AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 19-TEROR MANTAN.


__ADS_3

Di dalam kamar Mona begitu gelisah menunggu kedatangan Marsel dan keluarganya, tak dapat dipungkiri Mona begitu cemas ia takut pernikahan keduanya ini akan cepat berakhir mengingat diantara mereka berdua belum ada cinta sama sekali.apa lagi hubungan ini hanya pura-pura.


" Ya Allah hamba menyesal karena telah mengikuti sandiwara ini,aku nggak ingin pernikahan kedua ini berakhir seperti yang dulu." tak terasa air mata Mona menetes.


Ting.


[Mon.aku mohon temui aku sekali ini aja,ada banyak hal yang ingin aku sampaikan pada kamu]


Mona begitu muak membaca pesan yang baru masuk ke hp-nya, Sudah beberapa hari ini mantan suaminya selalu mengirimi pesan padanya.kadang pesan yang Mona terima permintaan rujuk.


[Aku tau kamu belum tidur.kamu datang ya malam ini ke Cafe tempat kita jadian dulu,aku tunggu ya sayang]


[Jadi orang punya malu dikit napa,ingat woy kamu itu punya istri jadi nggak usah kegatalan.dan stop menganggu aku lagi]


[Kamu nggak usah jual mahal,Mon.aku tau kamu masih cinta sama aku kan?buktinya aja kita udah berpisah 1 tahun tapi kamu belum nikah juga sampe sekarang]


Karena emosi Mona langsung mematikan hp-nya dan meletakkan ke sembarang tempat.


Dani berharap Mona mau datang walaupun hanya sebentar aja,ya saat ini Dani dan Amel sedang menjalankan rencana yang sudah mereka susun rapi.


"Gimana respon dia?"


"Nggak di balas,aku udah yakin dia nggak bakalan mau datang ke sini."ucap Dani.


"Coba kamu hubungi."


Tampa pikir panjang Dani langsung menghubungi nomor Mona,dan ternyata nggak aktif.


" Hp-nya nggak aktif."Dani begitu lesuh.


"Sok jual mahal bangat sih janda itu,seharusnya dia senang dong di ajak ketemuan sama laki-laki yang pernah ia cintai."


"Mona itu beda dari cewek lain,dia tipe cewek yang nggak gampang di rayu apa lagi kalo dia udah benci sama orang itu."


"Terus gimana dong?kalo tau gini mending tadi kita langsung pulang aja."ucap Amel kesal.


" Ya mau gimana lagi,mungkin sekarang belum waktu yang tepat.lebih baik sekarang kita pulang aja,Win.aku takut istri ku udah nungguin."ucap Dani bangkit dari tempat duduknya.


"Yuk.kebetulan juga itu ada taxi lewat."

__ADS_1


Setelah membayar pesanan mereka Dani dan Amel pun bergegas meninggalkan Cafe bintang.dengan kecepatan tinggi Dani mengendarai motor yang baru ia beli meskipun cuman bekas.


"Mas,kok kamu baru nyampe rumah sih?"Wina menatap Dani tajam.


"Maafin aku ya sayang, tadi pas pulang kerja aku diajak teman buat nongkrong di Cafe ya aku nggak enak dong buat nolak.apa lagi udah lama aku nggak ngobrol-ngobrol sama teman."Dani meranggkul Wina.


"Oh.yaudah kalo gitu Mas mandi sekarang,habis itu langsung nyusul kesini biar kita makan malam."


"Kayaknya untuk malam ini Mas nggak ikut makan deh sayang,Mas di traktir tadi pas di Cafe jadi masih kenyang."emang benar Dani di traktir oleh Amel pas di Cafe tadi.


"Baiklah,Mas.kalo gitu aku susul Kak Tika aja di meja makan."Dani hanya mengangguk.


Di lain tempat..tapatnya di rumah Mona dua keluarga sedang berbicara serius.


"Jadi sudah sepakatkan kalo pernikahan kalian di adakan satu bulan lagi?"ucap Bu Nisa.


"Iya Tante."ucap Mona pasrah.


"Emang harus di rayain ya?"ucap Mona.


" Tentu dong Sayang,masa anak Tante satu-satunya menikah nggak di rayain sih.lagi pula acara ini juga perlu agar terhindar dari fitnah."


[Selamat ya sayang atas pertunangannya,aku doain semoga lancar sampe hari H nya]tulis Desi sebagai caption.


Tidak membutuhkan waktu lama postingan Desi pun sudah banyak menyukai dan berkomentar.


[Wah.selamat ya Mona cantik.tapi kok wajah laki-lakinya di tutupin sih?kan jadi penasaran]dan masih banyak lagi komentar yang mengucap selamat.


"Ini nggak mungkin.aku yakin ini cuman editan?"ucap Dani tak terima,soalnya ia masih berharap untuk memiliki Mona kembali.


"Ya aku nggak boleh terlalu percaya,mana mungkin Mona bisa lupain aku."


Dani mondar-mandir dan meremas hp-nya, sungguh Ia belum bisa melupakan Mona sepenuhnya,dan Dani tidak sadar dengan kedatangan Wina ke dalam kamar mereka.


"Mas."


"Astaga sayang.kamu bikin kaget


aja tau nggak."ucap Dani mengelus dada.

__ADS_1


"Aku udah di sini dari tadi,kamunya aja yang nggak sadar karna terlalu sibuk mondar-mandir nggak jelas."


"Heheh maaf sayang.oh iya, bagaimana pekerjaan kamu hari ini?apa kamu betah kerja di sana?"ucap Dani agar Wina tidak terus bertanya soal tadi.


"Betah dong Mas.di sana orangnya ramah dan baik,apa lagi pemilik Cafe itu.cuman ya gitu kerjanya lumayan capek karna pengunjung nggak berhenti yang datang."


" Maafin mas yang belum bisa kasih kamu kebahagiaan,Mas janji.ketika nanti Mas udah dapat perkerjaan yang lebih bagus kamu nggak usah bekerja lagi cukup di rumah aja."


"Iya nggak papa kok,Mas.kita tidur yuk aku udah ngantuk."


"Yuk sayang."Dani menyelimuti tubuh Wina agar hangat.


Di rumah Mona.


"Mon.sejak kapan kamu ada hubungan dengan Nak Marsel?"ucap Bu Rosa.


"Anu...Ma,kami berhubungan baru aja kok,baru beberapa bulanlah,tapi keluarga Marsel nggak mau nunggu terlalu lama."


"Emang bagus itu,takutnya kalian terjerumus ke hal nggak baik."


"Kalo kamu kapan akan menyusul,Mona.Nak?"ucap Bu Rosa menatap Desi.


"Belum ada calon Tante.jadi doain aja ya semoga aku juga cepat dapat jodoh."


"Tentu sayang,kalo gitu kalian berdua istirahat sana ini udah malam."


"Baik Ma.selamat malam."ucap Mona.


"Selamat malam juga buat kalian berdua."


Di dalam kamar Mona langsung merebahkan badan,ia menatap Desi yang sedari tadi sibuk dengan hp-nya.


"Kamu lagi ngapain sih?dari tadi sibuk bangat."


"Coba deh kamu lihat ini."Desi memberikan hp-nya pada Mona.


"Kamu udah gila ya,ngapain pake di shere segala sih?kamu mau aku di serang sama fansnya si kulkas?"ucap Mona kesal.


"Nggak dong,mereka nggak bakalan ngenalin Pak Marsel secarakan wajahnya aku tutupin,jadi kamu nggak usah khawatir gitu dong sayang."Desi mencolek hidung Mona.

__ADS_1


__ADS_2