
aku langsung menghabiskan bakwan ku dengan cepat. "ini nah" kata anjelly yang keluar dari kelas nya sambil membawa kan beberapa tumpuk kan kertas di tangan nya. "kau gila atau tidak? kau menggambar sebanyak ini?!" tanya ku yang terkejut saat anjelly memberikan tumpuk kan kertas itu pada ku. "aku tidak gila nyasar kau" kata anjelly sambil memasang wajah menyeramkan nya. "bagaimana kalau kita cabut aja?" kata ku berbisik pada anjelly. "ide bagus tu, biar aku ngak ketemu sama guru cerewet itu." kata anjelly sambil memonyongkan bibirnya. aku tertawa melihat wajah nya itu. setelah bel berbunyi pertanda masuk kelas, kami berdua langsung lari ke arah parkiran motor dan mengambil salah satu motor guru. setelah itu kami langsung menyalakan motor itu dan langsung melaju kencang ke arah markas ku. setelah sampai di markas ku... "apa kau akan membuat senjata ini?!" tanya ku sambil memberikan salah satu kertas yang menggambarkan pistol AWM, "apa kau menggambar ini dari game PUBG atau FREE FIRE?" tanya ku sambil tertawa karena melihat pistol yang di gambar anjelly, ya sama persis seperti pistol AWM di game PUBG dan FREE FIRE. "emang iya. dari pada pistol si Clint" kata anjelly sambil mengambil beberapa besi dan kawat. kami membuat beberapa pistol dengan gambaran yang di gambar anjelly. hasil nya lumayan, ada beberapa yang kami buat dengan gambar anjelly ini. saat aku melirik jam, ternyata sudah jam 12.05. "woi anjel. ini kita udah mau pulang!" kata ku sambil menekan tombol dan menyimpan semua pistol dan gambar yang di gambar oleh anjelly. "baik lah ayo pulang" kata anjelly sambil berjalan keluar. kami pulang ke sekolah dengan mengebut ngebut di jalanan, saat sampai,... "permisi buu..." kata ku yang mengetuk pintu kelas ku yang tertutup. aku heran kok ngak ada sahutan. aku masuk dang mendapati bahwa si guru cerewet itu sedang tidur dan para penghuni kelas itu pun sedang memvideokan guru itu. aku berusaha menahan tawa saat melihat mereka yang mencoret-coret muka si Bu cerewet. "apa kalian yang melukis ini?" tanya ku sambil menunjuk ke arah muka Bu cerewet. "iya bagaimana? cantik kan?" tanya revischa sambil tertawa melihat muka Bu cerewet itu. "woiya jelas ***, cantik kali pun" kata ku sambil tertawa. tiba tiba.... "kringggggg" bel berbunyi pertanda pulang sekolah. kami tidak ingin di omel sama Bu cerewet itu, kami langsung berlari ke luar sambil mendobrak pintu dengan keras. hasil nya cukup membuat si guru cerewet itu bangun. kami semua berlari pulang. aku melihat adik adik ku yang sedang menunggu ku di kursi panjang yang ada di bawah pohon rindang yang besar. "kakak! ayo pulang! aku sudah lapar!!!" teriak adik perempuan ku yang memegang perut nya karena lapar. "iya iya ayo." kata ku sambil memegang tangan mereka berdua dan Rocky yang berjalan di depan ku. kami pulang dengan berlari karena di tengah jalan si Rocky membangun kan anjing yang di bilang orang itu adalah anjing gila. siapa yang ingin di gigit oleh anjing gila itu?! kami berempat langsung berlari sekencang kencangnya agar kami tidak di gigit oleh anjing gila itu. "cepat cepat!!!!" teriak ku sambil berlari terus ke arah depan. "aaaaaaaaa!!!!!" teriak adik perempuan ku yang jatuh karena kaki nya tersandung batu yang besar. "Albee!!!!" teriak ku yang langsung mendekati adik perempuan ku dan menggendong nya di punggung ku. kami berlari terus karena anjing gila itu terus mengejar kami, setelah sampai dirumah..
"ne...nek kami pu... pulang!" kata ku sambil ngos-ngosan karena di kejar anjing gila tadi.
"ada apa dengan kalian ber-empat?" tanya nenek ku sambil berjalan keluar karena melihat melihat kami dengan kondisi yang seperti habis lari maraton 10 km.
"ta....tadi....tadi kami ber-empat di...di ke... kejar sama anjing gila di gang nek!" kata adik ku, Rocky yang berusaha mengatur napas nya agar bisa bicara dengan jelas.
"si Albee kenapa dia?!" tanya nenek ku yang kaget saat melihat Albee berjalan seperti orang pincang.
"tadi Albee tersandung batu besar saat lagi lari nek" kata ku yang napas ku sudah stabil dan bisa bicara dengan jelas.
__ADS_1
"astaga cucu ku..." kata nenek ku sambil menggendong Albee ke arah karpet dan menurun kan Albee ke karpet itu, dan segera mengambil obat keseleo untuk Albee.
"maka nya Albee lain kali kalau mau lari, suruh aja kakak mu si Trish yang menggendong mu!" kata nenek ku sambil mengurut kaki adik ku.
"lah kok jadi aku sih nek?!" tanya ku yang membuat nada suara ku meninggi karena aku tidak pernah ingin menggendong mereka. yang benar saja mereka kan bukan anak bayi lagi yang harus terus di gendong.
"komentar lagi, nenek bacok kau pake Kampak ni" kata nenek ku sambil mengambil botol Aqua Yang ada di samping nya.
"nek itu bukan Kampak! tapi botol Aqua!" kata Rocky yang membuka sepatu nya di depan kipas angin.
"pergi kau ke belakang!!!" kata ku sambil menendang sepatu Rocky ke arah belakang, Rocky langsung pergi ke belakang karena melihat ku yang sedang memegang remote televisi yang ku angkat tinggi tinggi.
__ADS_1
"kau pun ke belakang sana!! bau!!!" kata nenek ku sambil terus mengurut kaki adik ku itu. aku mengangguk kan kepala ku.
aku berlari ke arah kamar dan mendapati doggy yang sedang tidur di kasur milik ku. huh.... imut nya..., setelah selesai memandangi anjing ku itu, aku langsung mengambil baju dan lari ke arah kamar mandi.
setelah keluar...
"kau mandi lama kali!!!" teriak bibi Angel yang tiba tiba muncul dan membuat jantung ku hampir copot.
"bi.... bibi udah pulang???" tanya ku yang melihat jam yang ternyata sudah jam 2 siang yang tanda nya paman Toni dan bibi angel sudah pulang sekolah, mereka berdua sekarang kelas 1 SMA dan 2 SMA.
"ya iya lah!" kata paman Toni yang tiba tiba saja datang dan melempar tas nya ke atas lemari es. bibi Angel langsung mengambil baju dan lari ke arah kamar mandi.
__ADS_1
"woi angel!!! keluar kau!!!" teriak paman Toni yang terus mengetuk pintu kamar mandi, ya begitu lah mereka, siapa yang Luan masuk ke dalam kamar mandi pasti akan ada yang mengetuk pintu kamar mandi.
"udah lah paman..." kata ku sambil mengeringkan rambut ku dengan handuk, mata ku terbelalak saat melihat mata besar paman Toni yang mengarah pada ku. ops, mati aku kali ini, tidak ingin di hajar sama paman ku itu, aku langsung lari ke atas dan masuk ke dalam kamar ku dan mengunci kamar ku.