AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 18-TAKUT.


__ADS_3

"Mon.dari tadi aku perhatiin kamu melamun terus deh,lagi mikirin cicilan ya?"ucap Desi sambil mengunyah makanannya.


"Ishhhh,ya nggaklah.aku pengen ngomong sesuatu sama kamu,tapi ini cuman rahasia kita berdua."bisik Mona.


" Rahasia apaan?" Desi mulai serius untuk mendengarkan Mona.


" Aku mau dilamar sama Pak kulkas!"


"Apa??"teriak Desi spontan.


"Des.nggak usah teriak-teriak napa? malu tau di sini lagi banyak orang."


"Gimana nggak teriak coba,ini kan berita sangat langka."


" Kalau gitu nggak jadi ah ceritanya."


"Ye.jangan dong,kamu mau aku mati penasaran karna kamu nggak jadi cerita? mana aku belum nikah lagi."


" Ya udah kalau gitu nggak teriak-teriak."ucap Mona ketus.


"Ok-ok,aku janji nggak akan teriak lagi dan nggak akan buka suara sebelum kamu selesai cerita."


"Benaran ya.kalo kamu ingkar sedikit aja aku nggak akan mau lanjut cerita."


"Iya-iya.buruan dong cerita sekarang."Desi benar-benar nggak sabar untuk menjadi pendengar.


"Sebenarnya Kejadian ini di luar kendali aku Des,aku juga nggak tau rencana ini Pak kulkas yang buat."


Mona pun mulai menceritakan semuanya pada Desi"Awalnya aku nggak setuju dengan ide gila ini,tapi kamu tau sendirilah gimana sifatnya si kulkas yang dikit-dikit pecat.apa lagi seluruh keluarganya udah setuju dah berharap lagi,menurut kamu harus gimana sekarang?"


"Ya nggak ada pilihan lain selain setuju,salah kamu sendiri kenapa nggak mikir-mikir jauh."


"Bukan aku nggak mikir Desi,aku kan udah bilang tadi semua terjadi begitu aja."omel Mona.


"Kamu jalani aja dulu,cuman itu saran yang bisa aku kasih saat ini."


Mona pun hanya bisa mengangguk tanda setuju.


"Emang rencana lamarannya kapan?ngomong-ngomong si Bos ada sodara atau sepupu nggak ya?"


"Emang kenapa?"


"Siapa tau ada yang cocok sama aku."ucap Desi nyengir.


"Ada.tuh Pak Kenzo."

__ADS_1


"Ogah.mana sifatnya nggak jauh beda sama Pak Marsel,aku tuh pengen punya suami yang baik,kaya.terus yang mau nerima aku apa adanya."


"Aminn.semoga keinginan mu segera tercapai sebelum aku lamaran."


"Nggak bisa gitu dong,kamu duluan baru aku nyusul di belakang.Mon,masih ingat nggak saat aku bilang jodoh kamu Pak Marsel?mungkin kamu termakan omongan mu sendiri."


"Mana ada,mungkin cuman kebetulan aja kali.yuk sekarang kita balik kerja."Mona menarik tangan Desi.


"Bang.kami berdua utang dulu ya!"teriak Mona tampa malu,sementara si penjual bakso hanya angkat tangan.


Begitulah mereka berdua lebih senang makan di pinggir jalan daripada di kantin perusahan.


"Padahal gaji mu sudah dua kali lipat aku berikan,tapi kenapa kamu masih ngutang aja di kedai bakso itu."


"Bapak nggak usah sok tau deh."ucap Mona menahan malu,ya Marsel tidak sengaja tadi mendengar teriakan Mona saat mereka berdua baru tiba.


"Bukan sok tau,tapi suara mu tadi kedengaran sampe ke seberang jalan."Mona pura-pura mendengar ia pokus untuk bekerja.


mereka seperti mau nerkam aku aja."


Di dalam life begitu senyap,Mona maupun Marsel tidak ada yang berbicara.mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing,belum sampe tujuan tiba-tiba lift berhenti dan menjadi gelap.


"Bapak apaan sih main peluk-peluk sembarangan.lepasin nggak?"Mona mencoba mendorong Marsel,namun tenaganya masih kalah.


"Aku mohon biarkan begini sebentar,sampe lampu hidup dan terang kembali." tak banyak yang tau kalo Marsel takut akan kegelapan.


"Apa jangan-jangan emang dia takut kegelapan."gumam Mona,terpaksa ia membiarkan Marsel memeluk tubuh mungilnya.


Sementara Kenzo sudah memanggil petugas agar segera memperbaiki lampu yang padam.


" Kira-kira Masih lama nggak,Pak?"ucap Kenzo yang mulai panik.


"Sebentar lagi kok Tuan,ini ada kerusakan sedikit."


"Baik,kalo bisa usahakan cepat ya Pak.soalnya di dalam ada orang."


"Dasar kelinci,aku yang ketakutan dia malah enak-enakan tidur di pelukan ku."Marsel menatap Mona yang terlelap.


Begitu selesai diperbaiki dan pintu lift terbuka,Kenzo dan berapa orang yang melihat Marcel terkejut.


"Biar saya bantu,Tuan."namun Marsel memberi code pada Kenzo.


Dengan perlahan Marsel meletakkan tubuh Mona di atas sofa,ia bahkan membuka jasnya dan menutupi badan Mona.


"Apa aku nggak salah lihat,jangan-jangan Tuan udah mulai jatuh cinta."pikir Kenzo.

__ADS_1


Mona terbangun ketika sudah sore ia begitu terkejut setelah melihat jam"Astaga.kok aku bisa di sini sih?bukannya tadi."Mona pun mulai mengingat soal kejadian tadi.


"Astaga.bisa-bisanya aku tadi ketiduran,pasti Pak kulkas sangat marah."Mona begitu cemas.


"Ehmmm,apakah kamu masih mau lanjut tidur?kalo iya biar aku pulang duluan."


"Eh."Mona bergegas berdiri meskipun nyawanya belum ngumpul.


"Naiklah,biar aku antar."


"Nggak usah,Pak.."


"Aku tidak menerima penolakan apapun."mau tak mau Mona pun akhirnya naik.


"Maaf.kalo beleh tau,apa Bapak tau siapa yang narok aku di sofa?"ucap Mona pelan.


"Kamu jalan sendiri tadi.gara-gara kamu kita jadi batal rapat."


"Kok gara-gara aku sih,itu mah salah Bapak sendiri kenapa nggak bangunin aku."Mona tak mau di salahkan.


"Bukan nggak mau bangunin,tapi kamu tidur udah seperti orang mat* tadi,mana kamu meluk aku begitu erat lagi."


"Apa?jadi tadi yang aku kira bantal guling itu,"untuk kedua kalinya Mona malu.


Tak terasa mobil Marsel udah tiba di depan rumah Mona.


"Terimakasih,Pak."ucap Mona menunduk.


"Tunggu.apa kamu sudah memberitahu keluarga mu?"


"Sudah.aku bilang minggu depan keluarga Bapak akan datang."


"Bagus,kalo gitu kamu masuklah sekarang."ucap Marsel.


Tak terasa hari sudah malam.di rumah Karin kedua orang tuanya sedang bertanya apa yang terjadi pada Karin.


"Ris.apa yang terjadi pada Adik mu?"


"Aku juga nggak tau Ma.tadi aku melihat dia hampir di bawa seorang laki-laki masuk ke dalam mobil,untuk aku lihat.kalo nggak entah gimana nasibnya sekarang?"ucap Risa.


"Marsel,kamu tau kan aku begitu cinta sama kamu.tapi kenapa kamu malah memilih janda itu menjadi istri mu di bandingkan aku."ucap Karin mabuk.


"Dan kenapa semua rencana yang telah aku buat gagal,padahal aku sangat ingin wanita itu mati."ucap Karin tertawa.


"Astaga.ternyata anak ini bikin ulah,gimana kalo keluarga Wijaya tau,Pah?"ia begitu geram melihat Karin.

__ADS_1


"Papa juga nggak tau harus gimana lagi,Ma.satu-satunya cara besok kita harus kirim Karin keluar negeri,daripada disini dia bikin ulah."


"Mama setuju,untung wanita yang di maksud Karin selamat?coba kalo nggak?"


__ADS_2