
"Pasti sahabat kamu itu nggak akan tinggal diam,Mas.dan aku yakin juga kalo dia nggak akan berhenti sebelum keinginan-nya terkabul."ucap Mona.
Marsel juga tak habis pikir dengan jalan pikiran Kiara, bagaimana mungkin ia meminta lelaki yang sudah ber-istri bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah untuk menikahinya.
"Kamu jangan jadi hanya pikiran seperti ini dong,kasihan anak kita di dalam."ucap Marsel.
"Gimana nggak kepikiran,Mas.kamu udah tau sendiri gimana masa laluku dan aku cuman nggak mau kisah itu terulang lagi."ucap Mona pelan.
"Mas,udah berjanji di depan kedua orang tua mu bahkan dihadapkan Allah juga,Mas.nggak akan ninggalin kamu apapun yang terjadi kecuali maut yang memisahkan kita."
Mona langsung masuk ke dalam pelukan Marsel,ia juga akan menjaga keutuhan rumah tangga mereka apapun yang terjadi,termasuk melawan Kiara.
Tak terasa hari sudah pagi,melihat istrinya yang masih tidur pulas Marsel menjadi tak tega untuk membangunkan-nya,dengan pelan ia turun dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
Setelah berpakaian rapi Marsel segera turun untuk sarapan,dan disana sudah ada keluarganya."Mona mana? apa dia nggak turun untuk sarapan?"tanya bu Nisa.
"Istri-ku masih tidur,Ma.selama dia susah tidur jadi aku nggak bangunin dia karna nggak tega."ucap Marsel.
"Pasti dia kepikiran soal kemarin,dan Ibu hamil nggak bagus kalo banyak pikiran."
"Gimana nggak kepikiran coba,Pa.apa lagi menantu kita udah pernah gagal dalam membina rumah tangga,eh tiba-tiba datang lagi masalah yang sama."
"Lagi pula kok jadi perempuan aneh bangat,masa minta dinikahi suami orang,di mana-mana seorang istri sah ya bakalan nolak."ucap Oma Tari.
"Sudahlah lebih baik kita sarapan,nanti biar Mama yang antar sarapan buat istri kamu."
Mereka melanjutkan sarapan pagi dengan diam, setelah selesai Marsel segera pamit karna pagi ini dia ada rapat dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan miliknya.
Sekitar jam 9 pagi Mona terbangun,ia begitu melihat jam yang ada di kamar mereka."Ya ampun,kok aku nggak dibangunkan-sih? pasti Mas Marsel sudah berangkat kerja."ucap Mona kesal.
Mona buru-buru membersihkan diri dan bergegas turun ke bawah,ia begitu malu terhadap keluarga suaminya bisa-bisanya dia bangun kesiangan.
"Kamu sudah bangun,sayang?"
"Sudah,Ma.maaf aku bangun kesiangan."ucap Mona malu.
"Kok minta maaf,kamu mau bangun jam berapapun nggak masalah,Nak.kita disini nggak akan ada yang marahi kamu,yang terpenting cuman satu yang harus kamu ingat,jangan banyak pikiran karna Mama nggak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon cucu-ku."
__ADS_1
"Baik Ma."ucap Mona terharu.
"Sekarang kamu mau sarapan apa? biar Mama ambilkan."
"Nggak usah dong,Ma.aku ambil sendiri aja."
"Yaudah kalo gitu,kamu sarapan aja dulu biar Mama yang buatin susu."Mona-pun mengangguk.
Sementara di tempat lain,saat ini Kiara sedang dalam perjalanan menuju kantor Marsel,ia belum menyerah sebelum tujuan-nya tercapai.
"Ada yang bisa kami bantu,Mba?"
"Pak Marsel-nya adakan? saya ingin bertemu dengan beliau."ucap Kiara angkuh.
"Maaf,tapi untuk hari ini Pak Marsel tidak menerima tamu siapapun."
Kiara kesal mendengar ucapan karyawan Marsel tersebut"Kalo gitu biar saya sendiri aja yang keruangan-nya."Kiara tidak mau mendengar larangan tersebut.
"Tunggu,Mba.tapi ini udah perintah dari Pak Marsel langsung."
Marsel yang melihat itupun paham"Kamu kembali bekerja aja."ucap Marsel.
"Baik...Pak."ucapnya menunduk.
"Nggak usah banyak basa-basi,Ki.sekarang jelasin tujuan kamu datang kesini apa? karna aku nggak punya banyak waktu untuk membahas hal yang tidak penting sama sekali."ucap Marsel dingin.
Kiara sakit mendengar ucapan Marsel dan hampir saja air matanya menetes namun ia tahan"Kenapa kamu menolak permintaan ku,Sel? padahal permintaan ku itu sangat mudah."
"Mudah buat kamu tapi tidak bagiku,"
"Alasannya?"
"Seharusnya kamu sadar dong,Ki.aku ini sudah punya istri dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah,dan bagaimana mungkin aku tega menyakiti orang yang aku cintai."
"Tapi kamu tega nyakitin perasaan aku,Sel.padahal aku sangat mencintai kamu."ucap Kiara serak.
"Yang menyakiti dirimu bukanlah aku,tapi kamu sendiri.aku tegaskan sekali lagi,sampai kapanpun aku nggak bakalan menghianati istriku,jadi nggak usah terlalu banyak berharap meskipun persahabatan kita harus putus."
__ADS_1
Kiara benar-benar bungkam,ia tak tau lagi harus berkata apa pada Marsel,dan ia juga tak menyangka kalo cinta Marsel begitu besar terhadap Mona.
"Baiklah,kamu sendiri yang memaksa aku untuk melakukan ini,jika terjadi sesuatu sama istrimu jangan pernah salahkan aku."ancam Kiara.
"Maka siapa-pun yang berani menyentuh istriku,aku nggak akan tinggal diam.lebih baik sekarang kamu keluar dari ruangan ini sekarang juga."ucap Marsel tampa menatap Kiara.
Kiara keluar dari ruangan Marsel dengan penuh amarah,ia berjanji akan berbuat apapun demi Marsel termasuk membunuh Mona.
"Apasih hebatnya perempuan itu? kenapa Marsel sangat tergila-gila padanya?"Kiara memukul setir mobilnya lumayan kuat.
Jika kiara sedang dilanda emosi dan amarah, berbeda dengan Dani yang kini mulai hidup tenang,ia juga sudah membuka usaha warung nasi yang lumayan ramai.
"Dan,gimana penjualan hari ini?"tanya Tika.
"Kamu ngomong apa,Mon?"ucap Dani reflek, sementara Tika menatap Dani heran.
"Hmmmmm, ternyata ada yang kangen-nih sama mantan istrinya."goda Tika.
"Kaka ngomong apaan,aku tadi cuman nggak sengaja sebut nama Mona."ucap Dani.
"Kamu nggak usah bohongi Kaka,karna itu nggak akan bisa.saran Kaka kamu coba buka hati kamu buat perempuan lain siapa tau dengan begitu kamu bisa sepenuhnya lupain Mona,karna bagaimanapun sekarang dia udah bahagia bersama suaminya apa lagi sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu."
"Maksudnya Mona hamil? Kaka tau dari mana?"
"Berita kehamilan Mona udah tersebar kok di kampung ini, untuk itu belajar untuk mengiklaskan dia, sekarang kamu harus bisa mendapatkan masa depan lagi."
"Tapi aku takut gagal lagi,Kak.sekarang rasanya sulit sekali untuk membuka hati lagi."
"Jangan menyerah sebelum dicoba,anggap aja itu sebagai penyemangat untuk kamu kedepannya."ucap Tika.
"Kaka masih ada dengar kabar,Wina?"
"Ngapain kamu sebut nama perempuan itu? jangan-jangan kamu masih cinta sama dia?"ucap Tika ketus.
"Bertanya bukan berarti masih cinta,aku hanya penasaran bagaimana kehidupan dia sekarang ini."
"Ya pasti udah enak-lah, secarakan dia udah hidup enak sekarang,apa lagi kabar yang aku dengar laki-laki yang menghamili dia itu berhasil mengambil sebagian harta istri pertamanya."ucap Tika.
__ADS_1