AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 28-BERITA HOT.


__ADS_3

"Terimakasih ya Kelinci ku.semoga ini awal yang baik buat hubungan kita."Marsel mengecup kening Mona.


"Sama-sama beruang kutub,aku juga berharap seperti itu."Mona menjawab dengan mata terpejam,hampir tiga jam Marsel menggempurnya tampa ampun.membuat badan Mona remuk.


Cup.


"selamat malam."


Jika kedua pengantin sedang berbahagia karna baru saja menikmati surga,berbeda di tempat lain di dalam kamar tamu di rumah keluarga Wijaya,Kiara sedang uring-uringan karna semenjak kepergian Marsel bulan madu tak satu pun Kiara mendapat balasan pesan yang ia kirim.


"Apa jangan-jangan mereka sedang....astaga membayangkan aja sakit sekali,apa yang harus aku lakukan sekarang?nggak mungkin aku menyusul mereka kesana bisa-bisa orang di sini pada curiga."ucap Kiara lirih.


Ting.sebuah pesan masuk ke hp-nya itu adalaha pesan yang berisi foto-foto Marsel dan Mona saat sedang makan malam romantis.


Kiara semakin meradang melihat kebersamaan pengantin baru itu"Dulu Marsel berjanji akan menikahi ku dan Karin.tapi kenapa sekarang dia malah menikah dengan orang lain?aku harus menagih janji itu,ya meskipun mustahil karna itu janji saat kami masih kecil.meski tidak bisa memilki Marsel seutuhnya setidaknya aku harus menjadi istri kedua."tekat Kiara untuk memiliki Marsel semakin kuat.


"Ayok makan dulu.Ki,"ucap Bu Nisa.


"Iya Tante."Kiara duduk disebelah Oma Tari.


"Ki,kapan kamu akan menyusul Marsel?"


"Maksud Oma?emang aku boleh nyusul Marsel ke tempat bulan madunya?"Kiara berbinar.


"Eh...eh,bukan nyusul kesana maksud Oma,gini loh.kapan kamu menyusul Marsel menikah?umur kamu kan udah memungkinkan untuk berumah tangga."


Kiara tersenyum masam"Aku belum kepikiran sampe kesana.Oma,mau fokus dulu untuk cari kerja."


"Cari kerja?kenapa nggak lanjutin usaha orang tua mu aja.daripada susah-susah buat ngelamar lagi."


"Aku mau mandiri Oma.aku juga pengen ngerasain gimana rasanya cari uang sendiri."


Dari segi ekonomi dan materi Kiara tidak pernah kekurangan sedikitpun,tak jarang apapun yang ia minta selalu di turuti kedua orang tuanya.apa lagi dia anak satu-satunya membuat ia begitu di manja.orang tuanya perempuan memliki butik yang sudah terkenal dimana-mana sementara Papanya pengusaha tambang.


"Emang orang tua mu setuju saat kamu mau cari kerja?Tante tauloh gimana manjanya kamu.beresin piring kotor habis makan aja kamu nggak bisa."


"Ihhhhh Tante apaan sih.bukan nggak bisa beresin piring kotor tapi kan di rumah udah ada pembantu nah itu udah tugas dia,masa kita udah bayar masih ikut juga buat beresin."ucap Kiara ketus.


"Lagi pulakan aku mau kerja kantoran bukan pembantu,Tante."


"Kayaknya besok aku mau pulang ke rumah,Tante Ela.nggak papa kan?"


"Ya nggak papa dong,masa kami nahan kamu di sini."ucap Oma Tari.


Tante Ela adalah sodara Mamanya Kiara,selama di indonesia Kiara sudah di titipkan di rumah Tantenya.


Setelah itu mereka kembali terdiam dan melanjutkan makan,Kiara sudah tidak bernafsu untuk makan sedari tadi namun ia tahan.


Di perusahan Wijaya,Desi si tukang gosip sedang bersama kedua sahabat baik Amel.mereka sibuk bergosip tentang pengunduran diri Amel yang secara mendadak.


"Masa kalian berdua nggak tau sih penyebab si Amel keluar?kalian ini kan besti kentalnya si Amel."ucap Desi.

__ADS_1


"Kita juga karna terpaksa kali temanan sama dia,kalo bukan karna dia royal sama kita ogah juga temanan sama dia,"


"Jadi kalian mau berteman karna uang yah? jangan-jangan kalian mau jadiin aku target selanjutnya."Desi menatap dengan tajam wanita yang ada dihadapannya itu.


"Husss.sembarangan aja kalo ngomong nggak mungkin dong kita gituin kamu,dulu Amel itu haus pujian nah sekali aja kamu muji dia cantik,pasti dia mau beliin kamu barang-barang tampa lihat harga.apa saat menjadi sekretaris Pak Agus gaji dia lumayan besar.jadi nggak salah dong kalo kita ikut menikmati sedikit."


"Oh.aku kirain dia cuman punya sifat sombong aja.tau-taunya dia masih punya kelebihan yang lain,sekarang kita kembali lagi ketopik utama,kira-kira penyebab dia keluar apa ya?"


"Aku juga nggak tau!"


"Karna dia lagi hamil."


"Apa?? kamu serius dong,Nung?jangan asal ngomong aja entar timbul fitnah loh."


"Ye,siapa juga yang asal ngomong.ini kenyataan dan kebenaran,"ucap Nunung.


"Emang kamu tau dari mana?"Desi dan Lala sangat antusias saat mendengar berita hot.


"Tapi ini cuman rahasia kita bertiga aja ya,jangan sampe ada orang lain ya dengar bisa bahaya ini."dengan serempak Desi dan Lala mengangguk.


"La.kamu ingat nggak waktu aku mau antar makana buat dia?nah.pas aku sampe di kamar Kostnya aku dengar suara tangisan,pas aku ikutin ternyata suaranya berasal dari kamar mandi Amel,nah di situ aku dengar dia nangis sambil bilang,,aku nggak mungkin hamil?siapa yang harus aku minta buat tanggung jawab?sementara yang cobain tubuh ku bukan satu orang."


"Nah.gitu ceritanya makanya aku tau dia keluar dari sini karna apa?"


"Gila,padahal gaji dia udah besar untuk dinikmati sendiri,tapi masih kurang aja.sampe-sampe jual lob*ng segala."


"Namanya juga manusia,Des.nggak bakalan pernah puas sama apa yang dia miliki,apa nggak takut penyakitan apa tuh orang,padahal aku kira dia keluar karna nggak bisa bersaing dengan Mona,tau-taunya karna bunting duluan toh."


"Kamu habis makan apaan sih?tangan kamu bau bangat tau."ucap Lala ketus.


"Hehehe sory,aku lupa belum cuci tangan habis makan ayam geprek sambel terasi."ucap Nunung tampa dosa.


"Sialan kamu.mana mulut ku jadi panas lagi."


"Maaf deh,sebagai tanda maaf aku yang akan bayar makanan ini semua."


"Serius?"


"Ya seriuslah,mau nggak?"


"Ya mau dong,siapa coba yang nggak mau di bayarin kalo bisa mah sering-sering aja."


"Huuuuuu,tadi ngambek giliran di bayarin mata kamu ijo."


"Punya ku sekalian kan,La?"ucap Desi.


"Iya-iya,tapi kali ini aja ya anggap aku lagi berbaik hati sama kalian berdua."setelah selesai makan mereka bertiga kembali ke tempat kerja setelah selesai membayar.


Di lain tempat,Marsel dan Mona sedang menikmati pemandangan di tepi pantai di temani dengan kelapa muda yang segar.


"Mas.kalo seandainya aku nggak bisa hamil gimana?apa kamu akan mencari perempuan lagi?"ucap Mona sendu.

__ADS_1


"Emang kenapa nggak bisa hamil?apa kamu mandul?"Marsel menatap Mona.


"Bukan Mas,cuman aku dulu pernah meminum ramuan pengering kandungan yang diberikan mantan suami ku tampa sepengetahuan ku.tapi untungnya aku cepat-cepat tau dan langsung pergi ke dokter."


"Terus apa kata dokter?"


"Untung aku cepat periksa,karna efek dari ramuan itu belum terlalu parah.setelah itu dokter memberikan aku obat."jelas Mona.


"Sekarang jawab pertanyaan ku yang tadi,Mas.aku terima kok kalo misalnya..."


"Shhhiiiit.dengarin baik-baik ya,kamu adalah wanita yang aku pilih menjadi istri ku,apapun yang terjadi aku nggak bakalan ninggalin kamu meskipun kamu nggak bisa hami,tapi ketahuilah satu hal,kalo aku itu mencintai kamu...mungkin kamu nggak akan percaya atau menganggap ini becanda,tapi aku serius dari hati yang paling dalam.aku mencintai kamu Monalisa."


"Aku yang belum tau perasaan kamu seperti apa terhadap ku.."


"Aku..."


"Nggak perlu kamu jawab sekarang,aku tau kamu pernah mencintai laki-laki dengan sepenuh hati namun berakhir dengan penghianatan,kamu masih perlu mengobati luka itu,untuk itu kamu nggak perlu menjawab sekarang aku akan menunggu waktu itu."


Mona menghambur ke dalam pelukan Marsel,ia terharu mendengar suami dinginnya.


"Terimakasih udah mau mengerti perasaan aku,Mas.terimakasih udah mau menunggu aku....aku janji akan berusaha menjadi istri yang baik buat kamu."


"Udah jangan nangis lagi,entar cantiknya hilang."Marsel dengan lembut menghapus air mata Mona.


Cup.


Dengan sangat lembut Marsel menikmati bib*r Mona,ciuman itu pun berubah menjadi panas leher putih Mona pun tak lumut dari bib*r Marsel.


"Ahhh.Massss,jangan di sini malu di lihat orang."Marsel pun langsung menghentikan aktivitasnya,hampir aja dia hilang kendali.


"Hfffffttt,dasar pengantin baru tak kenal tempat.asal ada kesempatan langsung gas."gumam Budi.


"Tubuh mu membuat aku candu,kita kembali ke hotel sekarang karna aku udah nggak bisa menahan lagi."ucap Marsel dengan suara serak.


"Emang yang semalam masih kurang,Mas?"ucap Mona gugup.


"Tentu,kalo aku nggak kasihan melihat kamu yang kecapean,mungkin aku akan menind*h mu hingga pagi berganti malam."bisik Marsel.


Mona merinding mendengar bisikan Marsel,ia sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Mas.tapi aku masih mau di sini menikmati angin pantai."Mona berusaha mencari alasan.


"Baiklah,bagaimana kalo kita melakukannya disini sambil menikmati angin pantai?sekalian cari sensasi baru."Marsel menatap Mona tampa berkedip.


Glek.


"Baiklah,ayok kita pulang sekarang."Mona buru-buru menarik tangan Marsel.ia merasa ngeri melihat senyuman suaminya tadi.


"Bud.kita kepenginapan sekarang,kamu nggak lihat istri ku begitu tak sabar ingin cepat-cepat sampai,karna kami ingin melanjutkan yang semalam lagi."Mona melotot ke arah Marsel.


"Astaga,ni orang nggak ada malunya ya?ngapain juga ngomong gitu sama Budi."pikir Mona.

__ADS_1


__ADS_2