AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 8-ULANG TAHUN.


__ADS_3

Setelah keluarga Tika pergi,Mona duduk dengan mengatur nafas,ia masih nggak menyangka dengan sifat Ibu dari mantan suaminya itu.


"Bik,apa Bibik sama sekali nggak tau soal kejadian di rumah ini?"


"Maafin Bibik,Neng.jujur Bibik nggak tau sama sekali soalnya setiap Neng udah berangkat kerja mantan Ibu mertua Neng selalu menyuruh Bibik untuk pergi,entah itu untuk membeli sesuatu kayak kemarin Bibik di suruh beli martabak padahal masih pagi."


"Berarti emang mereka sudah merencanakan semuanya dengan baik,untung semalam aku ngambil minuman dingin jadi tau deh."


"Sekali lagi,Bibik benar-benar minta maaf ya,Neng."


"Udah nggak papa kok semuanya kan udah beres.lagi pula itu bukan salah Bibik juga."ucap Mona tersenyum.


"Dasar wanita bar-bar,mana tamparan dia begitu sakit lagi."sekarang mereka bertiga sudah tiba di rumah Tika.


"Aku benar-benar nggak terima di perlakukan seperti ini,Kak.aku bersumpah akan membalas rasa sakit ini dua kali lipat."


"Sama Win,aku juga nggak terima.pokoknya kita harus cari cara untuk membalas wanita sialan itu."ucap Tika emosi.


"Itu semua juga salah kalian.coba aja kalian berdua tadi dengarin kata-kata Ibu semuanya nggak akan seperti ini.kamu juga Win,ngapain coba kamu pake ambil tas sama sepetu milik Mona?"


"Namanya aku pengen,Bu.apa lagi kedua barang itu sudah lama aku incar."ucap Wina mayun.


"Ibu benar-benar menyesal telah menyetujui rencana kalian,akibatnya Mona sekarang juga ikut membenci Ibu."Bu Rahma bergegas pergi setelah mengatakan itu.


"Kok jadi kita yang salah sih,Kak?"


"Kamu nggak usah dengerin apa kata Ibu,wajar aja dia sakit hati saat Mona mengatakan kalimat itu tadi.soalnya selama jadi menantu di rumah ini Mona begitu sangat menyayangi Mona."terang Tika.


"Astaga,wajah kalian berdua kenapa?"ucap Dani yang baru datang dari luar.


"Ini semua perbuatan mantan istri mu,Mas.dia menghajar aku sama Kak Tika tampa ampun."adu Wina.


"Kok bisa?emang kalian berdua ada masalah apa sama Mona?"


"Kita cuman mau jemput Ibu aja kok,tapi Mona malah nuduh kita mencuri di rumahnya."


"Kalo cuman gara-gara itu aku nggai yakin,soalnya aku tau bangat gimana sifat Mona."


"Kok Mas jadi belain dia sih?"


"Bukan membela,cuman nggak masuk akal aja masa' gara-gara cuman mau jemput Ibu kalian berdua di tuduh mencuri dan di hajar begitu."

__ADS_1


"Sebenarnya emang bukan itu masalahnya,Dan."Tika pun ahirnya menceritakan semua pada Dani tampa ada yang di sembunyikan.


"Ya wajarlah si Mona marah,kalian pun ngambil nggak kira-kira."


"Mas.dari tadi aku perhatikan kamu itu terus aja membela dia."ucap Wina tajam.


"Bukan gitu sayang---"


"Bukan gitu gimana?emang kamu pikir kuping aku bermasalah."


"Udahlah nggak usah ribut-ribut.sini biar aku bantu obatin luka kamu sayang."


Wina pun tersenyum malu mendengar ucapan Dani.


"Kak,gimana kalo kita buat laporin aja kepolisi biar dia di tangkap,pasti setelah itu dia akan ngemis-ngemis sama kita buat bebasin dia."


"Kamu nggak usah aneh-aneh,Win.jika kita lapor yang ada nanti kalah kita yang kena tahan.emang kamu mau?"


"Ya nggaklah,tapi Kak.kasus ini bisa dipidanakan dengan tuduhan penganiaayaan."


"Wina,mona itu sekarang punya pekerjaan bagus.pasti dia bisa sewa pengacara yang mahal,sedangkan kita?jika seandainya pun kita ke rumah sakit buat visum untuk bukti,aku yakin bahwa Mona lebih memiliki bukti yang kuat soal kasus ini."ucap Tika kesal.


"Ya nggaklah,cuman kita cari waktu yang tepat untuk membalas dia."


Sementara di dalam kamar Bu Rahma menangis menyesali perbuatannya,ia sudah mengirim beberapa pesan pada Mona,bahkan ia juga sudah menelfon tadi Mona sama sekali tidak merespon."


"Ibu minta maaf,Mon,seharusnya Ibu nggak setuju dengan ide mereka Ibu sangat menyesal."gumam Bu Rahma.


"Ibu kenapa menangis?"tanya Dani yang baru masuk.


"Mona,Dan.Mona sekarang membenci Ibu.."


"Mona nggak mungkin benci sama Ibu,lihat sendiri kan selama ini dia begitu sayang dan merawat Ibu sepenuh hati,mungkin Mona cuman kecewa aja."Dani mencoba untuk menghibur Ibunya.


"Nggak! tadi aja dia membentak ibu.padahal semua ini bukan salah Ibu sepenuhnya."


"Sudahlah,lebih baik sekarang Ibu makan dulu karna ini udah siang.habis itu baru minum obat."meskipun enggan Bu Rahma tetap menerima suapan dari Dani.


"MAMA...MAMA!"teriak Tia yang baru aja datang dari luar.


"Ada apa sih,Tia? kenapa kamu teriak-teriak begitu?"

__ADS_1


"Ma.satu bulan lagi kan aku ulang tahun,pokoknya aku mau di rayain kayak intan itu."


"Intan.."


"Iya Ma,hari ini dia ulang tahun,dan ulang tahunnya begitu mewah dan meriah aku juga pengen seperti itu."rengek Tia.


"Ya ampun,Tia.Mama mana ada duit buat biayain itu semua.kamu pikir biayanya itu murah apa?"


"Ya aku nggak mau tau,ingat Ma.aku ini anak mu satu-satunya biasanya juga apa yang aku minta pasti Mama kasih,jangan lupa juga undang badut ."


Tika pusing mendengar ucapan Tia"Dari mana aku dapat uang banyak."gumam Tika kesal


Selama ini dia begitu memanjakan Tia,meskipun Dedi tidak bekerja tapi tiap bulan ia mendapat jatah dari Dani,kalo soal makanan nggak usah di tanyak lagi karna Tika selalu mengambil dari rumah Mona sesuka hatinya.


"Kenapa melamun,Kak?lagi mikirin apa sih?"


"Itu Win,si Tia minta di rayain ulang tahunnya.mana biayanya nggak sedikit lagi aku mau cari uang kemana coba."Tika memijit keningnya.


"Kaka kan punya emas lumayan banyak,jual aja itu sebagian."


"Nggak mau,enak aja nyuruh jual lebih baik aku minta sama Dani."


"Ya nggak bisa gitu dong,Kak.ngertiin dikit napa sekarang suami aku itu udah nggak sebesar dulu gajinya,masih untung kami mau ngeluarin duit buat kebutuhan rumah ini."


"Ya wajar dong,kalian kan numpang di sini?"


"Kami nggak numpang ya karna ini juga sebagian haknya Mas Dani,lagi pula Tia itu bukan orang lain loh,masa sama anak sendiri pelit bangat."Tika terdiam mendengar ucapan Wina.


Sementara di tempat lain,Mona dan Bik Sur sedang berada di pusat perbelanjaan.


"Ayok pilih,Bik.nggak usah sungkan."ucap Mona.


"Ini kan udah Neng."


"Mumpung kita lagi di sini,Bik.apa lagi sekarang banyak diskon."


Karna terus di desak Bibik pun segera mengambil beberapa potong daster.


"Makasih banyak ya,Neng.padahal Bibik belum ada satu bulan bekerja sama Neng.tapi udah di beri banyak hadiah."


"Sama-sama."sahut Mona tulus.

__ADS_1


__ADS_2