
"Akan aku mati kan jika kau mau menjadi pacar ku!!" kata Bastian dengan menatap wajah ku yang sudah pucat, mau tidak mau aku terpaksa mengiyakan permintaan Bastian.
"Ba....baik aku.....aku mau....!!" kata ku yang setengah sadar, dan sekarang sudah terasa Collar itu sudah kembali ke ukuran semula nya. Aku hampir saja mati!.
"Baik lah kalau begitu kau berdiri!" kata Bastian sambil melepaskan tali yang mengikat tangan ku tadi.
"Ayo aku akan membawa mu ke dapur kita makan sama sama!" kata Bastian yang menarik tangan ku dengan keras.
"Bastian aku mohon! bawa Riana pulang ke rumah ku dulu! kalau tidak keluarga ku akan khawatir!" kata ku yang menahan tangan Bastian.
"Bukan nya dia sudah keluarga? bukan nya keluarga nya sudah habis di bunuh?" tanya Bastian dengan nada mengejek.
Siapa yang tidak tau Bastian? dia adalah anak dari seorang pria yang begitu kaya juga terkenal sebagai pembunuh ter-sadis di negara ini.
__ADS_1
"Ba...bagai....bagaimana kau bisa tau?!" tanya ku tidak percaya bahwa orang seperti dia ini bisa tau tentang gadis ini.
"Karena aku yang telah membunuh keluarga nya!!!!" kata nya sambil menatap remeh ke arah Riana yang masih tidak sadar kan diri.
"Apa yang kau bilang ka..kau membunuh keluarganya?!!" tanya aku yang tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bastian, emang aku tahu sih si Bastian itu memang seorang psikopat tapi tidak perlu juga kali membunuh satu keluarga, apa lagi itu adalah keluarga nya si Riana, dia sangat sedih karena pembunuhan yang terjadi pada keluarga nya tapi si brengsek ini!!! sama sekali tidak punya perasaan!!.
"Tidak peduli apa pun yang kau lakukan sekarang pulang kan Riana ke rumah ku ku mohon Bastian!!!" kata ku sambil menunjuk kan wajah yang memeras.
"Baik lah aku akan memulangkan dia ke rumah mu! tapi bilang kalau kau tidak ingin pulang dan menginap di rumah teman mu!!' kata Bastian sambil mengeluarkan handphone dari saku celana nya, lalu memberikan nya pada ku.
"Ha...halo..???" kata ku pada orang yang ku telpon, orang yang aku telpon tidak lain adalah bibi Angel, dia yang paling mengerti aku.
"Halo bibi aku hari ini tidak pulang ke rumah ya aku nginap di rumah teman aku" kata ku sambil menggenggam handphone itu dengan erat di tangan ku. Terdengar sahutan dari seberang sana.
"Tapi kau kenapa tiba tiba mau nginap di rumah teman mu?" tanya bibi Angel yang sudah tau aku dalam masalah.
"Aku...aku..." kata kata ku terpotong saat melihat ke arah Bastian yang menatap ku dengan tajam.
"Baik lah bibi akan segera ke sana kau tenang lah, bibi akan segera ke sana!" kata bibi Angel pelan.
"Baik lah bi sampai jumpa" kata ku yang segera menutup telpon nya. Bastian langsung merebut telpon itu dari tangan ku.
"Fadel!!" teriak Bastian yang memanggil teman nya dengan suara yang keras, membuat ku terkejut.
"Apa?! setiap hari kerja mu hanya teriak aja!!" kata teman nya Fadel yang datang dari ruangan lain.
"Aku serah kan gadis ini pada mu! kau jaga baik baik!!" kata Bastian yang menunjuk ke arah Riana.
"Apa kah aku boleh...." tanya Fadel dengan maksud tertentu pada Bastian.
__ADS_1
"Terserah pada mu" kata Bastian yang menarik tangan ku dengan cepat agar aku keluar dari ruangan itu.
"Sakit!!" kata ku yang berusaha melepaskan tangan ku dari cengkeraman tangannya Bastian.
"Ayo lah aku hanya ingin mengajak mu pergi ke kamar ku!" kata Bastian yang terus menarik tangan ku dengan kasar.
"Apa kau suka dengan kamar ini?" tanya Bastian pada ku yang membuka pintu kamar berwarna merah itu. Dalam nya tidak ku sangka!
"Kau? kau yang menyusun Semua ini?!" tanya ku tidak percaya dengan apa yang aku lihat, kamar itu di penuhi dengan banyak gaun juga baju yang indah.
"I...ini adalah baju yang baru di buat oleh Chen Long Fei yang berasal dari China!" kata ku yang langsung masuk dan pergi ke arah gaun gaun itu, ternyata salah satu merek dari baju itu adalah merek yang baru keluar dan harga nya pasti mahal.
"Asal kan kau suka, maka aku akan memberikan semua nya pada mu!" kata Bastian yang memeluk pinggang ku dari belakang.
"Lepas kan Bastian!" kata ku yang sedikit terganggu dengan tingkah laku Bastian.
"Apa kau tidak mau membalas Budi ku ini??" tanya Bastian yang nada nya sangat lah aneh.
"Ya makasih untuk semua ini" kata ku sambil menatap ke arah nya. Jarak antara wajah kami berdua terlalu dekat!. O////O
"Kata makasih aja tidak cukup!" kata Bastian yang memeluk pinggang ku dengan erat membuat wajah kami berdua semakin dekat, dan cup, kami berdua berciuman,
"Hmmhmmm!!!" kata ku sambil berusaha melepaskan diri dari pelukan Bastian.
"Kau sungguh enak!" kata Bastian yang menatap ku dengan penuh nafsu.
"Jangan macam macam dengan ku Bastian!!" kata ku yang menjauh dan terjatuh di atas kasur yang lembut.
"Emang kalau aku macam macam emang nya kau mau apa?!" tanya Bastian yang perlahan membuka kancing baju bagian atas nya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan Bastian?!!!" tanya ku yang langsung menutup mata saat Bastian yang sudah membuka baju nya dan membiarkan diri nya bertelanjang dada.
"Kita akan membuat sesuatu yang menarik!" bisik Bastian pada telinga ku. Apa yang dia maksud? membuat sesuatu?! apa dia gila?!