
"Dan,kamu ada uang nggak? Kaka lagi butuh bangat soalnya!"ucap Tika saat melihat Dani baru keluar dari kamar.
"Uang buat apa lagi,Kak?"jujur lama-lama Dani kesal dengan sifat sodaranya yang selalu meminta.
"Anu..gini bentar lagi kan Tia mau ulang tahun,semalam dia merengek minta di rayain."
"Aku nggak ada uang Kak,mungkin mulai bulan depan aku hanya bisa ngasih Kaka sebesar 500.00 ribu."
"Kok dikit bangat sih,mana cukup uang segitu."
"Kaka harus ngerti dong,kalo aku sekarang cuman bekerja sebagai OB,jangan lupa juga suruh Bang Dedi cari kerja."ucap Dani ketus.
"Terus gimana dong sama ulang tahun,Tia?bisa ngamuk dia kalo nggak di turuti."
"Ya,Kaka jual aja sebagian perhiasan milik mu.kalo berharap sama aku ya jelas nggak akan ada."
Tika terdiam mendengar ucapan Dani"Mungkin jalan satu-satunya cuman menjual perhiasan ku.kalo orang sini tau ulang tahun Tia nggak di rayain seperti biasanya,bisa malu aku."gumam Tika.
"Aku berangkat dulu."
Dani menggunakan angkot untuk berangkat kerja,meskipun sebenarnya malu karna udah terbiasa menggunakan mobil saat berangkat kerja.
"Coba aja Mona mau ngasih aku tumpangan,aku nggak bakalan keluar duit tiap hari buat ongkos,andai aja semua nggak ketahuan sama si Mona,mungkin sekarang hidup ku masih enak di tambah lagi memiliki istri dua,tapi Mona sok-sokan nggak mau di madu."bantin Dani.
Karna terlalu asyik melamun sampe-sampe Dani tak sadar kalo ia sudah sampe di depan kantor tempat ia bekerja.
"Mas,kita udah sampe nih."ucap sang sopir.
"Eh,terimakasih Pak.ini ongkosnya."Dani buru-buru turun.
"Wess,yang punya jabatan baru."ledek Dika.
"Kalo di lihat-lihat kamu emang cocok jadi Ob,Dan."timpal Ilham sambil tertawa.
"Teman sialan,teman macam apa kalian yang tega menertawakan teman sendiri yang lagi dapat musibah."
"Nggak usah baper napa,musibah yang kamu alami saat ini kan hasil dari perbuatan mu sendiri,terlalu serakah sih."
"Betul-betul,sebelumnya kita udah ingatin kamu kan?tapi otak mu aja yang keras."
Tak jauh dari mereka Mona baru turun dari mobilnya,semakin hari Mona semakin cantik.
"Pagi."sapa Mona sambil tersenyum.
"Pagi juga."cicit Ilham dan Dika,berbeda dengan Dani yang salah tingkah.
"Aku duluan ya,kalian juga jangan ke asyikan ngobrol loh,nanti kena marah apa lagi hari kita kita kedatangan Ceo baru."ucap Mona bergegas pergi.
__ADS_1
"Biasa aja dong ngeliatnya,ingat udah mantan woy."
"Eh,apaan sih kalian berdua,heran kok nggak bisa lihat orang senang bentar-bentar,maksud Mona tadi apa?Ceo?bukaanya pemilik perusaan ini Pak Agus ya?"
"Yang aku dengar sih bukan,dia itu cuman orang kepercayaan aja,sekaligus orang terdekat pemilik perusahaan ini.bisa di bilang pengganti sementara aja."
"Nanti aja lah kita ngobrol lagi,takut kena semprot karna asyik ngerumpi."ucap Ilham.
Dengan lesuh Dani berjalan ke tempat kerja barunya,ia mulai megerjakan tugas yang di berikan padanya.
Seluruh kantor membicarakan anak pemilik perusahaan ini yang sebentar lagi akan tiba.apa lagi karyawan perempuan yang hobi ngibah.
"Aku yakin,bahwa pemimpin baru kita ini sangat tampan."
"Betul,aku juga berfikir seperti itu.dan dengar-dengar dia baru pulang dari luar negeri setelah selesai kuliah."
"Ah,aku udah nggak sabar pengen cepat-cepat lihat wajahnya."
"Kerja yang benar,jangan pada asyik ngobrol aja."ucap kepala pelayan kantor itu.
"Baik,Bu."ucap mereka serempak.
Sekitar setengah jam,orang yang mereka tunggu-tunggu ahirnya datang juga.
"Astaga,nyesal aku buru-buru datang ke kantor tadi.mana perut aku lapar bangat lagi."gumam Mona.
"Calon imam ku!"
Dan masih banyak lagi bisik-bisik yang Mona dengar,namun Mona cuek aja.
"Mon,lihat deh.ganteng bangat ya pemimpin baru kita."bisik Desi.
"Ganteng apaan,biasa aja kok."cicit Mona ketus.
"Mungkin mata mu katarak kali,masa orang kayak pangeran gitu di bilang biasa aja."
"Bodoh amat!"
Dari jarak yang tak terlalu jauh,laki-laki tersebut memandang Mona namun yang di tatap hanya cuek aja.
"Selamat pagi semua.."
"Pagi..Pak!"
"Perkenalkan dia ini Tuan Marsel Wijaya,anak dari pemilik perusahaan ini.dan mulai hari juga beliau lah yang akan memimpin di sini."
"Terimakasih atas sambutannya,selamat bekerja sama."ucap Marsel dingin.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih?dari tadi gelisah gitu?"
"Aku lapar,Des,tadi di rumah nggak sempat sarapan karna buru-buru."bisik Mona.
"Oh,kirain kamu lagi cacingan."
Semuanya pun di perbolehkan bubar ke tempat kerja masing-masing.Mona bernafas lega.
"Suruh bagian keuangan keruangan saya sekarang juga."
"Baik,Pak!"
"Makan dikit nggak papa kali ya.daripada aku pingsan entar."Mona mengambil bekal yang ia bawa.
"Mona,kamu di suruh keruangan Bos sekarang,jangan lupa bawa data-data keuangan."
"Sial bangat sih,mana baru satu suap lagi sementara cacing-cacing di perut ku masih pada demo."umpat Mona.
"Mona..."
"Eh,iya Pak."Mona mengambil data yang di minta dan bergegas pergi.
Mona mengentuk pintu sebelum masuk kedalam.
"Silahkan masuk!"
"Permisi..Pak,ini data yang Bapak minta.kalo gitu saya permisi dulu."ucap Mona sopan.
"Hmmmm,emang yang nyuruh kamu pergi siapa?dan saya kan belum periksa data-data yang kamu berikan ini."
"Maaf..Pak!"ucap Mona menunduk.
"Dasar kulkas,heran sama cewek-cewek di sini kok pada suka cowok model beginian."batin Mona.
"Bagaimana,Pak?apakah ada yang harus saya perbaiki?"
"Tidak,kamu boleh keluar sekarang."
Seperti mendapat angin segar Mona buru-buru pergi dari ruangan sang Bos.
"He..Mona,pasti kamu sengaja lama-lama kan di ruangan Pak Marsel?dan kamu pasti mau menggodanya dasar janda gatal."
"Kalo ngomong itu di jaga,nggak usah sama kan aku dengan kamu yang suka tepar pesona dan suka gatal sama laki-laki yang kamu lihat tampan,emang aku janda.tapi aku nggak semurah yang ada di otak mu."ucap Mona sinis.
"Kurang ajar,ternyata dia nggak takut sama aku."
"Satu lagi,sebelum kamu ngatain aku penggoda,lebih baik kamu ngaca dulu.mana karyawan berpakaian kurang bahan seperti ini untuk bekerja,jadi dari sini aja bisa di lihat siapa wanita penggoda dan bukan.kalo kamu merasa cantik nggak usah takut untuk bersaing dong."Mona bergegas pergi.
__ADS_1
Amel begitu marah saat Mona mengatainya,jelas ia tak terima apa lagi baru Mona yang berani melawan dia"Pasti dia iri sama ku karna memiliki bodi bagus."gumamnya.