
Mona pulang ke rumahnya dengan keadaan lelah,baru pertama masuk udah banyak kerjaan yang menumpuk.
"Udah pulang,Neng.mau Bibik buat kan teh nggak?"
" Boleh deh Bik.tapi kayaknya aku mandi dulu."setelah mengatakan itu Mona bergegas masuk ke kamarnya.
Sementara dari dan Wina baru saja tiba di rumah Tika,mereka di sambut dengan senyum oleh sepasang suami istri itu.
"Ayok masuk,pasti kalian semua capek ya?"dengan sigap Tika membantu Dani membawa tas ke dalam rumah.
"Tia.buruan salam Tante sama Om,jangan lupa Nenek juga."Tia pun langsung menuruti permintaan Mamanya.
"Kak,nggak papa kan untuk sementara kami tinggal disini dulu,nggak lama kok sampe dapat kontrakan aja."
"Boleh dong,Dan,tapi ya gitu.kamu ngertikan apa maksud Kaka?"ucap Tika tersenyum.
"Soal itu,Kaka nggak usah khawatir.nggak mungkin kami nggak bantu buat beli kebutuhan.iya kan sayang?"Dani menatap Wina.
"Tentu,Mas."cicit Wina.
"Win,kamu udah masak kan?Ibu udah lapar bangat soalnya."
"Astaga,karna terlalu asyik ngobrol sampe lupa ajak kalian makan.yuk kita ke dapur sekarang."Tika mendorong kursi roda Bu Rahma.
"Wah,kamu masak rendang,Tik?"
"Iya dong,Bu.aku sengaja masak rendang buat menyambut kedatangan adik ipar baru ku."
"Pa,aku minta uang dong."
"Nanti aja ya kita makan dulu."ucap Dedi.
"Aku nggak lapar,Pa.tadi aku udah makan pas rendangnya masak.sekarang lagi pengen jajan."
"Nih,Tante kasih kamu uang buat jajan."Wina memberikan uang pada Tia.
"Wah,makasih hanyak ya.Tante,aku pergi dulu."
Setelah kepergian Tia mereka semua mulai menyantap makanan yang di buat oleh Tika.
"Bik,tadi ada orang nggak datang ke rumah ini?"ucap Mona.
"Ada,tapi Bibik nggak tau siapa namanya Neng.dia minta masuk ke rumah ini tapi Bibik larang,eh dia malah marah-marah kayak orang gila."
Dari cerita bik Sur,Mona sudah dapat menebak siapa orangnya.
"Bagus,siapapun orangnya selama aku nggak di sini jangan kasih masuk.Bik,"
"Tapi dia ngaku sebagai Iparnya,Neng."
"Mantan ipar,karna aku sudah bercerai dari adiknya beberapa hari yang lalu."terang Mona.
"Maaf,Bibik nggak tau soalnya."
__ADS_1
"Nggak papa,Bik.kalo gitu aku ke kamar dulu ya.
Kembali lagi ke rumah Tika saat ini mereka semua sedang berkumpul di ruang tamu.
"Dan,besok kamu kan udah mulai kerja lagi?tapi kamu pake apa ke kantor?"
"Gampang itu Kak,aku bisa minta mobil Mona satu.di rumah dia kan ada dua mobil dia juga jarang pergi."
"Mobil di sana kan tinggal satu, karna mobil yang biasa kamu pake udah di jual sama dia."ucap Tika.
"Di jual?"
"Betul Win,lagi pula sekarang dia udah kembali bekerja,jadi kemungkinan besar kamu Dani nggak bakalan bisa ambil mobil itu lagi."
"Kerja lagi,berarti kami satu tujuan dong.jadi nggak masalah dong kami berangkat sama."ucap Dani tersenyum.
"Aku nggak setuju,bisa-bisa nanti kamu balikan lagi sama dia,Mas!"
"Ya nggak dong,kalo misalnya pun aku deketin dia bukan berarti ingin balikan lagi,tapi ingin mengambil sedikit harta milik Mona.apa lagi sekarang gaji dia lebih besar dari aku."ucap Dani lesuh.
"Aku juga punya ide!"
"Gimana kalo kita bawa Ibu kesana,dan kita suruh nginap beberapa hari,nah setelah Mona pergi kita masuk buat ngambil bahan-bahan masakan miliknya,kan lumayan selama beberapa hari kita nggak ngeluarin duit."ucap Dedi.
"Benar juga yang kamu bilang,Pa.kan Mona Sangat sayang sama Ibu."timpal Tika.
Tak terasa hari sudah pagi,Mona begitu cantik dengan baju yang ia gunakan hari ini.
"Mona,"sapa Dani.
"Semalam,Mon,gimana kabar kamu?"
"Aku sangat baik,ngomong-ngomong tumben pagi-pagi datang kesini?"
"Ibu hanya rindu aja sama kamu,bolehkan Ibu nginap di rumah kamu?"
"Tentu boleh dong,Bu.bentar aku panggilkan dulu Bibik."
"Bik,tolong bawa Ibu masuk ke dalam ya,jangan lupa kunci pintu setelah itu."
"Baik Neng,mari Bu silahkan masuk."
"Udah nggak ada urusan lagi kan di sini?lebih baik sekarang kamu pergi karna aku juga mau berangkat kerja."ucap Mona tampa menatap Dani.
"Anu..Mon,aku boleh kan ikut bareng kamu berangkat,lagi pula arah tujuan kita kan sama."
" Nggak bisa nanti kalau ada yang melihat gimana,apa lagi kalo yang lihat istri kamu bisa-bisa ngamuk dia."
"Nggak kok,karna aku tadi udah bilang sama Wina."
"Tetap nggak bisa,lebih baik pesan taxi atau naik angkot."
"Kamu pelit bangat sih,lagi pula siapa suruh kamu menjual mobil ku."
__ADS_1
"Ha..ha..ha,aku kira setelah menikah untuk kedua kalinya otak mu semakin waras,taunya makin parah aja.sejak kapan mobil itu milik kamu?mentang-mentang dulu aku ngasih kamu pake sesuka hati mu lantas itu menjadi milik mu."
"Jadi orang itu punya malu sedikit napa,bukannya gaji kamu besar?kenapa nggak beli aja."
Karna tak ingin berdebat lagi Mona langsung pergi tampa menghiraukan Dani yang masi memanggil namanya.
"Mona sialan,apa susahnya sih dia ngasih aku tumpangan.kalo tiap hari naik ojek bisa-bisa pengeluaran ku semakin banyak."gumam Dani kesal.
Terpaksa Dani memesan ojek untuk berangkat kerja karna waktunya tidak banyak lagi.
Begitu Dani tiba di kantor semua karyawan saling berbisik,namun Dani tak mau ambil pusing ia segera menuju ruangannya.
"Dan,kamu di panggil keruangan Bos sekarang."
"Di panggil emang ada apa ya?"jujur saja perasaan Dani mulai nggak enak.
"Kalo soal itu aku nggak tau,udah buruan sana siapa tau si Bos mau ngasih kado buat kamu."
Dengan perasaan tak menentu Dani bergegas menuju keruangan atasannya.
"Permisi."
" Silakan masuk."
"Ada apa Bapak memanggil ku?"
"Silahkan duduk dulu,Dani.adahal penting yang saya ingin bicarakan dengan mu."
"Tidak apa-apa kan bu Mona kalo saya bicara dulu sama dia."
"Oh tentu,Pak.silahkan lanjut saja."ucap Mona sopan.
"Begini,Dani.selama ini saya sangat puas mengenai hasil kerja kamu,namun satu sisi saya juga kecewa dengan kamu.padahal aturan di kantor ini kamu sendiri sudah tau namun tetap kamu langgar,kamu ngertikan maksud saya."
"Ngerti,Pak.saya mohon maaf."ucap Dani menunduk.
"Saya tidak akan memecat kamu,tapi mulai besok jabatan kamu bukan itu lagi,melain kan menjadi OB."
"Apa?apa Bapak tidak bisa pertimbangkan lagi?"saat ini Dani sangat malu karna Mona mendengar itu semua.
"Tidak,keputusan saya udah final,semua terserah kamu saja mau angkat kaki atau jadi.."
"Baiklah kalo gitu,Pak.saya terimah."ucap Dani pasrah.
"Baik,kalo gitu kamu boleh pulang duluan untuk hari ini,tapi besok kamu harus datang tepat waktu."
Tampa menjawab Dani langsung keluar,tapi ia masih sempat menatap Mona dengan tajam.
Sementara di rumah Mona,bu Rahma sedang menelfon seseorang.
(Cepatlah kalian datang kemari,mumpung Mona udah nggak ada jadi kalian bisa ambil sebagian bahan-bahan milik Mona.soalnya Ibu tadi sempat lihat kulkas Mona sangat penuh isinya)
(Baik,jangan lama-lama).
__ADS_1
Setelah itu bu Rahma langsung menyimpan kembali hpnya.