
Bastian yang langsung pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian, sedang kan aku berjalan ke depan cermin, aku melihat wajah ku sendiri,
wajah ini, tatapan ini, senyuman, semua nya ku benci!!!. batin ku yang menghentak tangan ku di atas meja rias.
Aku benci diri ku sendiri!!. wajah yang mirip dengan ibu..., tatapan, senyuman, semua nya mirip dia!. Aku berteriak dalam diam.
"Ayo tidur kata nya udah ngantuk" kata Bastian yang membuat ku sadar dan langsung berjalan ke arah sofa.
"Ngapain kau di sana?" tanya Bastian yang menatap ke arah ku yang duduk di atas sofa.
"Tidur lah ngak mungkin mau main kan" kata ku sambil merebahkan diri di atas sofa, empuk.
"Tidur di sini, bukan di situ" kata Bastian sambil berjalan ke arah ku, aku acuh tak acuh pun langsung memejamkan mata ku.
kok terasa di udara ya,,. Batin ku sambil membuka mata ku, ternyata Bastian menggendong ku ke kasur.
"Dasar kelinci hitam, aku akan memakan mu nanti" kata Bastian sambil mengecup kening ku dengan lembut.
Ciuman selamat malam kah?. tanya batin ku, aku membuka sedikit mata ku untuk melihat apa kah dia ada di samping ku atau tidak.
Saat membuka sedikit mata ku, aku sontak terkejut karena Bastian terus menatap ku,
astaga Tuhan,, anak ini apa kah dia salah obat? jarak ini sudah sangat dekat. batin ku sambil menutup mata ku dengan erat.
Skip lah, ke-esok kan hari nya...
"Ma... aku antar trish pulang dulu" kata Bastian yang sudah memakai jas hitam sambil berjalan ke bawah, aku mengikuti nya dari belakang.
"Baik lah, bawa kendaraan nya yang hati hati!" kata mama nya Bastian sambil berjalan ke arah ku.
"Suatu hari pasti kau akan menjadi menantu ku dan memberikan cucu yang banyak pada ku." kata mama nya Bastian sambil memegang kedua pipi ku.
A...apa yang dia bilang? menantu? cucu? astaga Tuhan mana mungkin aku menikah dengan anak nya yang sekejam iblis itu?. tanya ku dalam hati.
"Trish ayo kita harus pergi sekarang!" teriak Bastian yang sudah menunggu ku di dalam mobil.
"Iya...! Bi aku pamit pulang ya" kata ku sambil mencium tangan wanita yang ada di hadapanku ini.
__ADS_1
"Baik lah hati hati ya" kata wanita itu sambil memeluk ku, aku balas memeluk wanita itu.
Setelah Bastian mengantar ku Pulang ke rumah, aku masuk ke rumah yang bertingkat 3 itu,
kok sepi kali? ngak ada orang ya? tapi biasa nya nenek akan memasak waktu jam ini. Batin ku yang heran karena semua keluarga ku tidak ada di rumah.
"Siapa?" tanya seorang wanita yang ada di dalam rumah ku.
Suara ini? bibi angel?!. batin ku gembira karena bibi angel yang memanggil.
"Bibi!!" teriak ku sambil berlari dan memeluk erat tubuh bibi Angel, bibi Angel balas memeluk ku.
"Dasar bodoh kau kemana saja?! kau tau tidak? nenek tidak makan selama 1 hari?!" kata bibi Angel yang mensentil dahi ku dengan keras.
"Apa?! nenek belum makan dari semalam sampai pagi ini?!" kata ku sambil mengelus elus dahi yang di Sentil oleh bibi ku.
"Nenek mengkhawatirkan diri mu!!!" kata bibi Angel sambil menunjuk ke arah belakang, aku berlari dan mendapati nenek yang sedang duduk di kursi goyang.
"Nenek!!" teriak ku sambil berlari dan memeluk nenek ku dengan erat.
"Mengapa nenek tidak makan?! nenek kan tau nenek punya penyakit maag" kata ku sambil berlinang air mata.
"Nenek tidak peduli pada penyakit nenek, yang nenek peduli adalah keselamatan kalian" kata nenek ku sambil menatap ke dengan mata nya yang berkeriput.
"Sekarang nenek harus makan! aku, yang akan menyuapi nenek! tidak ada kata tidak!" kata ku sambil memegang piring yang sudah ada nasi dan lauk pauk, aku menyuapi nenek.
Besok nya di sekolah....
"Hoammmm!!" aku menguap karena semalam sangat larut malam baru aku bisa tidur, apa lagi alasan ku kalau bukan karena pr yang numpuk.
"Oi Trish!" teriak Hendra yang memanggil ku dari belakang, aku menoleh malas ke arah nya.
"Ada apa?" tanya ku dengan kantong mata yang menghitam di bawah mata ku.
"Kau kurang tidur ya?" tanya Hendra pada ku sambil menepuk bahu ku.
"Sudah gaharu,
__ADS_1
Cendana pula,
Sudah tau,
Bertanya pula" kata ku dengan nada yang seperti berpantun.
"Ngak usah berpantun juga kali" kata Hendra sambil berjalan di belakang ku.
"Kau bisa diam ngak?! atau perlu ku lempar batu ke mulut mu baru kau diam?!" kata ku sambil mengambil batu yang tidak sengaja aku tendang.
"Santai bro," kata Hendra sambil mengangkat kedua tangan nya.
Dasar gila, andai saja aku tidak se-ngantuk ini, maka akan ku habisi kau sekarang juga!!. Batin ku yang kesal karena sikap Hendra.
Aku masuk ke kelas dan ada yang menyapa ku tiba tiba. "Pagi!" teriak salah satu teman ku yang sedang menggosipkan berita beberapa hari yang lalu.
Acuh tak acuh aja kali, aku ngantuk kali! dah lah tidur aja malas aku layani kalian" kata batin ku sambil berjalan ke bangku ku dan langsung tertidur di meja.
"Woi Trish bangun kau! udah keluar main" kata sebangku ku si revisca yang mendorong dorong tubuh ku agar aku bangun.
Aku sedikit menguap, "Iya iya aku juga udah bangun!" kata ku sambil meregangkan tangan ku yang dari tadi sudah jadi bantal untuk ku tidur.
"Ckckck, kau ini asik nya tidur terus!'' kata anjelly yang terus menatap ku dari samping, aku balas melotot pada nya.
"Suka ku lab mau aku asik ngapain kok jadi kau yang ngurus?!" Kata ku snanjsks melotot pada sahabat yang sangat menjengkelkan ini.
"Sudah lah ayo keburu nanti bakwan nya habis!" kata anjelly sambil langsung menarik tangan ku dan berlari ke arah kantin.
"Hati hati kek! kau ini kenapa? mau ke kantin atau mau ke temu sama doi?" tanya ku sambil tertawa, seketika aku melihat wajah anjelly yang membuat ku terdiam.
"Sekali lagi kau bilang yang kayak gitu habis kau ku buat!" kata anjelly sambil menunjuk ke arah Ku.
"Terserah kau mau apain aku, aku sih owh aja" kata ku sambil berjalan ke arah kantin dengan cepat.
"Dasar kawan laknat ku kutuk kau jadi kodok!' teriak anjelly yang kesal karena aku tinggal kan di belakang.
Maka nya jadi kawan jangan macam macam dengan ku dasar teman gilak main game. batin ku sambil terus berlari ke arah kantin.
__ADS_1