
"bi..bi..bibi Angel?" tanya ku yang merasakan hangat nya tangan nya. dulu sewaktu aku sakit... bibi Angel yang selalu menjaga ku, dia yang selalu memberikan ku obat dan memasak kan aku bubur dengan ikan asin.
"apa kau ingin minum?" tanya bibi Angel yang langsung menuangkan air ke dalam gelas. aku mengangguk kan kepala ku karena masih tak sanggup untuk bicara.
"minum lah dulu, setelah itu kau istirahat lah" kata bibi Angel sambil membantu ku untuk minum.
"makasih bi" kata ku yang masih berusaha untuk bicara.
"bi.. siapa yang mendonorkan darah untuk ku?" tanya ku karena di daerah tempat tinggal ku sangat sedikit yang darah nya bergolong O,
"itu teman mu yang mendonor kan darah nya untuk mu" kata bibi Angel.
"siapa bi?" tanya ku lagi.
"aku tidak tau tapi orang nya masih ada di luar. bibi akan panggil kak dia" kata bibi Angel. aku mengangguk kan kepala ku.
Setelah bibi Angel keluar dengan maksud ingin memanggil orang itu.
__ADS_1
"hai.." sapa seorang perempuan yang sangat ku kenali suara nya.
"in..indah?" kata ku tak percaya. , indah adalah teman masa kecil ku yang bisa ku bilang adalah Sabahat ku dulu. dia pindah ke daerah lain karena urusan keluarga nya.
"kapan kau kesini?" tanya ku. indah yang langsung duduk di dekat ku dan berkata.
"setelah aku mendengar kabar bahwa kau dan Kristina berkelahi dan kau hampir membakar nya" kata indah sambil menatap ku.
"ternyata kau sangat pemberani ya" kata indah yang menggenggam tangan ku.
"mengapa kau mendonor kan darah mu lada ku?" tanya ku.
"aku berhutang nyawa pada mu.." kata ku pelan.
"dalam persahabatan tidak ada yang nama nya utang! karena dalam persahabatan ada arti yang sangat bermakna adalah saling menolong! aku tidak pernah membayangkan bahwa kau seberani itu, kau tau kan tidak ada yang mampu melawan Kristina." kata indah sambil menghapus air mata nya.
"apa kau lupa? dari dulu kan kau udah tau kalau ayah ku seorang preman, jadi wajar kalau aku seberani ini." kata ku dengan wajah sok kuat.
__ADS_1
"jika kau adalah anak seorang preman, maka kau tidak akan takut pada kecoa kan." kata indah yang membuat ku langsung menutup wajah ku dengan selimut,
"iya juga sih kalau preman kan tidak takut pada apa pun sedang kan aku takut sama kecoa." pikir ku dalam hati.
"Trish ini si alvin ingin bertemu dengan mu" kata indah.
"hah??!" kata ku yang masih bersembunyi di bawah selimut.
"apa kau masih merasakan sakit?" tanya seorang laki laki yang menyentuh selimut ku dan menarik nya pelan pelan.
"siapa sih?" tanya ku yang langsung membuka selimut ku.
"hai" sapa Alvin dengan senyuman nya.
"nga..ngapain kau ke sini?" tanya ku gugup. perasaan ini sama seperti waktu aku sedang jatuh cinta pada Juan.
"tentu saja menjenguk mu." kata alvin yang langsung duduk di bangku dekat kasur ku.
__ADS_1
"apa kau tidak akan ketinggalan pelajaran? kan Bu Lina akan kembali lagi ke sekolah." kata ku.
"Bu pinta kan di rawat di rumah sakit ini juga. jadi otomatis aku sudah minta izin sama bu Lina agar aku menemani mu di sini" kata Alvin.