AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 14-MONA KESAL.


__ADS_3

"Tante lagi sibuk bangat ya?"ucap Karin merasa di abaikan.


"Sangat sibuk bangat,Rin.soalnya nanti malam mau ada tamu istimewa ke rumah ini."Bu Nisa sibuk meracik semua sayuran.


"Ihhhh,seistimewa apa sih tu orang?sampe-sampe aku di cuekin seperti ini."


"Kalo kamu merasa di cuekin di sini yaudah pulang sana."ucap Oma Tari.


"Kok di suruh pulang sih?aku udah capek-capek datang kesini tapi Oma tega sama aku."


"Daripada kamu di situ cuman cemberut aja mending ikut bantuin sini."


"Aku mana bisa masak Oma,lagi pula kan udah ada pembantu jadi buat apa kita susah-susah ngotorin tangan."


"lagian udah jam segini Marsel kok belum pulang sih?aku kan udah nggak sabar pengen ketemu sama dia."


Semua yang di dapur hanya diam saja tampa menyahuti omongan Karin yang menurut mereka nggak penting sama sekali.


"Tante.kapan rencana perjodohan kami di bahas?Tante udah janji loh waktu itu."Karin masih saja terus mengajak bu Nisa bicara.


"Lebih baik kamu lupakan aja soal perjodohan itu,karna sampe kapan pun itu nggak akan terjadi."Oma Tari melihat Karin sinis.


"Nggak bisa gitu dong Oma,lagi pula Tante udah janji dan Oma tau sendirikan kalo janji itu harus di tepati."


"Maaf,Rin.apa yang di katakan Oma itu benar,dulu Tante emang janji sama kamu kalo ternyata Marsel belum mempunyai calon maka Tante akan menjodohkan mu dengan Marsel,tapi ternyata dugaan Tante salah.nanti malam Marsel akan datang membawa calon istrinya ke sini.makanya hari ini kami masak yang istimewa."


Deg.


"Jadi..Marsel udah punya calon istri?"ucap Karin lirih.


"Betul,kami harap kamu nggak buat ulah kalo masih pengen di sini."


Karin benar-benar nggak terima kalo laki-laki yang ia sukai akan menikah"Jika aku nggak bisa miliki Marsel,maka wanita mana pun nggak akan bisa."pikir Karin.


"Tante,Om.aku minta ijin ingin mengajak putri kalian keluar malam ini."ucap Marsel sopan


Ya,setelah pulang dari kantor dan mandi Marsel langsung tancap gas ke alamat yang di kirim oleh Mona tadi.


"Silahkan aja Nak.tapi tolong jaga putri kami dengan baik dan ingat jangan pulang terlalu malam."


"Pasti Om.aku akan mendengar ucapan Om barusan."


"Pak,aku udah siap jadi berangkat sekarang yuk biar nggak kemalaman."Marsel terdiam melihat penampilan Mona malam ini,terlihat sangat cantik.


"Baiklah,kita berangkat sekarang."Marsel kembali ke mode kulkasnya.


Setelah berpamitan mereka berdua pun segera pergi"Pa,menurut Papa mereka cocok atau nggak?"


"Kalo menurut Papa sih cocok-cocok aja,tapi balik lagi ke mereka berdua dan kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat mereka berdua."


"Papa benar,"

__ADS_1


Di dalam mobil Mona dan Marsel sama-sama diam,mereka bingung harus memulai obrolan dari mana.


"Pak.sebenarnya kita ini mau kemana sih?"


"Nggak usah banyak tanya kelinci,nanti kamu juga akan tau sendiri."


"Jangan-jangan Bapak mau menjual aku."ucap Mona mendelik.


"Buat apa aku menjual kamu sementara uang ku sudah banyak,lagi pula siapa yang mau membeli orang tepos tapi rakus seperti kamu?yang ada mereka rugi saat ngasih kamu makan."


"Dasar kulkas sialan."umpat Mona.


"Nggak usah mengumpat gitu,pasti kamu sedang memaki ku kan."


"Sok tau,kayak dukun aja."cibir Mona.


Tak terasa mereka berdua sudah tiba di rumah mewah Marsel."Ayok turun.apa kamu akan berdiam diri terus di situ?"


"Mewah bangat,ini istana siapa Pak kulkas?"


"Ayo buruan masuk kita udah di tungguin di dalam."Marsel menggenggam tangan Mona.


"Nggak pegang-pegang juga kali,Pak.cari kesempatan aja."


"Diam."


Mona langsung ciut melihat tatapan tajam Marsel"Kalo nggak ingat dia ini Bos ku.mungkin udah aku colok tu mata."


"Malam Tante,Om.Nek."Mona memberi salam pada keluarga Marsel.


"Ayok kita duduk sayang."Bu Nisa mengandeng tangan Mona lembut.


"Marsel,aku kangen bangat sama kamu."Karin tiba-tiba bangkit dan memeluk Marsel.


"Lepas.tolong jaga sikap kamu di depan keluarga ku,terutama di depan calon istri ku."Marsel menepis tangan karin.


Mona benar-benar bingung dengan situasi saat ini,dia meminta penjelasan melalui tatapan pada Marsel.


"Ayok di makan sayang.Tante sengaja memasak yang istimewa khusus buat kamu."


"Terimakasih Tante."Mona mulai menikmati makan malam di rumah Marsel dengan dengan canggung.sementara Karin merasa sangat panas melihat keluarga Marsel begitu lembut menyambut Mona.


"Sekali lagi terimakasih Tante,semua masakan Tante begitu enak."


Setelah Selesai makan mereka semua pun berpindah ke ruang tamu untuk mengobrol.


" Tante.aku izin numpang ke kamar mandi sebentar,"


"Tentu,Nak.apa kamu mau Tante temani."


"Nggak perlu Tante.aku bisa sendiri."tolak Mona lembut.

__ADS_1


Setelah kepergian Mona ke kamar mandi tak Berapa lama Karin juga ikut meminta izin ke kamar mandi.


"Apa tujuan mu mendekati keluarga,Tante Nisa?"Karin bersandar di tembok sambil melipat tangan di dada.


"Maksudnya?"ucap Mona bingung.


"Kamu nggak usah pura-pura bodoh dan nggak tau.apa tujuan mu menikah dengan Marsel hanya ingin menguasai hartanya?"


"Kenapa kamu berpikiran seperti itu sama aku?sementara kita aja baru ketemu hari tapi kamu udah bisa menilai orang dengan sesuka hati mu."


"Ci.nggak usah munaf*k jadi orang,karna aku udah tau sifat perempuan yang memdekati Marsel."


"Termasuk kamu."ucap Mona sinis.


"Maksud kamu apa?"ucap Karin emosi.


" Santai aja dong nggak usah emosi."


"Pokoknya aku minta jauhin Marsel,karna dia cuman milik aku jadi sampe kapan pun aku nggak akan setuju kamu menikah dengan dia."


" Semua keluarganya aja setuju dengan pernikahan kami. lantas buat apa aku pusing-pusing memikirkan persetujuan dari kamu?"


Karin tak percaya dengan keberanian Mona terhadapnya"Ternyata nyali mu kuat juga ya."


"Harus dong,karna untuk menghadapi manusia-manusia iri dan berhati busuk kita memang wajib punya nyali tinggi."


"Udah ah.aku mau berkumpul dulu dengan calon suami dan mertua ku..dadahh."ucap Mona tersenyum manis.


Karin pulang ke rumahnya dengan perasaan emosi marah bercampur menjadi satu,semenjak kedatangan Mona ia merasa tidak di hargai.


" Awas kamu wanita sialan.baru kali ini aku merasa di hina.apa hebatnya perempuan itu? Lagi boleh kenapa Tante Nisa dan Oma Tari langsung menerima kehadiran dia.harusnya aku yang menjadi menantu di keluarga wijaya bukan yang lain ataupun perempuan itu..arrggghhh."Karin memukul stir mobilnya lumayan kuat.


" Kamu kenapa Karin?kenapa pulang-pulang dari rumah Marsel kamu menangis?"


"Ma.Tante Nisa itu pembohong dia nggak bisa nepati janji.Ma,"Karin pun mulai menceritakan semua sambil menangis.


"Papa sama Mama mau kan nurutin permintaan ku.tolong kalian bujuk keluarga Marsel untuk membatalkan pernikahan itu,aku nggak rela dia jadi milik orang lain,Ma..Pa."ucap Karin memohon.


"Tidak,kali ini Papa tidak akan menuruti keinginan mu,kamu ikhlas kan aja Marsel bersama perempuan itu..kamu.."


"Nggak.aku cuman mau sama Marsel doang Pa.tolong bujuk Papa.Ma,"


"Kali ini Mama juga setuju sama Papa kamu.mungkin Marsel emang bukan jodoh kamu.."


"Mama sama Papa jahat."teriak Karin.


"Cukup,selama ini kami selalu menuruti setiap apa yang kamu minta tampa pikir,kamu jangan keras kepala jadi orang Karin.kamu tau sendirikan gimana keluarga wijaya jadi jangan hanya gara-gara tingkah mu ini kita semua jadi melarat."bentak Pak Amar.


"Kalo kalian nggak mau,lebih baik aku mati aja."Karin yakin ancaman-nya berhasil.


"Silahkan jika emang itu mau kamu,"Karin tercengang mendengar ucapan sang Papa.ia juga sempat menatap wanita yang melahirkannya namun Karin di abaikan.

__ADS_1


"Ayok kita ke kamar,Pa.terserah anak ini mau melakukan apa,jika kamu masih nekat dengan rencana mu itu maka jangan salahkan Mama jika semua kemewahan yang kamu nikmati sekarang akan hilang."


__ADS_2