
"Dan.tunggu dulu dong,"Tika dengan cepat menarik tangan Dani agar tidak jadi pergi.
"Ada apa lagi sih Kak?"
"Kamu benaran nggak curiga sama istri mu itu?"
"Curiga apa lagi Kak?lagi pula mana mungkin Wina selingkuh dibelakang aku."ucap Dani kekeh.
"Jadi orang itu jangan terlalu bodoh.emang kamu nggak lihat perubahan dia akhir-akhir ini?sering pulang malam dan setiap hari dia selalu belanja barang mewah.meskipun dia kerja paling berapalah gajinya itu.Kaka juga pernah lihat dia beli tas yang harga puluhan juta."ucap Tikya panjang lebar.
" Kakak serius?"ucap Dani kaget.
"Seriuslah,buat apa juga Kakak bohong. Kakak nggak bermaksud buat menghancurkan rumah tangga kamu,Dan."
" Ya udah kalau gitu nanti aku tanyakan langsung sama,Wina."
" Jadi orang jangan bodoh bodoh kali Kenapa,Dan.kalo kamu tanya langsung mana mungkin dia mau ngaku."Tika menoyor kepala Dani.
" Jadi aku harus gimana Kak?masa aku diam aja saat istri ku selingkuh."
"Kamu selidiki aja dulu.kalo buktinya udah ada baru kamu bertindak."
"Baiklah."ucap Dani lesuh.
Tibalah hari di mana Mona dan Marsel akan melangsungkan pernikahan,Mona sangat cantik saat memakai gaun warna putih yang sangat indah.
"Kamu cantik bangat.Mon,"ucap Desi.
"Dari dulu kan aku emang udah cantik."ucap Mona terseyum manis.
"Hmmmm.kumat lagi deh ge'ernya."
Suasana di dalam hotel begitu mewah dan mulai rame karna tamu mulai berdatangan,hampir seluruh tamu undangan takjub.
"Wah.benar-benar mewah bangat ya."
"Jelas mewah dong,Jeng.yang nikah kan bukan orang sembarangan,mana anak satu-satunya lagi beruntung bangat wanita yang bisa menikah dengan anak Pak Wijaya."
"Betul,lebih baik sekarang kita kedalam untuk menyaksikan ijab kabulnya."ketika tamu itu pun segera melangkah masuk ke dalam.
Amel dan kedua temannya pun sudah tiba di tempat pesta,Amel tampil begitu mencolok dan terbuka.
"Gila.ini sangat-sangat mewah sekali."
"Nggak usah norak deh.kayak baru lihat beginian aja."ucap Amel ketus,padahal ia pun sangat kagum dengan dekorasi mewah yang ia lihat.
"Bukan norak tau,cuman takjub aja gitu."
"Udah-udah nggak usah pada ribut.lebih baik sekarang kita masuk ke dalam,kalian penasaran kan siapa pengantin wanitanya?"
__ADS_1
Marsel sudah berhadapan dengan penghulu,ia beberapa kali mengatur nafas karna gugup,tapi dengan sekali tarikan nafas Marsel berhasil mengucapkan ijab dengan lancar.
"Sah."kata itu terdengar begitu jelas di dalam ruangan.
"Yuk,sekarang kita kedepan.selamat ya sayang,akhirnya kamu jadi mantu Mama juga."Bu Nisa memeluk Mona.
"Iya Tante."
"Panggil Mama dong jangan Tante lagi."
"Eh,iya Ma.makasih udah mau nerima aku di keluarga Mama."ucap Mona.
"Sama-sama sayang.yuk kita keluar sekarang."Mona pun di tuntun keluar diapit mertua dan Mamanya.
Semua kamera mengalih pada Mona"Eh.bukannya itu Mona?"
Jantung Amel berdekup kencang saat tau siapa yang dinikahi laki-laki yang ia sukai.
"Ja...di,janda itu yang menjadi istri Pak Marsel."batin Amel bahkan air matanya udah mulai turun.
Setelah duduk di samping Marsel,mereka berdua pun saling memasangkan cincin dan Marsel langsung mencium kening Mona.
"Astaga.kok aku jadi deg-degan ya."pikir Mona.
Dan satu persatu orang tua Mona dan Marsel memberi nasehat dan selamat.
"Iya.benar juga tebakan ku waktu itu,jadi ini alasan Mona nggak masuk kerja."kedua teman Amel sibuk mengobrol berbeda dengan Amel yang sibuk dengan pikirannya.
"Yuk.kita beri selamat pada kedua pengantin."
"Kita pulang yuk,Win."ucap Dani.
"Kenapa pulang Mas?kamu nggak sanggup ya lihat mantan istri bersanding dengan laki-laki lain?"ucap Wina sinis.
"Kamu ngomong apa sih?dia itu cuman masa lalu aku Win."ucap Dani mengelak.
"Kirain kamu cemburu."
"Buat apa aku cemburu,toh udah ada kamu yang selalu aku cintai."Dani berusaha tersenyum.
"Gagal deh mau deketin Mona.padahal udah siapin kata-kata romantis buat dia."ucap Dika pura-pura sedih.
" Sabar Dik, berarti Mona bukan jodoh mu."
" Kamu betul Il, emang orang ganteng harus banyak sabar."
"Eh,kita kasih selamat yuk."ajak Dika.
Karyawan Marsel satu persatu memberi selamat buat mereka berdua.
__ADS_1
"Kamu nggak usah senang dulu.aku pastikan bisa merebut Pak Marsel dari kamu."bisik Amel.
"Selamat berjuang,aku doain semoga rencana kamu berhasil."ucap Mona tersenyum.
Amel kesal karena rencananya ingin membuat Mona ketakutan malah gagal"Dasar wanita aneh.orang kalo ada yang mau merebut suaminya bakalan ketakutan,ini malah kebalik."gumam Amel.
Gini giliran Dani dan Wina yang memberikan selamat kepada Marsel dan Mona.dengan tangan gemetar Dani menjabat tangan Mona.selamat hanya kata itu yang keluar dari mulut Marsel.
" Kasihan banget ya lihat si Dani.pasti dia sangat sakit hati melihat wanita yang masih ia cintai bersanding dengan orang lain,apa lagi orang itu Bosnya sendiri."kini Dika dan Ilham sedang menikmati hidangan.
"Dik.kita bungkus yuk.lumayan nggak masak lagi di Kost."ucap Ilham.
"Dasar emak-emak,emang kamu nggak malu apa?di sini banyak orang tau."
"Ya.jangan sampe kelihatan dong."
"Kamu aja sendiri yang ambil,kalo aku mah nggak mau.apa lagi disini banyak kamera bisa-bisa nanti viral kita."
"Bagus dong kita jadi terkenal."lama-lama Dika geram melihat Ilham.
"Capek ah ngomong sama kamu.lebih baik aku pokus sama makanan ku."
Di tempat lain,Amel sedang melampiaskan emosinya,ya setelah memberi selamat ia langsung pulang tampa menikmati hidangan terlebih dahulu.
"Kenapa harus janda itu sih?kenapa aku harus kalah sama dia.padahal aku lebih pantas menjadi istri Pak Marsel!!"teriak Amel.
"Pasti janda itu akan semakin sombong mentang-mentang udah jadi istri Bos."ucap Amel.
Dani dan Wina juga baru pulang dari acara pernikahan Mona,sedari tadi Dani banyak diam.
"Kamu kenapa,Dan?"ucap Tika.
"Biasa.Mas Dani cemburu melihat mantan istrinya menikah dengan laki-laki lain,apa lagi Bosnya sendiri."ucap Wina.
"Aku nggak ngerti deh."
"Ternyata pengantin wanitanya si Mona,Kak.makanya Mas Dani banyak diam aja dari tadi."
"Kamu ngomong apa sih?aku cuman capek aja tau bukan karna cemburu."
"Jadi Mona menikah sama Bos kamu?"ucap Tika masih tak percaya.
"Betul bangat,Kak."ucap Dani pelan.
"Kok nasib dia bangus bangat ya.habis cerai dari kamu Kaka kira dia bakalan menjanda seumur hidup,tau-taunya malah nikah dengan Bos kamu pula lagi."ucap Tika iri.
"Mungkin udah rezeki dia."ucap Wina sambil bermain ponsel.
"Aku mau ke kamar dulu mau istirahat."ucap Dani bergegas bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1