
Setelah Bastian mengantar ku Pulang ke rumah, dia pun langsung pulang setelah menciumi kening ku dengan lembut..
Aku memandangi mobil nya yang pergi dan perlahan lahan menghilang dari pandangan ku.
Aku pun berjalan masuk ke dalam rumah, "Nenek aku pulang!" teriak ku yang menatap rumah yang kosong.
Tiba tiba saja, ada sahutan dari belakang "Pergi kau dari sini!!" teriak seorang wanita yang tidak lain adalah nenek ku.
Aku segera berlari ke arah belakang dan ternyata nenek ku sedang mengusir tikus yang ada di dekat kursi.
Seketika aku langsung tertawa, "Ptfff, apa yang nenek lakukan??" tanya ku sambil tertawa dan berjalan ke arah nenek ku yang berdiri di atas kursi.
"Usir tikus ini!! dia mungkin ada Corona!" teriak nenek ku sambil terus berteriak, aku menahan air mata ku yang hampir jatuh karena tertawa.
"Iya nek iya" kata ku sambil terus berjalan ke arah tikus itu, "Hush, hush, pergi!" teriak ku sambil menendang tikus itu.
Setelah tikus itu pergi aku pun membantu nenek untuk turun dari kursi, lantas diri ku bertanya, "Kapan nenek tau kalau sudah ada virus Corona?" tanya ku sambil menatap ke arah nenek ku.
"Sudah masuk di televisi, maka nya kau ini jangan hanya tau nya main hp!" kata nenek ku sambil mesentil dahi ku dengan kuat.
Aku mendengus dan langsung berjalan ke arah belakang, "Ini apa ya?" kata ku sambil menatap ke arah kotak yang di bungkus dengan erat.
Mungkin ini kotak yang ingin nenek kirim kan ke pada seseorang. Batin ku sambil meletakkan kembali kotak itu di atas meja.
__ADS_1
Aku kembali ke atas mencari hewan berwarna putih dan berbulu halus itu, "Doggy, doggy kau di mana?!" teriak ku yang mencari cari anjing ku.
"Apa kau lupa? kau sendiri yang memasuk kan nya ke klinik hewan karena Doggy sedang sakit?!" tanya paman Toni yang menatap ku dengan tajam.
Iya yah! kok aku bisa lupa?! aduh dasar nenek nenek! begitu aja lupa!. Batin ku yang dengan jelas memaki maki diri ku sendiri.
Setelah pergi mandi dan makan aku segera pergi ke loteng rumah, "Aku seperti nya punya buku yang pernah ku tulis, buku harian ku sih kalau ngak salah!" kata ku sambil meng-serak serak kan barang barang yang ada di sana.
Saat sedang membongkar seluruh isi kotak mata ku tertuju pada kotak yang masih rapi, aku langsung mengambil kotak itu sambil menggoyang goyangkan kotak itu.
Apa ini?... kalau mau tau... buka aja!. kata ku dalam hati sambil membuka kotak itu dari bagian atas, terdapat tulisan 'Untuk anak ku'.
Seketika raut wajah ku berubah, Untuk anak ku? siapa?. Dengan penasaran setengah mati aku langsung membuka kotak itu dan melihat ada buku kecil dengan ada pita merah di tengah tengah nya.
"Trish putri ku...
Nak... maaf kan ayah, dulu waktu kamu sangat menginginkan barang barang ayah tidak mampu untuk membeli nya, saat itu kau masih berumur 6 tahun, dan kita pernah pergi ke mall dan kau meminta ayah untuk membelikan kau sebuah bando pita merah bukan? ayah sudah membeli nya ayah menyimpan nya di dalam kotak yang berwarna putih dan di hiasi dengan bunga, itu adalah bando mu, maaf jika ayah tidak bisa membeli kan bando itu untuk mu, karena saat itu ayah tidak punya uang, dan setelah ayah tau kau sangat menginginkan bando itu maka ayah langsung pergi mencari pekerjaan, ayah juga tau kau pernah di-bully di sekolah karena teman teman mu yang melihat ayah yang sedang memulung botol Aqua yang berserak di jalanan, ayah tau kau malu punya orang tua seperti ayah, maaf kan ayah nak, ayah juga sudah membeli kan kau sebuah kalung emas kesukaan mu, ayah sudah pernah membaca buku harian mu, sekarang semua nya sudah ayah beli kan, bahkan ayah membeli kan sebuah cincin untuk pernikahan mu nanti nya, kau tau bahwa ayah adalah seorang pecandu narkoba, bahkan kau sendiri pernah melihat ayah memukul *mama mu, ayah tau kau sangat membenci ayah, maaf kan ayah nak....
Salam dari ayah*...."
Sontak aku menangis karena membaca buku itu yang isi tulisan nya adalah tulisan tangan ayah ku sendiri.
"A...ayah.. aku tidak pernah membenci ayah sama sekali.... ayah! teriak ku sambil menggenggam erat buku itu di dada ku.
__ADS_1
"Kenapa kau berteriak teriak? seperti orang di perkos* saja!" teriak paman Toni dari belakang yang membuat ku langsung menghapus air mata ku.
"Kenapa kau berteriak?" tanya paman Toni sambil melihat ke arah ku, aku menggeleng geleng kan kepala ku tanpa melihat ke arah belakang.
"kalau begitu cepat turun kita akan pergi ke taman kelengkeng!" kata paman Toni yang sudah menuruni anak tangga.
Aku diam beberapa saat, setelah tenang aku pun membereskan semua nya dan membawa buku juga kotak yang di tinggal kan oleh ayah, ke dalam kamar ku dan menyimpan nya di atas lemari baju milik ku.
Terdengar sahutan dari bawah yang memanggil nama ku, "Trish!! cepat! kita akan pergi ke taman kelengkeng!" teriak kakek yang membuat ku langsung berlari ke luar dan berjalan menuruni anak tangga.
"Iya, aku sudah siap!! ayo pergi!" kata ku sambil mengambil handphone ku dan memasukkan nya ke dalam kantong celana ku.
Kami pergi dengan naik mobil milik keluarga, di sepanjang jalan kami terus bernyanyi tentang lagu 'DEMONS' lagu yang di ciptakan oleh imagine dragon, lalu di ganti dengan lagu 'BELIEVER' lagu yang juga di ciptakan oleh imagine dragon.
Setelah sampai di depan gerbang taman kelengkeng, kami langsung berebutan untuk turun dari mobil yang membuat kami semua tersedot di pintu mobil.
"Kan sudah aku bilang aku duluan!!" teriak bibi Angel yang memaksa diri nya untuk turun karena terhimpit di antara kami semua.
"Tidak! aku duluan!!" teriak ku sambil terus mendorong tubuh Rocky ke arah belakang agar aku bisa keluar dari dalam mobil.
"Enak aja! aku duluan keluar!!" teriak paman Toni yang terus memaksa tubuh nya agar keluar tapi di tahan oleh tubuh kakek yang ikutan keluar.
"Jika kalian masih saja seperti ini maka jangan harap bisa masuk ke dalam taman kelengkeng!" kata nenek ku dengan nada yang tenang tapi membuat bulu kuduk kami berdiri.
__ADS_1
Seketika kami langsung masuk kembali ke dalam mobil dan perlahan lahan untuk keluar dari dalam mobil.