AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 32-TALAK UNTUK WINA.


__ADS_3

Sudah beberapa minggu ini Dani menyelidiki kecurigaan-nya terhadap Wina,ia benar-benar menjadi orang paling bodoh karna terlalu percaya dengan semua ucapan Wina.


"Sekali jal*ng tepatlah j*lang,kenapa kamu tega sama aku Win? apa karna aku ini udah nggak bisa kasih kamu uang banyak lagi!"Dani menangsi dirinya yang terlalu bodoh.


"Mona!"ucapnya pelan.


"Apa ini hukuman buat aku karna menyakiti wanita sebaik kamu,apa ini karma buat aku?"


Di dalam kamar Dani menangis mengingat bagaimana dulu ia memperlakukan Mona,demi Wina ia rela mengabaikan Mona,ia memberikan nafka yang tidak layak buat Mona demi menyenangkan Wina.


Dani mengambil perhiasan yang tersimpan rapi di lemari Wina,ia juga melihat ada beberapa baju dan tas yang bermerek mahal seingat Dani ia tidak pernah membelikan itu semua pada Wina.


Ting.


Sebuah pesan masuk ke hp Dani orang suruhannya yang mengirim pesan.


"Apa suami mu belum curiga dengan kehamilan kamu?dia masih mengira anak ini miliknya kan?"


"Tentu dong Om,dia itu laki-laki bodoh yang gampang bangat percaya sama ucapan ku,tapi cuman satu yang aku takutkan untuk sekarang ini Om."


"Apa itu? apa ini tentang ipar kamu lagi?"tebak Bram.


"Om sangat benar,sepertinya dia sangat curiga sama aku,dulu saja dia dengan terang-terangan mengatakan kalo aku hamil bukan anak Dani.tapi untungnya aku bisa meyakinkan pria bodoh itu dengan pura-pura menangis."ucap Wina tersenyum.


"Kalo gitu untuk saat ini kamu harus berpura-pura baik sama dia,sampe kecurigaan dia hilang dengan sendirinya."


"Tapi aku malas jika harus mengerjakan pekerjaan rumah Om,apa lagi aku lagi hamil begini.emang Om mau anak Om kenapa-napa?"


"Tentu tidak dong sayang,ini hanya sementara aja."


"Yaudah deh."


"Nggak usah cemberut gitu dong,gimana kalo kita ke hotel sekarang,Om udah rindu dengan servisan mu."Bram menatap Wina dengan penuh nafsu.


"Ah,Om nakal deh."ucap Wina manja.


Dani mematikan vidio yang ia terima,tak mau berlarut-larut dalam kesedihan Dani segera membawa perhiasan itu ke kamar Tika.


Tok..tok..tok!


"Kenapa Dan?kamu habis nangis?"Tika menatap wajah Dani yang sembab.


"Kak.bisa kita bicara sebentar?tapi jangan disini."


"Boleh,kalo gitu kita ke halaman bekalang aja."menurut Tika di taman belakang lebih aman.


"Kamu mau bicara apa?"


"Ternyata ucapan Kaka benar semua,Wina benar-benar selingkuh Kak."ucap Dani lirih.


"Apa? jadi kamu udah menemukan bukti?"


"Udah.aku juga udah periksa semua lemari milik Wina dan ternyata emang benar,aku menemukan perhiasan ini."Dani memberikan kotak perhiasan itu pada Tika.


"Astaga.perhiasan ini begitu cantik sama dengan harganya,apa cuman ini yang kamu temukan disana?"


"Bukan,aku juga melihat Wina mempunyai beberapa tas dan baju bermerek mahal,Kak.namun aku hanya mengambil ini saja."cicit Dani.


"Gila,sekaya apasih selingkuhan dia itu?tapi bagus juga sih kamu cuman ngambil ini aja biar dia nggak curiga."


"Dia jadi simpanan pemilik Resto tempat ia bekerja,Kak."lagi-lagi Tika terkejut.


"Pantas aja,terus gimana soal anak yang dia kandung itu? apa kamu akan menunggu sampe Wina lahiran dulu baru kamu cerain dia."


"Tidak,buat apa aku menunggu lebih lama lagi sudah jelas anak itu bukan anakku.Kaka lihat aja sendiri vidio ini."


"Ternyata benar,terus apa rencana kamu sekarang?"Tika benar-benar kasihan dengan nasib pernikahan adiknya,karna untuk kedua kalinya ini gagal.


"Besok aku akan mengantar dia ke kampungnya,aku harus pulangin dia secara baik-baik Kak,apa lagi orang tua dia baik sama aku Kak.'


"kalo gitu Kaka hanya bisa mendoakan kamu,Dan.setelah ini kamu harus hati-hati dalam memilih pasangan."


"Entalah Kak,aku hanya berpikir apakah ini karma dari perbuatan yang aku lakukan pada Mona."


"Kaka juga menyesal telah jahat selama ini pada Mona,Dan.padahal selama menjadi istri mu dia nggak pernah melawan."ucap Tika pelan.


"Apa menurut Kaka dia masih mau rujuk sama aku?"


"Jangan gila kamu...kamu tau sendirikan kalo Mona udah menikah dan dengar-dengar kabarnya saat ini dia sedang hamil,ikhlasin dia dan jangan pernah ganggu rumah tangga dia,sekarang kamu fokus aja sama masa depan kamu."


"Baikalah,Kak.kalo gitu Kaka aja yang simpan perhiasan ini,rencanaya aku akan menjual dan uangnya akan aku gunakan membuka usaha,anggap aja ini sebagai ganti rugi dia ke aku."ucap Dani.


"Hmmmm,kalo gitu lebih baik sekarang kamu istirahat sana,jangan sampe dia pulang dan nggak lihat kami ada di kamar."cicit Tika.

__ADS_1


Betul saja setelah masuk kamar tak berapa lama Wina datang"Kamu belum tidur,Mas?"


"Belum ngantuk aja sayang,gimana tadi ketemuanya sama teman kamu?"kalo bukan karna berpura-pura mungkin saat ini Dani udah menghajar Wina.


"Sangat seru Mas.maklum kami baru bertemu setelah aku resing kerja."Dani melihat dengan jelas tanda merah yang ada dileher Wina.


"Kamu harus bisa tahan emosi kamu Dani,nggak lama lagi kamu dan jal*ng ini akan berpisah."batin Dani.


"Kamu kenapa lihatin aku seperti itu,Mas?"


"Leher kamu kenapa merah sayang?"


Deg.


"Eh.ini nggak papa kok Mas,tadi aku salah pesan makanan.aku nggak tau kalo makanan itu di campur dengan keju kamu kan tau sendiri kalo aku alergi sama keju."ucap Wina gugup.


"Oh,sekali lagi kamu harus teliti sayang,Kalo gitu Mas mau ke dapur dulu buatin kamu susu."


"Untung dia nggak curiga,Om Bram kenapa bikin tanda segala sih?untuk aku pintar cari alasan."Wina bernafas lega.


Wina bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan,ia tak mau Dani semakin curiga karna mencium aroma lain di tubuhnya.


"Ni minum dulu susunya sayang,sebelum tidur biar dede tumbuh semakin sehat di dalam sini."Dani mengelus perut Wina yang mulai membuncit.


"Makasih Mas."


"Hmmmm sayang,tadi Ibu nelfon dari kampung.katanya besok kita di suruh kesana."


"Kok mendadak bangat Mas?emang ada apa?"


"Nggak tau juga sayang,siapa tau mereka rindu sama kamu kan kita nggak tau,sekalian kita kasih kabar gembira ini sama mereka,kan semenjak kamu hamil kita belum kasih tau sama mereka."


"Kamu betul juga Mas,bisa juga ada hal penting yang ingin mereka sampein sama kita,kalo nggak kenapa mendadak seperti ini?"ucap Wina.


"Nah betul itu sayang,lebih baik sekarang kita tidur aja biar bisa berangkat pagi-pagi."


Wina tersenyum dan mulai berbaring"Emang besok kita akan memberitahu kabar ini,tapi bukan kabar baik seperti harapan kamu itu."


Tempat lain tepatnya di rumah Tante Kiara.kedua orang tuanya baru sampai setelah mendengar Kiara menelfon dengan menangis.


"Sebenarnya kamu kenapa sayang?"


"Mom,aku ingin menikah dengan Marsel.Momy sama Dady bisakan bantu aku?aku benar-benar nggak bisa hidup tampa Marsel."ucap Kiara menangis.


"Aku tau Dad,jadi istri keduapun aku mau asal bisa menikah dengan Marsel."


Kedua orang tua Kiara sungguh tak tega melihat anak satu-satunya menangis seperti itu.


"Kamu ini cantik sayang,kamu juga keluarga terpandang,kenapa kamu nggak sama Rio aja."


"Pokoknya aku mau sama Marsel,Dad.lebih baik aku mati daripada harus menikah sama Rio,aku nggak cinta sama dia."


"Tapi sepertinya itu tidak mudah,Nak.kamu..."


"Aku tetap mau sama Marsel,Mom! jika istrinya tidak mau berbagi suami dia minta cerai aja.pokoknya gimanapun caranya Momy sama Dady harus bisa bujuk Marsel buat nikahin aku!"teriak Kiara dan berlari menuju kamarnya.


"Bagaimana ini Mas? nggak mau sampe Kiara nekat melukai dirinya."


"Aku juga bingung harus gimana."


"Itulah akibat kalian terlalu memanjakan anak itu,lihat sekarang gimana hasilnya?apa kata orang-orang nanti jika seorang anak keluarga terhormat menginginkan suami orang,pikirkan kalian dampak dari permintaan Kiara itu."ucap Handoko(suami dari Kakanya Momy Kiara).


"Tapi kalo kami nggak nuruti permintaan dia kami takut dia nekat,Mas.kalian tau sendirikan gimana sifat Kiara jika permintaan-nya tidak dituruti."


"Betul itu Mas.apa lagi dia anak kami satu-satunya,aku juga yakin kalo Marsel pasti mau menuruti permintaan Kiara,karna sewaktu kecil mereka sangat dekat."


"Terserah mereka aja,Mas.yang penting kita sudah berusaha memperingati mereka,jadi kalo terjadi sesuatu kita nggak usah ikut campur."


"Ayok kita ke kamar aja,Mas.lebih baik kita istirahat aja daripada harus ikut memikirkan permintaan gila anak itu."


Mereka berdua pergi meninggalkan kedua orang tua Kiara yang masih sibuk berfikir.


"Mas heran sama sodara mu itu,Bu.jelas-jelas permintaan anak itu sangat tidak masuk akal kok bisa-bisanya mau dituruti."


"Aku juga nggak habis pikir sama jalan pikiran anak itu,Mas.sudahlah aku mengantuk."


Tak terasa hari sudah pagi,Wina dan Dani sudah bersiap berkemas tinggal menunggu mobil jemputan yang akan membawa mereka ke kampung halaman Wina.


"Mas.emang kita berapa hari disana?kok bajunya banyak bangat?"


"Cuman kelihatan aja yang banyak sayang,di dalam koper ini bukan cuman baju kamu aja tapi baju Mas juga,sengaja di gabung biar nggak terlalu repot di mobil nanti."


"Kalian berdua hati-hati di jalan ya,kalo udah sampe jangan lupa kasih kabar."

__ADS_1


"Baik Kak,kalo gitu kami berangkat dulu."ucap Dani.


Selama dalam perjalanan Dani hanya diam saja,ada rasa gugup di hatinya ketika akan berhadapan dengan kedua orang tua Wina.


"Mas."


"Iya sayang,apa kamu butuh sesuatu?"


"Nggak kok Mas,heran aja selama dalam perjalanan Mas banyak diamnya?"


"Nggak kok sayang,Mas nggak papa."


Wina tersenyum dan kembali berbalas pesan dengan Bram"Apa Om Bram mau nurutin kalo aku minta mobil ya?biar nggak kepanasan seperti ini kalo mau pulang kampung."


"Hmmmmm,aku bilang aja lagi ngidam pasti dia mau nurutin,buktinya aja saat aku minta perhiasan langsung dia beli."Wina kembali senyum-senyum,Dani yang menyadari hanya terdiam.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan,akhirnya Wina dan Dani sampai juga di kampung halaman.


"Assalamualaikum."ucap Dani.


"Walaikumsalam,kalian berdua kok datang nggak bilang-bilang sih?Ibu kan belum persiapin apa-apa?"


Wina bingung mendengar ucapan Ibunya"Nanti aku jelasin Bu."ucap Dani sopan.


Ternyata diruang tamu juga sudah ada Bapak dan sodara Wina,setelah bersalaman mereka semua langsung duduk.


"Gimana kabar kalian berdua,Nak?sehat aja kan?"


"Alhamdulillah sehat,Pak."


Setelah berbasa-basi akhirnya Dani menyampaikan niatnya.


"Sebenarnya aku ingin menyampaikan sesuatu pada,Ibu dan Bapak.sebenarnya selain berkunjung aku juga ingin memulangkan Wina secara baik-baik."


Gerakan tangan Bu Rahayu seketika terhenti dari perut Wina"Ma...maksud kamu apa,Nak?"


"Maaf Bu.Wina Lestari mulai hari aku talak kamu hilang sudah tanggung jawabku terhadap kamu."ucap Dani lantang.


Duarrr.


"Mas!!"teriak Wina.


"Kenapa kamu mengambil keputusan terburu-buru,Nak?apa masalah kalian nggak bisa di bicarakan baik-baik tampa harus bercerai."


"Kenapa kamu ceraikan aku Mas?aku ini lagi hamil anak kamu.apa salahku!"teriak Wina menangis.


"Seharusnya yang bertanya seperti itu aku Win.apa salahku hingga kamu tega khianati aku?apa karna sekarang pekerjaan ku hanya Ob.makanya kamu mencari laki-laki lain yang bisa memenuhi keinginan kamu?"ucap Dani datar.


Deg.


"Maksud kamu apa Mas?"


"Silahkan Ibu dan Bapak lihat ini,biar kalian tau kalo aku menceraikan Wina bukan tampa sebab."


Kedua orang tua Wina syok melihat vidio menjijikan Wina"Aku sudah tau semua kebusukan kamu,Win.dan soal anak yang kamu kandung juga aku sudah tau."


Plak.


Plak.


Dua kali tamparan mendarat di pipi mulus Wina hingga meninggalkan jejak"Belum cukup waktu itu kamu mempermalukan kami,Wina! sekarang kamu mengulanginya kembali bahkan lebih parah!"tangis Bu Rahayu pecah.


"Mau berapa banyak rumah tangga orang yang mau kamu rusak? ya Allah kenapa engkau dulu menitipkan anak nggak tau diri ini di rahim hamba."


"Bu.."


"Jangan sentuh aku"


"Mas.aku mohon jangan ceraikan aku.aku khilaf..aku minta maaf Mas."


"Maafin aku Win,aku udah nggak bisa melanjutkan rumah tangga yang sudah tak sehat ini,selama ini aku udah berusaha menjadi suami yang baik buat kamu,namun ternyata semua sia-sia."


"Untuk Ibu dan Bapak aku minta maaf yang sebesar-besarnya,jika selama menjadi menantu kalian aku banyak kesalahan."ucap Dani sendu.


"Seharusnya kami yang minta maaf sama kamu,Nak.kami merasa gagal menjadi orang tua."Bapak Wina pun takkuasa menahan tangis.


"Ris.harapan Ibu dan Bapak hanya kamu,Nak.tolong jangan meniru apa yang anak ini perbuat,sekarang Ibu benar-benar malu mengakuinya sebagai anak."


Hati Wina sangat sakit mendengar ucapan Ibu kandungnya sendiri,meskipun ia tau dirinya bersalah namun apakah orang tua pantas berbicara seperti itu?


"Sepertinya urusan ku sudah selesai di rumah ini,Bu.Pak,kalo gitu aku ijin pamit untuk pulang."


"Sekali lagi aku minta maaf,assalamualaikum."

__ADS_1


"Mas..jangan tinggalin aku Mas,aku benar-benar menyesal!"jerit Wina mengejar Dani.


__ADS_2