
Agam dan Kejora susah sampai di depan rumah Alano. Sebenarnya dia sudah terlebih dahulu mengirim pesan pada Alano namun Alano sedang ada urusan.
Ya dia tau kalau sejak dini Alano sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis oleh ayahnya dan kebetulan Alano menyukainya jadilah dia juga menekuni hal itu. Wajar sebenarnya jika Alano terkadang tidak memiliki banyak waktu luang di bandingkan yang lainnya. Karena sama seperti Alano, Agam pun sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis, bedanya Agam sama sekali tidak tertarik kalau bukan karena keterpaksaannya.
Agam memencet bel rumah hingga tak selang beberapa lama pintu rumah terbuka dan menampilkan Abella yang kini tengah tersenyum ke arahnya. "Eh, Gam. Cari Alano?"
Melihat itu Agam buru-buru menyalami Abella dan menampakan sedikit senyumnya. "Iya, Tan. Sekalian mau ambil barang."
"Boleh, langsung ke atas aja. Biasa Alan kalau sibuk seperti papanya, suka lupa dunia. Oh iya ini—" omongan Abella terputus saat menatap ke arah Kejora.
"Adek saya, Tan. Kejora namanya, ayok salam sama Tante Abella, Dek."
Mendengar instruksi itu Kejora menurut dan mengeluarkan senyum terbaiknya. Ya sebenarnya memang Kejora anak yang manis, hanya saja dia sering diabaikan oleh orang tuanya sampai membuat Kejora sedikit lebih pendiam dan mudah marah.
"Hello, Tante. My name is Kejora, little princessnya Kakak," ucapnya.
Melihat itu Abella tersenyum dan mengusap pipi Kejora. Dia jadi gemas kalau melihat anak seusia Kejora, jadi teringat pada Alana sewaktu dia beranjak dewasa. "Yaudah masuk yuk, kebetulan Tante habis bikin kue. Sekalian kita cobain."
Agam dan Kejora pun mengangguk dan mengikuti Abella masuk ke dalam. Lebih tepatnya Agam langsung menaiki tangga dan Kejora menurut untuk menunggu di bawah bersama Abella.
Di sisi lain Alana yang suntuk karena seharian bersama Jelly memutuskan untuk keluar rumah, namun dia sedikit terkejut saat dia keluar dari kamar yang dia temui adalah Agam yang akan menuju kamar Alano.
Tak hanya Alana yang kaget, tentu juga Agam. namun mereka berdua sama-sama memilih untuk tidak saling menyapa, Alana pun dengan cepat melangkahkan kakinya dan menuruni tangga bersama Jelly. Sementara Agam sedikit tersenyum karena melihat Alana baik-baik saja. Ya setidaknya dia juga bertanggung jawab atas keadaan Alana. Bukan karena suka.
Alana sedikit memajukan bibirnya. "Kalau ketemu orang tuh nyapa kek, sombong banget," gerutunya pelan.
"Kamu kesel juga, Jelly? Emang sih nyebelin banget, mending kita makan kue brownies buatan mama aja, kamu mau?" Lanjut Alana sembari menciumi anabul kesayangannya itu dan dihadiahi eongan Jelly.
__ADS_1
Alana tersenyum, lalu dia bergegas turun ke bawah namun yang dia temui adalah Ibunya yang sedang mengobrol dengan seorang anak perempuan. 'Siapa?' pikirnya. Perlahan Alana menghampiri Abella. "Maaa ... "
Mendapat panggilan itu Abella tersenyum dan mengisyaratkan Alana untuk duduk di sampingnya, tepatnya di meja makan. Alana pun menurut dan menatap Kejora yang kini nampak memperhatikannya.
"Kenalin, ini anak Tante namanya Alana. Dia kembarannya Kak Alano dan ini Kejora adiknya Kak Agam," ucap Abella memperkenalkan.
Mereka hanya saling tersenyum tanpa berniat untuk saling bersalaman. Ya bagaimana mau bersalaman, tatapan Kejora seperti tidak bersahabat padanya, tentu saja karena dia berpikir kalau adik dari teman kakaknya ini bisa saja menyukai kakaknya.
Melihat itu Abella jadi sedikit awkward juga, melihat perubahan raut wajah Kejora dia tau apa sebabnya karena Agam sering bercerita tentang Kejora. Dia juga memakluminya karena Alana juga begitu terkadang. Posesif terhadap kakaknya.
"Mau brownies?" Tanya Abella pada Alana.
"Mau, sama fresh milk. Jelly juga mau," balas Alana sambil tersenyum manja kepada ibunya itu.
Abella mengangguk dan mengusap pipi Alana pelan, setelah itu dia pergi ke dapur dan menyiapkan pesanan anak bungsunya itu. Meninggalkan Alana bersama Kejora seperti ini salah sepertinya. Alana itu tidak suka keadaan begini, mau tidak mau dia yang harus memulai.
"Adiknya Kak Agam ya?" Tanya Alana sembari kembali menatap Kejora.
"Ohh, aku Alana." Alana tersenyum tipis sambil membenarkan gendongannya pada Jelly.
"Iya."
Alana sedikit menghela napasnya, sombong sekali pikirnya. Tapi tidak heran juga sih, Agam saja bentukannya seperti itu. Jadi dia memilih untuk tidak mengambil hati.
"Pacarnya Kak Agam?" Tanya Kejora dengan nada yang sedikit mengintrogasi.
Alana yang mendengar itu menahan tawanya, oh jadi itu sebabnya kenapa adik kecil dihadapannya ini begitu ketus. "Aku? Bukan kok, aku adik kelasnya aja. Kebetulan dia temennya Alan jadi kenal."
Kejora mengangguk. "Suka sama Kak Agam?"
__ADS_1
Rasanya dia belum puas kalau tidak memastikannya sendiri. Karena ya kalau memang suka, akan dia buat menjadi tidak suka detik ini juga.
"Engga, kamu takut ya kalau kakak kamu dideketin cewek-cewek?" Tebak Alana.
Tidak ada jawaban, namun dia sudah tau jawabannya adalah iya. "Engga, tenang aja. Aku juga sama kaya kamu. Posesif sama abangnya, jadi jangan khawatir," ucap Alana santai. Meskipun ada sedikit berat mengatakannya, tapi ya memang dia tidak suka kok dengan Agam.
Setelah mendapatkan browniesnya Alana membawanya ke taman, ya akan berantakan kalau mengajak Jelly makan di ruang makan. Namun tidak disangka-sangka Kejora mengikuti Alana. Membuat Alana mengernyitkan dahinya.
"Aku bosen nunggu Kak Agam, aku juga suka kucing. Boleh ikut kakak di sini?" Tanya Kejora.
"Boleh sini." Alana menggeser duduknya membuat Kejora kini duduk di sampingnya dan menatap Alana yang tengah memakan brownies yang dia jadikan sereal dalam mangkuk susunya dan memberi makan anabul lucu itu.
Sebenarnya dia agak iri juga melihat interaksi Alana dengan Abella. Dia sejujurnya masih membutuhkan kasih sayang seperti itu namun yang dia miliki hanya Agam di sampingnya.
"Kak Alana ... "
"Iya apa?" Tanya Alana sembari mengarahkan pandangannya pada Kejora.
"Kucingnya berapa tahun?" Tanya Kejora.
"Masih bayi ini, masih 6 bulan. Kenapa, kamu gak takut kan sama Jelly?" Ya tentu dia menanyakannya karena dia tau kalau Agam takut dengan kucing, siapa tau adiknya juga.
"Engga, gak takut. Tapi emang gak boleh pelihara kucing karena kak Agam takut kucing," jelasnya sambil mengusap-usap bulu kucing itu.
Alana terkekeh, Alano juga tidak suka. Tapi karena dia memaksa jadilah Alano yang mengalah. "Alano juga takut, tapi aku maksa hahaha. Kenapa ya mereka takut kucing."
"Gak tau padahal lucu, aku suka deh kucing Kak Alana cantik."
Alana terkekeh dan menyauti apa yang ditanyakan oleh Kejora. Lama kelamaan mereka menjadi akrab sendiri, menang yang Kejora butuhkan adalah teman bicara sih jadi saat ada yang mau bicara padanya dia sangat antusias.
__ADS_1
Mereka juga nampaknya nyambung satu sama lain sampai tidak sadar Agam yang sudah selesai merapikan barangnya tersenyum melihat interaksi Alana dan Kejora. Jarang sekali Kejora mau bicara dengan orang lain, namun melihat Kejora yang nampak senang bicara dengan Alana membuat Agam sedikit senang. Sudah lama sekali rasanya tidak melihat Kejora sesenang itu apalagi sekarang mereka berdua sedang main kejar-kejaran bertiga bersama Jelly tentunya.