AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 20-CEKCOK.


__ADS_3

"Kak.kenapa cuman masak ini aja?"sebenarnya Wina bosan melihat menu yang Tika masak itu-itu aja,padahal uang belanja sudah ia dan Dani yang nanggung.


"Nggak papalah Win kita makan ini aja,tadi aku sibuk ngurus Tia pas mau berangkat sekolah,jadi masih untung aku sempat masak."ucap Tika ketus.


"Iya tapi nggak gini juga kali tiap hari,kalo gini terus aku nggak akan mau ngasih uang belanja lagi."


"Ya nggak bisa gitu dong,ingat ya.kamu sama Dani cuman numpang di sini,jadi aku yang lebih berhak ngatur."


"Kaka nggak salah ngomong?di rumah ini suami ku juga punya hak yang sama dengan mu,ini kan rumah peninggalan orang tua kalian bukan murni hasil kerja mu sendiri."ucap Wina sinis.


"Dasar kurang ajar! aku aduin pada Dani baru tau rasa kamu."bentak Tika.


"Aduin aja sana,aku nggak takut sama sekali."Wina pergi keluar untuk mencari sarapan.


"Mau kemana kamu,Wina."teriak Tika.


"Ada apa sih Kak?ini masih pagi tapi udah teriak-teriak nggak malu apa kalo ada tetangga yang dengar."


"Ini semua gara-gara istri mu itu."ucap Tika mulai drama.


"Wina?emang dia kenapa Kak?"ucap Dani sambil duduk.


"Dia maki-maki Kaka,Dan.karna masakan ini yang tiap hari aku masak.kamu tau sendirikan kita harus hemat,mentang-mentang dia udah kerja sekarang berani ngomong kasar."


"Udah jangan nangis lagi,nanti aku coba ngomong sama dia."


Wina langsung ke kamar tampa melihat ke arah Tika yang menatapnya tajam.


"Win.tadi ngomong apa sama Kaka?"ucap Dani.


"Nggak ngomong apa-apa,emang Kaka mu itu bilang apa aja sama kamu?"Wina memoles bibirnya tampa menatap Dani.


"Bohong! kenapa Kaka ku nangis kalo kamu nggak ngomong kasar sama dia."bentak Dani.

__ADS_1


"Ck.salah kalo aku ngomong bosan dengan menu yang ia masak setiap hari,pasti Kaka mu itu sengaja ngomong yang nggak-nggak biar kita berantam."


"Kamu nggak usah nuduh Kaka ku gitu.kalo misalnya kamu bosan dengan masakan yang itu-itu aja kan kamu bisa nambahin uang belanja."


"Enak bangat kamu ngomong,lagi pula masa uang 200ribu satu hari nggak cukup untuk membeli ayam atau daging gitu.emang Kaka mu itu aja yang nggak bisa ngatur uang belanja."


Dani geram mendengar ucapan Wina,selama menikah baru kali ini ia lihat Wina melawan dia.


"Kamu udah berani melawan?"


"Kenapa nggak,dengar baik-baik ya Mas.mulai besok aku nggak akan mau lagi ngasih uang belanja buat Kaka mu itu,kamu pikirkan aja sendiri."Wina meraih tasnya dan bergegas pergi.


"Wina.jangan jadi istri durhaka kamu,"


"Apa aku bilang kan,istri mu itu semenjak bekerja jadi kurang ajar."ucap Tika melihat Dani keluar .


"Entah,aku juga bingung Kak.kalo gitu aku berangkat ya takut telat."


Tak terasa Dani udah tiba di parkiran tempat ia bekerja,dari jarak yang lumayan dekat ia melihat Mona berjalan sendiri.


Tampa pikir panjang Dani langsung menarik tangan Mona menuju ke arah ruangan sepi.


"Lepasin aku!"bentak Mona.


"Maaf.aku nggak bermaksud buat nyakitin kamu,aku cuman mau mastiin aja sama kamu,foto yang teman mu shere itu nggak benarkan?kamu nggak benar-benar tunangan kan Mon?"


"Apa urusaannya sama kamu?mau aku nikah atau tunanganpun kamu nggak ada hak buat tau soal itu."Mona melihat Dani dengan sinis.


"Pasti kamu bohong kan?aku tau kamu cuman mau buat aku cemburu aja."ucap Dani tertawa.


"Terserah kamu mau percaya atau nggak,yang jelas aku udah tunangan dan satu bulan lagi aku akan menikah."Mona memperlihatkan jari manisnya.


Dani yang tak terima mencoba untuk memeluk Mona namun sayang,gerakan Mona lebih cepat darinya Mona mendorong Dani lumayan keras.

__ADS_1


"Jangan coba-coba untuk menyentuh ku lagi,ingat.diantara kita udah selesai sejak lama."Mona bergegas pergi meninggalkan Dani.


"Aku nggak akan pernah rela kamu jadi milik orang lain,Mon.kamu itu hanya milik aku."Dani mengepalkan tangan.


Begitu tiba ruangan kerjanya Mona langsung minum air yang ada di depannya hingga tandas,ia benar-benar nggak habis pikir dengan jalan pikiran Dani.


"Dulu dia yang tega menghianati aku,sekarang kok ngotot bangat mau balikan lagi,mungkin pilihan ku udah benar.dengan aku menikah nanti semoga aja dia nggak gangguin aku lagi."gumam Mona.


Tak terasa hari udah malam tapi Wina belum pulang juga,Dani cemas karna sedari tadi Dani udah menghubungi Wina namun nggak bisa-bisa.


"Udah dong mondar-mandirnya,Kaka capek tau lihat kamu dari tadi kayak gitu terus.kamu nggak usah khawatir berlebihan napa,dia itu pasti pulang dengan selamat lagi pula dia udah dewasa.lebih baik sekarang kita makan aja,"ucap Tika.


"Betul itu Ma.lagi pula Papa udah lapar bangat."dengan tak sabar Dedi mengisi piringnya hingga penuh.


"Tapi aku khawatir sama Wina,Kak.nggak biasanya dia seperti ini."ucap Dani lesuh.


Tak berselang lama orang yang mereka tunggu-tunggu pun datang dan langsung masuk ke kamar"Lihatlah betapa kurang ajarnya istri mu itu.kamu di sini begitu cemas memikirkan dia tapi dia apa."ucap Tika.


Selera makan makan Dani hilang seketika,ia bangkit dan bergegas menyusul Wina ke kamar.


"Dari mana aja kamu?kenapa jam segini baru pulang."


"Dari rumah teman."ucap santai.


"Tapi hp kamu kenapa nggak bisa di hubungi?kamu tau nggak gimana cemasnya aku saat kamu belum pulang tadi."


"Hp aku habis batre tadi,pas di rumah teman aku malas buat ngisi dayanya."


"Wina.kamu berubah semenjak kamu bisa cari uang sendiri,kamu udah nggak ngehargai aku lagi sebagai suami mu,untuk itu mulai besok kamu berhenti aja bekerja."


Wina tertawa mendengar ucapan Dani"Kalo aku berhenti bekerja, emang Mas bisa kasih aku uang sesuai dengan gaji ku sekarang?ingat.selama ini aku cukup bersabar saat kamu kasih uang pas-pasan aja,di rumah ini tiap hari belanja pake uang kita,padahal suami Kaka mu itu juga punya gaji tapi mereka nggak mau ngeluarin sepeserpun.tapi kamu nggak bisa tegas sama mereka Mas,jadi sebelum kamu bisa kasih sesuai permintaan ku jadi jangan harap aku akan berhenti."Wina langsung membaringkan tubuh dan menutupinya dengan selimut.


Dani hanya dia melihat kelakuan Wina.

__ADS_1


__ADS_2