
"Win,aku titip Ibu ya."
"Emang kalian berdua mau kemana?"
"Mau kepasar bentar,terpaksa aku jual ini biar acara ulang tahun Tia tetap jalan."
"Dasar pelit.sama anak sendiri juga."batin Wina.
"Yaudah,tapi jalan lupa bawa bakso ya,Kak."
"Hmmm,yaudah nanti kalo ingat aku belikan."ucap Tika ketus.
Tika dan suaminya pun segera berangkat setelah berpamitan pada Wina"Dari kemarin aku lihat Ibu kebanyakan melamun deh."Wina berbicara sendiri.
Ya,emang semenjak membuat Mona membencinya,Bu Rahma ahir-ahir ini kebanyakan melamun.kadang menangis sendiri bahkan makan pun ia tak berselera.
"Bu,ini aku bawa'kan sarapan.Ibu makan ya biar aku suapin."
"Letak di meja itu aja,Win.Ibu belum lapar sekarang."ucapnya tampa melihat ke arah Wina.
"Sebenarnya Ibu kenapa sih?aku perhatiin akhir-akhir ini Ibu kebanyakan melamun."
"Ibu kek gini gara-gara kamu sama Tika,akibat sifat serakah kalian Mona jadi membenci ku."
"Loh,Ibu nggak bisa nyalahin kita dong.kami kan juga nggak maksa Ibu buat ngelakuin itu.tapi kok nyalahin kita sih."protes Wina.
"Iya,tapi pas datang kesana kalian ngambil pake nggak perasaan,seperti sebelumnya kan masih aman.kamu juga pake ngambil tas sama sepatu Mona."
"Terserah Ibu lah mau ngomong apa? kalo mau makan ambil sendiri tapi kalo nggak mau yaudah."Wina keluar dengan perasaan kesal.
"Jadi lakunya cuman 10 juta ya,Bu?"
"Iya,Mba.ini udah saya kasih sesuai harga."
Saat ini Tika dan suaminya sudah berada di pasar dan sedang melakukan transaksi di toko emas.
"Udah Ma terima aja,daripada yang tadi cuman ngasih harga 8 juta doang."
"Baiklah,Bu.kalo gitu aku terima deh."ucap Tika.
"Ini uangnya,silahkan di hitung dulu."
"Udah Bu,uangnya pas kalo gitu kami permisi dulu."
"Ma,kita ke warung bakso dulu yuk.Papa lapar bangat soalnya."
"Boleh deh.kebetulan juga Mama udah lapar."
Begitu tiba di warung bakso Tika langsung memesan dua mangkok plus es jeruk nya dua,tak lupa juga ia bilang untuk di bungkus tiga porsi agar saat pulang tinggal ambil tampa menunggu lagi.
"Pa,gimana udah dapat kerjaan belum?soalnya Dani udah nggak bisa ngasih uangn bulanan seperti dulu lagi."
"Udah,tapi kerja bagunan,nggak papa kan,Ma?"
__ADS_1
"Sebenarnya sih malu,Pa.tapi untuk sementara nggak papa lah daripada nggak ada."mereka berdua langsung menikmati pesanan mereka begitu datang.
"Ma,bukannya si Wina itu anak yang berada di desanya?kenapa ia nggak minta uang aja sama orang tuanya."
"Orang tuanya pelit,Pa.pas pulang kesini aja mereka cuman ngasih 3 juta doang.padahal anak cuman dua ya kalo nggak Wina sama sodaranya yang menikmati siapa lagi."
Sementara di perusahaan.
Mona saat ini sedang di kantin bersama Desi untuk makan siang"Mon.menurut kamu Bos kita yang sekarang masih jomblo atau udah nikah?"
"Mana aku tau,tanya aja sendiri."
"Issss,mana berani aku nanyak secara langsung.kamu ada-ada aja deh."
"Kamu naksir ya sama Pak kulkas."tebak Mona.
"Pak kulksa."
"Iya,Bos kita yang sekarangkan dinginnya melebihi kulkas 10 pintu."
Puk!
"Kalo ngomong itu di jaga,sembarangan kamu ngatain Bos kita kulkas.kalo ada yang dengar terus ngadu gimana?"
"Bodo amat,emang kenyataan kok Bos kita dingin.nggak kebayang nanti cewek yang nikah sama dia."
"Awas loh kamu,siapa tau nanti yang jadi istrinya kamu,Mon."ucap Desi tertawa.
"Aku,ya nggaklah.maaf-maaf lah dulu,Des.meskipun dia tampan dan kaya kalo untuk jadi istrinya masih mikir seribu kali."
"Sudah berapa lama kamu menjadi sekretaris pribadi Pak Agus?"tanya Marsel dingin.
"Sudah 2 tahun,Pak."ucap Amel lembut.
"Lumayan lama juga ya,"Amel begitu senang karna dari tadi Marsel menatapnya.
"Apa aku bilang,mana ada laki-laki yang bisa menolak pesona seorang Amel.apa lagi si janda itu sok-sok'an bilang bersaing.mana level!"batin Amel.
"Ken,tolong kamu carikan aku sekretaris pribadi baru.aku mau hari ini juga harus dapat."
"Baik,Tuan."
"Kenapa harus cari yang lain lagi,Pak.aku kan sudah ada sebagai sekretaris Bapak?"ucap Amel kaget.
"Aku tidak perlu pendapat mu,mulai hari ini kamu bukan lagi sekretaris pribadi."
"Jadi kalo bukan sekretaris lagi,aku di tempat kan bagian apa,Pak?"
"Sebagai karyawan biasa."ucap Marsel datar.
"Dan satu lagi,kalo kamu masih ingin bekerja di sini.mulai besok ubah cara berpakain mu di sini tuh kantor bukan club malam."
"Ba...baik,Pak,kalo gitu aku permisi dulu."Amel tak terima di perlakukan seperti itu apa lagi menyinggung soal pakaiannya.
__ADS_1
"Dasar norak,masa baju kek gini aja di permasalahkan sih?padahal selama ini Pak Agus oke-oke aja tuh.lihat aja aku bersumpah akan buat kamu bertekuk lutut di kaki ku."batin Amel.
Saat sedang asyik bekerja Mona tiba-tiba di panggil tangan kanan Marsel siapa lagi kalo bukan Kenzo.
"Baik,saya akan segera kesana.Pak."Mona bangkit dari tempat duduknya.
"Ada apa lagi sih? kira-kira si kulkas mau ngomong apa ya?"batin Mona.
"Permisi,Pak kulkas."Mona buru-buru menutup mulutnya,sementara Marsel menatap Mona dengan tajam.
"Aduh,ni mulut kok bisa pake salah ucap lagi."Mona merutuki kebodohannya.
"Mulai besok kamu aku berhentikan sebagai Maneger keuangan."
Deg.
"Maksudnya..aku di pecat.Pak?"ucap Mona gemetar.
"Menurut mu?"
"Aku minta maaf,Pak.tadi aku cuman nggak sengaja bilangin Bapak..kul.."
"Emang kamu bilangin aku apa?"
"Eh,ternyata dia nggak dengar,berarti aku aman."Mona bernafas lega.
"Anu..Pak."
"Ngomong yang jelas,kalo nggak kamu aku pecat."
"Maafin aku,Pak.tadi aku nggak sengaja bilangin Bapak kulkas."ucap Mona jujur.
Kenzo berusaha menahan tawa agar tidak meledak,ia begitu terhibur dengan tingkah lucu Mona.
"Aku kan udah jujur,Pak,jadi tolong jangan pecat aku."ucap Mona memelas.
"Sangat imut."batin Marsel.
"Baiklah,tapi mulai besok kamu akan jadi sekretaris pribadi ku."
"Apa?..tapi."
"Terserah,kalo kamu tidak bersedia maka silahkan angkat kaki dari perusahaan ini."
"Jangan Pak,baiklah.aku bersedia menjadi sekretaris Bapak."ucap Mona lesuh.
"Kenapa dia tidak bersemangat,padahal ini kesempatan bagus untuk dia bisa menatap wajah tampan ku setiap hari."batin Marsel.
Setelah Mona keluar,Marsel langsung bertanya pada Kenzo.
"Ken,apa wajah ku sudah tidak tampan lagi?".
"Wajah Tuan masih tampan kok,emang kenapa Tuan bertanya seperti itu?"
__ADS_1
"Tidak,aku hanya ingin tau saja."elak Marsel.
"Dasar kulkas,selain sifatnya yang dingin ternyata dia pemaksa juga."ucap Mona kesal.