
Selama dalam perjalanan Mona tidur di pangkuan Marsel,sementara Marsel memantau pekerjaan melalui laptop yang ia bawa selalu.
"Bangunlah kita udah sampai,nanti kamu lanjut lagi tidurnya di penginapan."ucap Marsel lembut.
"Aku lapar."ucap ku dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ayok kita naik dulu ke mobil,nanti kita singgah begitu melihat Restoran."
Mona tidak menjawab iya mengikuti langkah Marsel masuk ke dalam mobil.
" Pak,kita singgah dulu ke Restoran itu."ucap Marsel.
" Baik Tuan."sang sopir berhenti sesuai dengan perintah anak Bosnya.
" Silakan Tuan dan Nona."
"Ayok kita sarapan bersama,Pak."ucap Mona.
"Tidak us..."
" Benar kata istriku Pak,ayo kita sarapan sama-sama."ucap Marsel.
Akhirnya mereka bertiga masuk ke dalam restoran,begitu duduk ketiganya langsung memilih menu sesuai dengan selera masing-masing.
"Mas.aku ke toilet sebentar ya."
"Baiklah."
Mona langsung mencuci mukanya begitu sampai di toilet"Ternyata dibalik sikap dinginnya ia masih mempunyai hati yang lembut."gumam Mona.
"Apa aku harus menuruti perkataan Desi? Kalau dipikir-pikir emang nggak ada salahnya juga dicoba!"
Sebelum berangkat bulan madu Mona dan Desi telfonan,sekaligus meminta pendapat langkah apa yang harus ia ambil.
"Nggak ada salahnya kamu coba buka hati kamu,Mon.nggak semua laki-laki punya sifat seperti Dani.lagi pula kamu nggak takut nanti suami kamu cari pelampiasan disana?dia laki-laki normal yang masih memiliki nafsu,satu atau dua hari okelah dia masih bisa tahan.."
"Tapi kalo harus menunggu timbul dulu rasa cinta kamu buat dia itu namanya kamu egois,yang ada nanti semua orang bakalan nyalahin kamu."kata-kata itulah yang masih Mona ingat dengan jelas.
"Bismilah.aku pasti bisa,"ucap ku menyemangati diri.
Mona buru-buru keluar dari kamar mandi,ia segera bergabung dengan suami dan supir mereka.
"Kenapa kamu lama?apa terjadi sesuatu di toilet."Mona menangkap ke khawatiran di wajar Marsel.
"Aku nggak papa Mas.tadi di toilet lumayan rame."
Setelah itu mereka bertiga langsung menyantap makanan masing-masing.
" Pelan-pelan aja makannya, nggak akan ada yang minta kok,nanti kalo masih kurang kita pesan lagi bila perlu kita borong."Marsel melihat Mona yang makan begitu lahap.
"Maaf.soalnya aku lapar bangat."ucap Mona malu.
__ADS_1
" Astaga aku seperti obat nyamuk di sini."ucap Budi sang sopir.
Setelah selesai makan Marsel langsung menuju kasir untuk membayarnya.
Dalam perjalanan Mona menatap ke arah luar menikmati angin segar.
"Pak..berhenti sebentar!!"ucap Mona.
Ciitttttt.seketika Budi menginjak rem.
"Mas.aku bolehkan beli cemilan itu."Mona menunjuk penjual anekan makanan ringan.
"Ayok kita beli."Marsel mengikuti Mona dari belakang.
Mona memilih beberapa cemilan beserta minuman.
" Apa itu udah cukup?ada lagi yang kamu mau beli?"
"Udah Mas.ini juga udah kebanyakan."
Di dalam mobil Mona tidak berhenti mengunyah makanan,sesekali ia menyuapi Marsel kalo di lihat-lihat mereka berdua seperti pasangan yang sangat serasi dan romantis.
"Hmmmmm.rasanya kenyang bangat."Mona mengelus perutnya.
"Gimana nggak kenyang,dia hampir menghabiskan cemilan yang di beli tadi.padahal diakan baru aja selesai makan."batin Marsel.
Setelah hampir satu jam di perjalan mereka akhirnya sampe di penginapan,dengan telaten Budi mengeluarkan koper milik Mona dan Marsel.
"Baik.terimakasih."
Mona sudah beberapa kali menguap.ia langsung merebahkan diri di atas tempat tidur yang empuk.
"Dasar kelinci."Marsel tersenyum melihat tingkah Mona.
Tidak memerlukan waktu yang lama Mona Sudah terlelap, sementara Marsel menghubungi keluarganya untuk mengabari bahwa mereka sudah tiba.
[Ma.aku cuma mau ngabari Kalau kami sudah sampai] ucap Marsel begitu sambungan teleponnya terhubung.
[ Menantu Mama lagi tidur Mungkin dia kecapean] Marsel mengarahkan kamera hp-nya ke arah Mona.
[ Baiklah Ma. nanti aku sampaikan kepada Mona kalau gitu aku tutup dulu]setelah selesai berbicara ia juga ikut berbaring di samping Mona.
Sementara di tempat lain tepatnya di rumah Dani,semenjak Wina hamil Dani begitu perhatian sama Wina.
"Sayang.apa nggak sebaiknya kamu berhenti aja kerja."ucap Dani.
"Iya Mas.aku juga udah memikirkan itu kok,demi keselamatan anak kita aku akan berhenti."ucap Wina tersenyum.
Kalau bukan karena Bram sudah menjanjikan membiayai semua kebutuhan Wina,mungkin ia tidak akan berhenti bekerja.kalo cuman mengandalkan gaji Dani itu tidak akan cukup,apa lagi sekarang ia sedang hami dan tentunya akan butuh biaya banyak.
"Makasih ya sayang.Mas janji akan berusaha lebih keras lagi agar kamu dan calon anak kita nggak kekurangan sedikitpun."
__ADS_1
"Bagaimana reaksi Mas Dani kalo dia tau anak yang aku kandung ini bukan anaknya?apa dia akan tetap perhatian seperti ini.aku harus bisa bermain cantik dan pastinya tidak akan yang tau rahasia ini."batin Wina.
Tak terasa hari sudah malam,di penginapan Marsel baru aja selesai mandi.ia segera membangunkan Mona.
"Bangunlah karena ini sudah malam, lebih baik kamu mandi dulu sana."ucap Marsel lembut.
"Aku keluar dulu sebentar.ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan Budi."ucap Marsel.
"Baik Mas."ucap Mona.
Setelah kepergian Marsel,Mona langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mereka berdua berbicara hampir satu jam,Marsel memutuskan untuk kembali ke kamar setelah pembicaraan antara ia dan Budi sudah siap.
"Aku kembali ke kamar dulu,Bud.takut istri ku nanti nungguin."ucap Marsel.
"Silahkan Tuan."
Di dalam kamar Mona marah saya deg-degan,ia beberapa kali memandang tubuhnya di cermin,sekarang Mona hanya menggunakan baju yang sangat tipis hingga bentuk tubuhnya begitu sangat jelas.
KREKKK.
Begitu pintu terbuka Mona semakin takkaruan,sementara Marsel menatap Mona tampa berkedip.ia mengatur nafasnya.
"Tahan.kamu harus bisa tahan,Sel."pikir Marsel.
"Kenapa kamu memakai baju seperti itu?apa kamu nggak takut kalo aku meminta hakku sekarang juga?jadi sebelum itu terjadi cepatlah ganti baju mu."ucap Marsel berbalik.
Mona perlahan mendekat ke arah Marsel,begitu sampe Mona langsung melingkarkan tangannya di pinggang Marsel dan sesekali Mona mengelus dada bidang Marsel.
Glek!.
Marsel udah mati-matian untuk menahan nafsunya,namun sebagai laki-laki normal tentu ia semakin terpancing dengan ulah Mona.
"Mas,tatap aku."Mona membalikan tubuh Marsel menghadap ke arahnya.
"Aku tau diantara kita belum ada rasa,tapi nggak ada salahnya kita mencoba untuk membuka hati masing-masing."ucap Mona lembut.
"Kalo gitu.jika aku meminta hak-ku saat ini juga apa kamu akan memberikannya?"Marsel menatap Mona dalam.
Mona hanya mengangguk tanda setuju,begitu mendapat lampu hijau perlahan Marsel mendekatkan wajah ke arah Mona.
Cup.
Mona memejamkan mata saat Marsel mencium bibirnya,perlahan namun pasti ciuman mereka semakin panas.
Marsel membaringkan Mona di atas tempat tidur,dan kembali mengabsen setiap inci tubuh Mona"Ilove you."bisik Marsel.
Mona sekuat tenaga menahan suaranya agar tidak keluar,namun saat mendapat perlakuan yang begitu lembut akhirnya suara Mona pun keluar."Ahhh..."Marsel semakin semangat begitu mendengar suara desah*n Mona.
Akhirnya malam ini mereka berdua menikmati indahnya surga dunia.
__ADS_1