
"banyak kali sih semua informasi tentang orang itu. haih capek aku jadi nya." kata ku sambil terus melihat ke arah komputer yang berisi informasi itu. "tunggu dulu, 12 Desember 2007?" tanya ku yang seperti nya familiar dengan tanggal lahir ini. aku langsung berlari ke arah kelas 7¹, tok tok tok, ketukan pintu yang membuat ada sahutan dari dalam. "masuk!" kata Bu Lina. "permisi Bu saya mau panggil si anjelly bentar Bu" kata ku sambil membuka pintu perlahan. "baik silah kan" kata Bu Lina sambil melihat ke arah anjelly. anjelly pun keluar dan menanyakan apa yang membuat ku memanggil diri nya. "gini jel. kan tadi aku udah cari tanggal lahir orang itu, tapi ini kok yang ada cuman cewek aja?" tanya ku sambil menarik tangan anjelly agar masuk ke dalam lab dan menunjukkan komputer itu. "kalau itu sih, kita harus mencari sesuatu yang berhubungan dengan orang itu." kata anjelly sambil menghela nafas "kalau begitu kau mau gak temanin aku ke markas ku?" tanya ku sambil membereskan semua nya. "boleh" kata anjelly sambil melihat ku serius. kami segera pergi ke arah parkiran motor untuk mengambil motor salah satu guru. kami menggunakan penjepit rambut untuk menyalakan motor nya. setelah berhasil menyalakan motor itu. kami langsung menuju ke arah markas. saat di markas.... "apa kau menemukan sesuatu?" tanya ku sambil terus mencari dari arah pintu. "aku hanya menemukan sebuah robekan baju ini" kata anjelly sambil menunjuk robekan itu. "mungkin ini masih bisa kita analisis" kata ku sambil mengambil plastik untuk menyimpan robekan baju itu. setelah lama mencari kami pun mendapat kan beberapa petunjuk yang bisa di bilang dia adalah perempuan, karena yang kami temukan adalah, rambut yang berwarna pirang dan panjang, "apa kah di sini ada perempuan yang berambut pirang?" tanya anjelly sambil mengangkat rambut itu dengan memakai pinset. "tidak. di sini perempuan nya berambut pendek dan berwarna hitam, tidak ada yang berwarna pirang." kata ku ambil menatap rambut pirang itu. "kita harus segera mencari lagi!" kata anjelly yang langsung menuju ke arah tempat ku dan para anggota ku membuat obat yang sudah lama dan bahkan baru saja siap kemarin lusa. "ternyata kau seorang ketua ya?" tanya anjelly yang melihat ke arah dinding yang ada tulisan "susunan keanggotaan" nama ku paling atas yang berarti aku adalah pemimpin mereka. "ya begitu lah" kata ku sambil menekan beberapa tombol dan membuat ada beberapa benda yang keluar. "apa ini?" tanya anjelly yang melihat ada beberapa tumpukan besi dan beton setelah dinding di sisi kanan nya bergerak ke kanan. "itu adalah senjata yang masih belum selesai, dan ini adalah senjata yang sudah selesai dan kami simpan berbulan bulan yang lalu" kata ku sambil menunjuk ke arah pistol yang ukuran nya bisa di bilang lumayan besar. "wow apa kah ini yang kau bilang?" tanya anjelly sambil memegang pistol itu, "iya kami sudah membuat nya sangat lama, dan hanya satu yang berhasil kami rancang dan kami buat." kata ku kecewa sambil melihat ke arah besi dan beton yang sangat banyak. "aku kira, aku bisa membuat lebih banyak lagi dengan besi besi ini." kata anjelly yang berjalan mendekati ku dan menepuk pundak ku. "apa kau yakin?" tanya ku, "tentu saja, aku dari dulu memang ingin membuat banyak senjata dari besi besi ini dan aku sudah punya rancangan nya di rumah ku" kata sambil mengumpulkan besi besi itu.