
"Selamat Tuan,istri ada sedang mengandung saat ini kalo perkiraan saya usianya baru tiga minggu,tapi biar lebih jelas Tuan bawa saja Nona muda kerumah sakit biar lebih jelas dengan detail."penjelasan Dokter Wisnu membuat Marsel tak bisa berbuat apa-apa karna mendengar kabar bahagia ini.
"Ja...jadi istri ku hamil,Dok?"
"Iya Tuan,tapi saya sarankan Nona muda di bawa ke rumah sakit untuk periksa."
"Terimakasih Dok.nanti bayarannya aku transfer dua kali lipat,karna kamu telah memberikan kabar baik ini."
Mona juga tak kalah bahagia setelah mendengar kalo dirinya sedang mengandung,ia pikir semua itu hanya ada dalam mimpi saja mengingat gimana dulu Dani memberikan ia ramuan itu.
namun jika Allah sudah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin
"Mas..aku hamil"aku berkata dengan lirih.
"Iya sayang,sebentar lagi kita akan menjadi orang tua."Marsel memeluk Mona.
"Uhuyyyy,sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah!!"teriak Marsel.
"Emang nggak salah kalo setiap Mas ngajak kamu lembur,sayang."Mona mencubit Marsel karna merasa malu dengan Dokter Wisnu.
"Kamu kenapa teriak-teriak,Sel?menantu Mama nggak sakit parahkan?"ucap Bu Nisa panik.
Ya,saat sedang menikmati sarapan pagi tadi,mereka terkejut mendengar suara teriakan Marsel.
"Aku nggak papa kok,Ma.anak Mama aja ni yang kurang kerjaan teriak-teriak nggak jelas."
"Bukan nggak jelas sayang,cuman aku lagi mengungkapkan kebahagian karna sebentar lagi aku akan menjadi seorang Ayah,jadi di mana letak salahnya?"
"Kamu bilang apa tadi?menjadi seorang Ayah?berarti.."
"Iya Ma,istri ku lagi mengandung cucu Mama sekarang."
"Alhamdulillah kalo gitu.kamu jaga kesehatan ya sayang jangan banyak pikiran,kalo butuh sesuatu bilang aja sama Mama atau Oma."
Sementara Pak Wijaya sedang mengantar Dokter Wisnu ke depan.
"Terimakasih ya,Ma.sama Oma iuga karna kalian udah mau terima aku dengan baik dikeluarga ini."
"Sama-sama sayang,Mama juga bahagia bisa memiliki menantu seperti kamu.untuk itu kalo Marsel macam-macam bilang sama Mama."
"Ok Ma!"
"Mas,bukannya kamu ada rapat pagi ini?buruan sana berangkat nanti telat."
"Tapi aku mau ngantar kamu ke rumah sakit buat periksa sayang."
"Kan ada Mama sama Oma disini,kamu berangkat aja Mas."
"Benar kata istri mu,lebih baik kamu berangkat aja sekarang kamu nggak usah khawatir,istri mu aman kok sama kami."
Dengan berat hati Marsel menuruti permintaan sang istri,padahal ia sangat ingin menemani istrinya untuk periksa apa lagi ini periksa untuk pertama kalinya,tapi mau gimana lagi kali ini orang yang akan rapat dengannya bukan dari kota ini melainkan dari luarkota."
__ADS_1
"Ayah berangkat dulu ya sayang,kamu jaga Bunda baik-baik dan jangan nakal."
"Baik Ayah."Mona meniru suara anak bayi.
"Mama sama Oma harus jaga baik-baik istri sama calon anak ku,jangan sampai lecet sedikitpun."
"Iya-iya buruan sana pergi,dasar anak nakal."ucap Oma Tari.
"Kamu makan dulu.Nak,ini udah Oma bawakan makanan tadi."
"Ya ampun Oma,ngapain pake repot-repot segala sih,aku kan bisa turun dan makan bersama kalian di bawah."jujur aku merasa nggak enak,padahal aku masih sanggup untuk berjalan.
"Udah nggak papa,sini biar sekalian Oma suapin."
Oma Tari sibuk menyuapi Mona,sementara Bu Nisa menelfon orang tua Mona untuk memberitahu kabar bahagia ini.
Tempat lain setelah mendengar kabar dari besannya orang tua Mona begitu bahagia"Papa!!"
"Astaga Ma,Papa belum budekloh jadi nggak usah teriak-teriak seperti itu,emang ada apa?"
"Pa,Mama baru aja dapat kabar dari besan kita kalo anak kita Mona sedang mengandung."
"Mama serius?"
"Serius dong,masa Mama bohong sih."
"Alhamdulillah kalo gitu,Ma.berarti sebentar lagi kita akan menjadi seorang Kakek dan Nenek."
"Kalo gitu sana Mama siap-siap,tapi ingat! kalo dandan jangan lama-lama soalnya kita cuman mau beli makanan bukan pergi ke kondangan."
"Iya dasar bawel,padahal wanita itu wajar dandan agar suami nggak bosan,nanti kalo istrinya tampil biasa atau sederhana dibilang istri nggak bisa merawat diri atau apalah."Bu Rosa mengomel-ngomel hingga masuk kamar.
Sementara di rumah sakit Mona baru aja keluar dari ruangan Dokter setelah di periksa dan di temani Mama mertua dan Oma Tari"Hmmm.kalo aku nggak ikut pulang nggak papa kan,Oma.Ma"ucap Mona.
"Emang kamu mau kemana lagi,Nak?"
"Aku mau ke ketemu sama Mas Marsel,Ma.aku kangen soalnya."Mona menjawab dengan malu-malu.
Kedua wanita yang berbeda usia itupun mengerti dengan keinginan Mona"Kalo gitu biar kamu di antar sama sopir aja.tapi Mama sama Oma nggak bisa nemanin karna sebentar lagi kedua orang tua mau sampai di rumah,kan nggak enak kalo mereka sampe nungguin lama."
"Nggak papa,Ma.kalo gitu aku pergi dulu ya,assalamualaikum."ucap Mona.
"Walaikumsalam."
Di perusahaan Marsel baru aja selesai rapat dengan rekan kerjanya,ia dan Kenzo langsung keruangan Marsel.
"Banyak bangat yang mau di tanda tangani."protes Marsel.
"Itu mah udah nggak banyak lagi karna sebagian udah di tanda tangani sama Tuan,coba kalo belum bisa-bisa jari mu keseleo karna terlalu lama megang pulpen."
"Bos.gimana bulan madunya?seru nggak?"
__ADS_1
"Ngapain kamu pengen tau urusan orang nikah?makanya buruan nikah biar tau rasanya tampa nanyak-nanyak lagi."
"Ye.ini juga kan lagi ngumpulin modalnya sambil cari calon istri."
"Sayang aku kangen!"Mona langsung duduk di pangkuan Marsel tampa peduli dengan kehadiran Kenzo di situ.
"Kamu kesini sama siapa sayang?"
"Sendirian aja Mas.tadi Mama sama Oma mau ngantarin sin cuman orang tua ku mau datang ke rumah jadi gitu deh."Mona menghirup aroma tubuh Marsel.
"Berasa jadi nyamuk aku,lagi pula ni orang pake mesra-mesraan lagi di depan aku,nasib jomblo emang begini."pikir Marsel.
"Mas,kita makan siang bareng yuk.aku lagi pengen di suapin sama Mas."
"Apa sih yang nggak buat istri dan calon anak ku."Marsel menghubungi Ob untuk memesan makan.
"Hay,kita makan siang bareng yuk Sel.aku udah masak yang special buat kamu."ucap Kiara yang tiba-tiba masuk.
"Kalo masuk keruangan orang minimal ketuk pintu dulu,Kia."ucap Marsel.
"Ya maaf,habisnya aku udah nggak sabaran pengen lihat kamu cobain masakan aku."Kiara menatap Mona dengan sinis.
"Sory bangat Kia,aku udah pesan makanan untuk aku dan istri ku,jadi aku nggak bisa cicipi masakan kamu."Kiara tersenyum masam mendengar ucapan Marsel.
"Kan bisa di cancel."
"Masalahnya nggak bisa,karna istri ku lagi pengen makanan itu.gimana kalo masakan kamu Kenzo aja yang makan?"
"Kamu tega bangat sih,Sel?aku udah capek-capekloh masakin semua ini untuk kamu tapi sedikitpun kamu nggak bisa menghargainya."mata Kiara berkaca-kaca.
"Aduh..Mba,yang nyuruh kamu masak buat suami aku siapa?nggak ada kan?berarti bukan salah Mas Marsel dong kalo dia nolak."
"Aku nggak ngomong sama kamu,tapi sama Marsel tau nggak?lagi pula semenjak Marsel menikah dengan mu dia jadi banyak berubah."
"Dasar nggak tau malu.padahal di sini ada orang tapi masih sempat-sempatnya mesra-mesraan."
"Ck,terserah aku dong kok situ yang sewot.lagi pula kenapa kamu bilang aku nggak tau malu?sementara dia suami aku yang setiap tubuhnya halal untuk aku pegang,kecuali aku mersa-mesraan sama suami orang baru itu namanya nggak tau malu.contohnya dia sengaja cari perhatian dan mencari kesempatan untuk bertemu suami ku dengan tidak tahu malunya."
"Kamu nyindir aku?"bentak Kiara.
"Kalo situ merasa ya baguslah,lagi pula kamu kesini mau nawarin makan siang atau nawarin tubuh kamu."
Kiara marah bercampur malu mendengar ucapan Mona,sementara kedua laki-laki itu hanya terdiam sambil menahan tawa.
"Sayang,tuh makanan-nya udah datang.yuk sekarang kita makan soalnya anak kamu udah lapar bangat ini."
Kiara menatap nanar pada Marsel,karna orang yang ingin ia temui terlihat begitu cuek bahkan tidak ada sedikitpun niat dia untuk membela Kiara dihadapan Mona.
"Ken,tolong antar Kiara keluar dari ruangan ini.aku sama istri ku ingin menikmati makan siang dengan tenang."
Kiara menatap penuh dendam ke arah Mona sebelum keluar,ia benar-benar merasa terhina sekali,di dalam mobil ia memukul stir mobilnya lumayan kuat tangis Kiara pecah.
__ADS_1
"Awas kamu wanita sialan,kalo sudah begini nggak ada cara lain selain minta tolong sama Momy dan Dady,aku yakin mereka bakalan ngapulin apapun yang aku mau."Kiara tersenyum licik.