
"Aish, kau ini, selalu saja begitu, nih, buku nya, awas gak lu kembali kan, gua lempar lu ke pluto". Kata ku sambil menatap Anjelly.
Yang di tatap hanya nyengir, aku langsung pergi dari kelas, menuju ke arah toilet.
Skippp
Pulang sekolah...
"Nenek!!!! aku pulang!!!!!" Teriak ku, aku menatap sekeliling rumah, sama sekali tidak ada orang.
"Mereka kemana?". Tanya ku dalam hati.
"Trish..". Panggilan itu membuat ku menoleh ke belakang, kakek.
"Ada apa kek?". Tanya ku sambil menatap pria tua dengan wajah berkeriput nya.
"Ada sesuatu yang ingin kakek bicarakan dengan mu" Kata kakek sambil berjalan ke dalam rumah.
Aku hanya mengikuti kakek dari belakang, kami masuk ke dalam rumah, tapi pikiran ku bingung, kemana semua keluarga ku?.
__ADS_1
Kakek dan aku duduk di sofa, aku menatap kakek dengan wajah bingung, "Ada apa kek?". Tanya ku.
Kakek ku menatap ku dengan serius, "Setelah lulus SMA kelas 2, kakek akan langsung mengirim mu ke perusahaan agen".
Sontak aku terkejut, "Ta... tapi? tapi kenapa? aku ingin lulus SMA kelas 3 kek, bukan kelas 2!" Kata ku sambil menatap kakek ku.
Kakek yang mendapat tatapan seperti itu hanya menatap lelah, "Kakek ingin kau kuat, setelah kejadian 4 tahun lalu, kau bahkan sempat depresi, kakek ingin kau masuk menjadi seorang agen, di sana, kau tidak akan mengingat dia lagi". Kata kakek sambil menggenggam tangan ku.
Aku hanya menatap ke arah kakek kosong, yang benar saja, aku bahkan pernah hampir bunuh diri karena "Dia", tapi kini tidak lagi, aku harus berubah.
"Baik lah". Ucap ku pasrah, aku mengangkat sedikit kepala ku, terlihat senyum tipis terukir di wajah yang berkeriput itu.
Mata ku kini menatap ke arah luar jendela, pikiran ku kacau, "Apa kah pilihan ku benar?". Tanya ku dalam hati.
Clekk
Pintu kamar ku terbuka, menampakkan seorang perempuan berusia 9 lewat tahun, dia masuk sambil berjalan ke arah ku.
"Kakak, apa kah kakak benar benar ingin pergi?". Tanya albee sambil memandang wajah ku.
__ADS_1
Sekilas aku menatap mata yang hitam pekat itu, "Hmm, iya, kakak akan pergi, tapi hanya sebentar". Kata ku sambil memegang kedua pipi nya.
"Ta.. tapi, tapi Kakak pernah bilang kan? kakak bilang tidak akan meninggalkan aku, bang Rocky, Vincent, nenek, kakek, dan paman Toni". Kata adik ku itu sambil menatap penuh arti.
Aku hanya mengangguk, benar, aku pernah bilang bahwa aku tidak akan meninggalkan mereka, tapi kini aku perlu berubah, aku harus bisa.
"Maaf kan kakak ya dek, maaf jika kakak harus pergi." Kata ku, aku melihat sebening cahaya jatuh melintasi pipi halus nya.
Dengan cepat, aku menghapus air mata itu, "Jangan pernah buang air mata mu lagi." Kata ku sambil mengusap pipi nya.
Albee hanya mengangguk dan segera menghapus bening cahaya itu dari wajah nya, "Lihat, sekarang aku sudah tidak menangis lagi." Kata albee sambil tersenyum.
Satu tahun kemudian...
Tepat saat umur ku menginjak usia 18 tahun, sesuai janji ku, aku akan pergi ke tempat itu, meninggalkan mereka, keluarga ku.
Aku menatapi koper yang sudah ku siap kan, rasa nya seperti akan keluar dari rumah, dan tidak akan kembali.
Aku ingin merasa kan kasih sayang, apa kah salah?, sejak kecil aku sudah di tinggal ayah, dan sekarang mereka menyuruh ku untuk pergi, agar bisa menjadi lebih kuat.
__ADS_1