
"Ekhm." Suara itu mengejutkan Agam yang tengah fokus menatap Alana dan Kejora. Siapa lagi kalau bukan Alano.
Namun ya namanya juga Agam, dia sebisa mungkin stay cool meskipun sekarang dia merutuki kebodohannya sendiri dalam hati, sudah tau pawangnya Alana galak.
"Udah selesai?" Tanya Alano.
"Mau panggil Kejora," jawabnya dengan sebisa mungkin dibuat santai.
Alano hanya mengangguk-anggukan kepalanya dan membiarkan Agam mendekat ke arah taman belakang untuk menemui adiknya. Tapi tak bisa dipungkiri kalau Alano juga tersenyum, karena dia tau sekali kalau Kejora jarang sekali tersenyum dan sekarang Alana berhasil membuatnya tertawa. Memang Alana ini diluar nalar.
"Ayok pulang."
Kejora yang mendapat instruksi itu langsung menghentikan langkahnya, begitu juga dengan Alana yang kini malah mencebikkan bibirnya karena melihat wajah datar dan dingin itu menatap ke arahnya. Ya walaupun dia juga ingin tertawa karena melihat Agam yang sedikit menjaga jarak karena takut dengan Jelly.
"Masih mau main sama Kak Alana," ucap Kejora.
"Lain kali lagi," balas Agam.
Kejora memasang wajah sedihnya, tapi dia juga ingat kalau waktunya bersama Agam hanya satu minggu. Banyak yang harus mereka lakukan sebelum Kejora kembali ke rumah orang tuanya.
"Aku janji nanti kita main lagi, sama Jelly."
"Promise?" Tanya Kejora sembari mengacungkan jari kelingkingnya.
"I promise," balas Alana sembari menyambut acungan jari gadis itu.
Benar deh tidak salah memang kalau anak kecil bertemu anak kecil, pasti nyambung. Pikir Alano, ya meskipun Alana dan dia seumuran tapi Alano menganggapnya seperti anak kecil. Ya kalau disandingkan dengan Kejora mereka masih pantas.
"Yaudah aku pulang dulu ya, Kak. See u." Kejora pun menghampiri Agam lalu melambaikan tangan pada Alana.
Alana pun membalasnya dan tersenyum kecil. Meskipun kakaknya datar begitu, tapi Kejora anak yang seru untuk diajak bermain. Mungkin karena mereka memang dijaga ketat untuk tidak bermain kemana-mana jadilah mereka nyambung.
Setelah kepergian Agam dan Kejora, Alana pun menghampiri Alano yang duduk di sofa dan memeluknya. "Alaaaannnn."
Melihat itu Alana membalas pelukan Alana sembari merapikan helaian rambut di wajah Alana. "Hmm?"
"Gapapa sih Ana gabut aja. Kebetulan tadi ada adiknya Kak Agam jadi Ana ajak main."
__ADS_1
"Cocok."
"Cocok apanya?" Tanya Alana tak paham.
"Anak kecil ketemu anak kecil jadilah mereka cocok, akrab," jelas Alano sambil sedikit terkekeh.
"Ishhhh. Tapi kasian tau dia, Alan. Kayanya dia kesepian, dia gak pernah main keluar. Dia juga katanya baru ketemu Kak Agam lagi sekarang. Emang kenapa sih?" Tanya Alana.
"Kepo."
Alana memajukan bibirnya, ya memang dia kepo sih. Entahlah semua yang berhubungan dengan Agam menjadi menarik untuk dicari tahu. Mungkin karena memang Agam yang misterius kali ya jadi Alana penasaran. "Kasih tau ih."
"Kenapa, suka sama Agam?" Tanya Alano.
"Emangnya kalau mau tau tentang Kejora berarti suka sama kak Agam ya? Padahal Ana gak suka sama orang cuek, nyebelin, dingin, sok ganteng kaya gitu tapi Alan nanyanya gitu terus. Males ah, Ana main sama Jelly aja!" Gerutu Alana yang melepaskan dirinya dari Alano. Tapi detik itu juga Alano menahannya.
"Marah marah," ledek Alano.
"Ya habis Alan nanya terus, kan udah Ana bilang kalau Ana gak suka kok sama Kak Agam. Masih aja ditanya, gimana gak kesel?"
Alano yang melihat itu gemas sendiri dan mengacak acak rambut adiknya. "Lucu banget sih?"
"Hahahaha oke Alan cerita. Jadi ... " Alano mengantungkan ucapannya.
Alana menatap serius ke arah Alano. Alano pun menceritakan tentang bagaimana soal keluarga Agam yang dia ketahui, tidak detail memang yang pasti Alana tau kalau ternyata Agam itu anak broken home. Tapi kok tidak kelihatan ya? Bahkan dia seperti anak anak biasa.
Maksudnya yang sering Alana lihat kan kalau anak broken home banyak yang berontak, mereka akan mencari perhatian orang tuanya dengan berbagai cara, tapi dia tidak melihat itu dari Agam.
"Keren ya Kak Agam," ucap Alana tanpa sadar membuat Alano menajamkan matanya menatap adiknya itu.
"Apa?"
"Ohh maksudnya Ana keren gitu Kak Agam bisa bertahan padahal biasanya kalau anak broken home itu selalu berontak, jadi anak berandalan, gitu kan?" Jelas Alana yang tidak mau membuat Alano salah paham.
"Ya, tapi Aiden sama Anggara juga sama. Jadi mereka semua sama hebatnya, bersyukur kita punya keluarga yang utuh. Makanya kalau kakaknya bicara itu didengerin, harus nurut. Sama mama papa juga," peringat Alano.
"Emangnya Ana gak pernah nurut ya?" Kesal Alana.
__ADS_1
"Nurut, iya harus gini terus ya." Alano yang tertawa pun kini menarik hidung Alana dan dilanjutkan oleh gelak tawa keduanya.
.
.
.
Diperjalanan Agam melihat Kejora yang nampak terus senyum-senyum. Tidak biasanya gadis itu begitu. "Are happy now?"
"I'm soo happy," balas Kejora dengan antusias.
"Jadi apa yang buat kamu happy?" Tanya Agam sambil mengusap puncak kepala adiknya.
"Seneng bisa main sama kak Alana. Dia orangnya asik, lucu, gemesin juga. Nanti kapan-kapan ajak aku main sama dia lagi ya, Kak. Aku mau minta ajarin make up."
Agam mengernyitkan dahinya, tidak biasanya Kejora menyukai seseorang begini. Bahkan dia sangat menghindari orang baru. Apa yang sudah Alana lakukan pada adiknya itu. Agam hanya terdiam, tak membalas ucapan Kejora.
"Kak!"
"Ya?" Tanya Agam yang kembali memfokuskan dirinya pada Kejora.
"Kalau cari pacar tuh yang kaya kak Alana, udah cantik, baik, seru, mau diajak main juga sama aku. Nanti aku request calon kakak ipar aku kaya kak Alana ya?" Pinta Kejora.
Agam menghela napasnya, apalagi ini. "Masih sekolah, udah kakak ipar-kakak ipar aja."
"Ya kali aja kakak mau pacaran. Tapi kalau kakak sama kak Alana aku sih setuju."
"Ngga."
Kejora menatap kesal pada Agam. Tidak biasanya dia begitu. Biasanya dia juga Gonta ganti pacar meskipun tidak ada yang serius. "Kak ..."
"Apa?"
"Kakak suka ya sama Kak Alana?" Tebak Kejora.
"Jangan ngaco. Jadi mau eskrim apa?" Tanya Agam mengalihkan pembicaraan. Akan panjang urusannya kalau terus dilanjutkan.
__ADS_1
Kejora yang merasa aneh dengan tingkah kakaknya pun hanya senyum-senyum. Persis saat dulu dia jatuh cinta pada cinta pertamanya. Sok cuek tapi sebenarnya suka sekali. Kejora tertawa melihat kakaknya jadi salah tingkah, lucu sekali melihat kakaknya begini. Biasanya dia tanpa ekspresi. "Tapi Kak Alana lebih cantik daripada kak ... "
Agam menutup mulut Kejora dengan telapak tangannya, entah kenapa dia jadi merasa salah tingkah begini. Tapi ya harus dia akui kalau Alana memang lebih cantik dari orang di masa lalunya, lebih menarik juga. Namun dengan cepat Agam menggelengkan kepalanya, apa-apaan sih. Alana lagi Alana lagi. Dia tidak akan bisa tidur nyenyak nantinya kalau terus digoda seperti ini oleh Kejora.