AKU SEORANG AGEN...

AKU SEORANG AGEN...
CINCIN PERMATA RUBY...


__ADS_3

"Eh? tapi ngapain kau beli cincin apa kau akan menikah?" tanya ku sambil menatap ke arah Bastian.


"Apa kau ini bodoh atau otak mu udah salah di masuk kan?" tanya Bastian sambil mensentil dahi ku pelan.


"Ah... aku ini kan cuman nanya! apa ngak boleh?!" kata ku sambil menatap ke arah lain.


lihat saja jika lain waktu! aku yang akan mensentil dahi mu!. Batin ku yang ingin sekali membalas sentilan yang di buat oleh Bastian.


"Ini tuan, ini adalah cincin permata Ruby yang baru keluar Minggu lalu" kata seorang pelayan yang menunjuk kan cincin emas yang di bagian atas nya terdapat satu permata berwarna ungu,


cantik sekali!. batin ku yang terus melihat ke arah cincin itu,


"Berapa harga cincin ini?" tanya Bastian yang memegang cincin itu.


"95.000.000 tuan" kata pelayan itu sambil menatap ke arah Bastian. Sontak diri ku tersedak karena harga cincin itu.


walahmak ini cincin mahal amat! 95.000.000? itu sudah bisa ku buat untuk beli satu mobil!. Batin ku sambil melongo melihat ke arah cincin itu.


"Baik lah aku ambil cincin ini." kata Bastian yang mengambil kartu kredit dari jas hitam yang di pakai nya.


"Ka...kau kau serius ingin membeli cincin ini?!" tanya ku tidak percaya karena harga cincin ini sangat lah mahal.


"Aku ini Bastian! barang apa yang tidak bisa aku beli? jika aku menginginkan barang itu maka aku akan mendapatkan nya!" kata Bastian yang memegang pinggang ku.


"Lepas kan tangan mu dari pinggang ku!" kata ku pelan sambil berbisik ke telinga Bastian agar melepaskan tangan nya dari pinggang ku.


"Kalau aku tidak mau kau mau apa?" tanya Bastian yang mendekat kan wajah nya ke wajah ku.


"Menjauh dari wajah ku Bastian!" kata ku pada Bastian yang wajah nya sudah sangat dekat dengan wajah ku.


"Tuan ini cincin nya" kata pelayan itu yang mengulurkan tangan nya yang memegang bungkusan yang dalam nya berupa cincin.


"Aku akan segera memakan mu waktu di rumah!" kata Bastian sambil memberikan kartu kredit nya pada pelayan wanita itu.


apa kata nya? memakan ku?! astaga tuhan tolong bantu lah hamba mu ini!. Batin ku yang ingin lari dari paranoid di samping ku ini.

__ADS_1


Setelah Bastian membayar cincin itu dengan kartu kredit nya, kami langsung pulang dengan membawa mobil.


Di dalam mobil....


"Kau ingat kan apa yang aku bilang?" tanya Bastian yang menggenggam erat tangan ku, aku berusaha melepaskan tangan nya dari tangan ku.


"A...aku...aku tidak ingat apa apa!" kata ku yang menghadap ke arah lain.


"Oh ya? kalau gitu aku bantu kau ingat sekarang!" kata Bastian sambil menarik tangan ku dan membuat ku jatuh di atas dada nya.


"Lepas kan aku! ini masih di dalam mobil! dasar gila!" kata ku yang melihat sopir di depan kami mengintip dari kaca kecil yang ada di atas nya.


"Aku tidak peduli apa kah ini di dalam atau di luar" kata Bastian yang memeluk pinggang ku dengan erat dan membuat wajah ku menjadi sangat dekat dengan wajah nya.


si sialan ini!!!! apa kah dia tidak tau kalau sopir nya sedang melihat ke arah kita?! dasar sialan. batin ku yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Bastian yang semakin lama semakin erat.


"Tapi aku peduli!" kata ku yang sudah meloloskan diri dari pelukan Bastian.


"Kau lihat saja nanti di rumah, aku akan langsung memakan mu!" kata Bastian yang menatap ku dengan penuh nafsu.


Papi aku ingin pulang!! (╥﹏╥)!!!. batin ku yang memanggil terus nama ayah ku.


"Ma aku akan ke kamar ku dulu" kata Bastian yang menarik tangan ku secara paksa.


"Eh!!! mau kau bawa ke mana Trish?!" tanya mama nya Bastian yang menatap tajam ke arah Bastian.


"Ma...aku hanya ingin mengajak trish ke kamar ku!" kata Bastian yang berlagak seperti anak kecil.


"Tumben kau memanggilku dengan sebutan Mama?" tanya mama nya Bastian.


"Tidak ada hanya ingin memanggil aja!" kata Bastian sambil menarik tangan ku untuk naik ke atas bersama nya.


"Sempat kau macam macam dengan Trish! akan mama potong masa depan mu!!" teriak mama nya Bastian yang teriakan nya bergema di lantai atas.


Bastian tidak menjawab apa pun melainkan terus menarik tangan ku agar masuk ke sebuah kamar yang bisa di bilang itu adalah kamar milik nya.

__ADS_1


"Kau mau ngapain?!" tanya ku yang jatuh ke atas kasur karena di dorong oleh Bastian. Aku melihat ke arah Bastian yang mengunci pintu kamar.


"Ka...kau ngapain mengunci pintu nya?!" tanya ku yang merasa kan firasat buruk yang akan terjadi.


"Dari tadi waktu di toko emas itu aku sudah bilang pada mu! aku akan memakan mu!! kata Bastian yang menggenggam erat tangan ku.


"Kita ini masih di bawah umur! ngak mungkin melakukan hal itu!" kata ku yang meronta ingin lepas.


"Mengapa tidak? kan masih ada anak yang sudah menjadi orang tua yang umur nya masih 8-10 tahun loh" kata Bastian yang mendekat kan wajah nya dengan wajah ku.


"Jangan mendekati ku Bastian!" kata ku yang memaksa untuk menyingkirkan tangan nya Bastian dari tangan ku.


Cup...


Aku yang dari tadi menutup mata ku, ternyata Bastian langsung mencium bibir ku,


si gila ini!!!! papi!!!! ciuman pertama ku di ambil sama brengsek ini!!. batin ku yang langsung menutup mulut ku setelah Bastian mencium ku tadi.


"Menjauh dari ku ********!" kata ku yang menjauh ke belakang.


"Baik lah, aku hanya akan mencium mu, tidak akan melanjutkan hal itu." kata Bastian yang langsung berdiri dari kasur.


"Kemari lah" kata Bastian yang duduk di sofa panjang yang ada di sudut.


untuk apa dia menyuruh ku untuk ke sana?!. batin ku yang bertanya tanya.


"Ada apa?" tanya ku yang sedikit menjauh.


"Ambil lah ini" kata Bastian yang memberikan sebuah cincin yang di beli tadi.


"Kau serius memberikan cincin ini pada ku?" tanya ku yang agak sedikit ragu juga heran.


"Emang aku pernah ya bercanda dengan mu?" tanya Bastian yang sambil berdiri.


"Makasih,,,," cup, satu ciuman mendarat di pipi nya Bastian karena aku mencium nya sebagai rasa terima kasih ku.

__ADS_1


"Kau ini apa kah kau mau sekarang?" tanya Bastian pada ku dengan mata nafsu nya.


dasar monster mesum! aku kan cuman mencium pipi mu! bukan nya bibir mu mesum!. batin ku yang tidak habis pikir dengan jawaban yang keluar dari mulut Bastian.


__ADS_2