
Aku sampai di depan kamar yang Riana tempati semalam karena dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini.
"Sudah bangun?" tanya ku pada seorang perempuan yang bersandar di kasur.
"Iya." jawab nya singkat dan tidak memandang ke arah ku.
"Kau pasti lapar kan?" tanya ku sambil berjalan ke arah laci kecil di samping nya.
"Iya.." kata nya dengan nada yang sudah agak serak.
"Nah makan lah.., ini bisa membantu mu memulihkan tenaga mu" kata ku sambil melempar kan satu bungkus vitamin ke arah nya.
"Baik lah, tapi aku ingin bertanya" kata Riana yang sudah memakan vitamin itu sekaligus 2 pil.
"Apa? kata kan lah aku akan mendengar kan mu" kataku sambil menutup laci itu.
"Mengapa kau ingin menolong ku? aku sudah membuat mu terluka dan juga sahabat mu yang hampir saja mati!!?" kata nya sambil menatap ke arah bawah.
"Hei!! kau ini kan musuh ku, kalau tidak ada kau bagaimana aku akan melawan nanti?" tanya ku sambil tertawa.
"Apa kau tidak membenci ku?" tanya nya ragu pada ku yang masih mencari remote televisi.
"Tidak, karena kau lah aku menjadi seperti ini sekarang! karena kau dulu membully ku dengan sangat kejam maka aku belajar bela diri kepada ayah ku" kata ku sambil menatap ke arah nya.
"Kamu serius?" tanya nya sambil nya sambil menatap wajah ku dengan serius.
"Iya, malah aku ingin berterima kasih pada ku karena telah membully ku dulu" kata ku yang sudah menemukan remote televisi yang ku cari dari tadi.
"Apa kau mau bergabung dengan ku dalam mencari tau siapa pembunuh yang terjadi di rumah yang angker di sekolah kita?" tanya ku pada Riana yang dari tadi menatap ku.
"Ya aku mau!" kata Riana dengan cepat.
SKIP LAH AKU LAGI MALAS.....
DI SEKOLAH.....
Aku dan Riana pergi ke sekolah bersama.
"Hai gaess!" sapa ku pada satu kelas yang ternyata kosong belum ada penghuninya.
__ADS_1
"Hahahaha" Riana tertawa yang melihat ku menyapa kelas yang ternyata kosong.
"Kau ini sedang menyapa hantu? kelas ini kosong!" kata Riana sambil tertawa melihat ku yang menutup mata ku.
JAM PELAJARAN....
"Pagi anak anak yang tidak aku sayangi dan yang aku benci!!" sapa guru bahasa Indonesia kami, otak guru itu mungkin tergeser saat dia kecelakaan.
"Pagi juga ibu yang otak nya bergeser ke kanan!" sapa kami balik, ekspresi wajah guru itu sama sekali tidak menyeramkan, jadi wajar kalau kami menyapa nya dengan sebutan itu.
"Apa kalian sudah mengerjakan pr yang ibu kasih?!" kata guru itu sambil mengangkat penggaris kayu yang besar ke atas meja,
"Kau kerjakan? aku ngak loh. Aduh mati lah aku, Aku ngak mau lagi kena penggaris itu, sakit njirr." kata teman teman ku yang khawatir dengan pukulan penggaris kayu yang besar itu.
"Aku sih owh aja" kata ku sambil maju ke depan, mengulurkan kedua tangan ku ke depan guru yang sedang memegang penggaris kayu yang besar itu di tangan nya.
"Aku Bu ngak kerja kan jadi silahkan di libas" kata ku sambil menutup mata ku yang tau a
sakit nya akan menembus mimpi buruk ku. Dan plakkk.... suara libas yang membuat ku meloncat loncat, aduh sakit!!!!!
"OwO sakit!?!!" tanya Revisca pada ku dengan tatapan mengejek nya itu. Aku mencubit paha nya dengan sangat keras,
"Dasar kau ngak manusia!!" kata Revischa yang mengelus elus paha nya yang memerah karena aku cubit.
"Kalau aku ngak manusia berarti kau hewan dong?!" kata ku sambil menatap kembali ke buku pelajaran ku. .
"Kau lihat aja nanti! aku akan membalas mu!!" kata Revischa yang menatap balik ke arah ku dengan tatapan yang aneh.
"Serah, aku sih owh aja" kata ku yang membuat kesal Revischa, dia melotot ku dengan seperti ini (ಠಗಠ) lucu bukan?.
ISTIRAHAT.....
"Woe anjelly anak marga Lim!!" teriak ku di depan kelas 7¹, mencari sahabat ku yang sudah lama ngak jumpa padahal baru satu hari ngak ketemu.
"Apa sih bangke?! aku lagi piket!!" kata anjelly yang menunjuk kan sapu di tangan nya.
"Kau mau bantu?" tanya nya sambil mengulurkan tangan yang memegang sapu pada ku.
"ti.. tidak...tidak aku hanya ingin memanggil mu aja, kalau lagi sibuk ya lanjut kan aja aku duluan bye.." kata ku sambil berjalan pergi ke arah tangga yang menuju ke arah kantin. Hampir aja aku yang membersihkan kelas nya.
__ADS_1
JAM PELAJARAN IPA.....
"Haommmm!" mulut ku menguap karena ngantuk, guru di depan ini apa kah salah cetak? atau salah masuk kin otak? cerewet amat! Aku berjalan ke depan sambil berkata
"Pak aku mau ke toilet pak, bentar nya pak Bentar aja pak ini udah ngak tahan pak!!" kata ku yang memohon kepada bapak ipa itu agar memperoleh kan aku pergi ke toilet.
"Sudah sana! cepat balik kau!!" kata bapak itu sambil balik menjelaskan tentang ekosistem.
"Akhirnya aku bebas juga!" kata ku sambil berjalan ke arah toilet, tapi tidak sengaja aku bertemu dengan Alvin.
"Hai!" sapa nya lembut pada ku. aku membalas sapaan nya itu.
"Hai juga" kata ku sambil berjalan ke arah kamar mandi. Aku tidak ingin pipi ku memerah lagi maka nya aku langsung pergi.
"Btw aku mau ngapain di kamar mandi?" tanya ku pada cermin di depan ku ini, tiba tiba aku melihat ada bayangan hitam yang lewat di cermin, aku langsung menoleh ke belakang
"Siapa itu?!" tanya ku sambil berteriak. Aku harus pergi dari sini! Aku berlari sekencang kencangnya agar bayangan hitam itu tidak mengikuti ku.
tok tok tok...
"Permisi Bu...." kata ku sambil mengetuk pintu,
"Masuk!" kata guru kami dengan tegas. Haih harus ngerjain tugas dari guru ini lagi-_-* kata ku dalam hati yang seperti nya ingin pergi ke taman belakang sekolah kami.
PULANG SEKOLAH......
"Riana kita pulang sama ya" kata ku sambil menggenggam tangan Riana, dia mengangguk kan kepala nya.
DI RUMAH....
"Wahai bola sakti tunjukkan lah kami di mana harta Karun!!!" kata anak tetangga ku yang sedang bermain di sebelah rumah nenek. Aku dan Riana saling menatap
"Anak itu kenapa?" tanya Riana yang terus melihat seorang anak laki laki yang sedang mengelus elus bola berwarna emas itu.
"Entah, mungkin mamak sama bapak nya salah cetak kali" kata ku sambil tertawa. Kami masuk dan mendapati doggy yang berlari ke arah ku.
"Hai doggy" kata ku sambil menggendong anjing itu di tangan ku, Riana menatap anjing itu dengan mata berbinar binar
"Apa kah ini anjing mu?!" tanya Riana sambil mengelus elus rambut anjing itu.
__ADS_1
"Iya nama nya doggy" kata ku memperkenalkan doggy.