AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 26-BULAN MADU.


__ADS_3

"Mas.perempuan tadi siapa kamu?"tanya ku ketika kamu udah di kamar.


"Emang kenapa?"


"Issssh,tinggal jawab aja napa sih.bukannya malah nanya balik."


"Dia itu teman masa kecil aku sama seperti Karin,dulu kami bertiga bagai sodara yang nggak bisa di pisahkan.dari sekolah TK hingga SMA kami selalu bersama.dan baru berpisah setelah masuk kuliah."ucap Marsel.


"Kenapa tiba-tiba kamu nanya begitu,apa kamu sedang cemburu."ucap Marsel menatap Mona lekat.


"Buat apa juga cemburu kurang kerjaan kali,meskipun diantara kita belum ada rasa cinta sedikitpun tapi kalo ada orang yang ingin coba-coba menghancurkan rumah tangga kita,maka aku tidak akan tinggal diam."


"Yakin."


"Sangat yakin,apa lagi aku udah pernah gagal berumah tangga.aku nggak mau itu terulang untuk kedua kalinya."


Berbeda di kamar tamu kina Kiara sedang uring-uringan,niat hati ingin mendekati Marsel malah gagal"Apa benar,kalo perempuan itu nggak bisa di remehin seperti kata Karin waktu itu?tapi aku lihat sepertinya dia wanita yang polos."


[Halo.iya aku udah sampai tadi pagi di rumah Marsel]


[Sekarang kayaknya susah buat deketin anMarsel,Rin.kamu tau nggak kalo besok pagi mereka akan pergi bulan madu]


[Nggak berhasil.tadi aku udah coba buat cari alasan tapi nggak berhasil]


[Udah ah,nanti aku kabari lagi ya.sekarang aku mau cara akal dulu buat ngajak Marsel keluar]


Setelah mengatakan itu Kiara langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Kiara keluar dari kamar setelah mengganti pakaian,dengan anggun ia berjalan ke ruang tamu.


"Kamu mau ke mana,Ki?"ucap Bu Nisa.


"Tan.aku boleh minta izin keluar sebentar kan?"


"Ini udah malam,nggak baikloh perempuan keluar sendirian.emang nggak bisa besok aja?"


"Ini penting bangat Oma.aku mau minta di temani Marsel aja boleh kan?"


"Jangan minta izin sama kami.tapi sama istrinya,"


Dengan malas Kiara menatap ke arah Mona"Aku bolehkan bawa Marsel sebentar keluar?"ucap Kiara.


"Tentu."ucap Mona sekenanya.


"Dengarkan,Sel?istri mu udah ngijinin kok kita pergi.jadi ayak buruan sebelum larut malam."Kiara menarik tangan Marsel.


"Yaudah.aku pergi bentar ya sayang."Marsel mengecup kening Mona.


"Hati-hati ya Mas.jangan pulang larut malam,"


"Iya,kamu mau nitip sesuatu nggak?"


"Beliin bakso aja."


"Ihhhhh.lama bangat sih ayok buruan."Kiara menarik tangan Marsel supaya cepat pergi.


"Sabar dong nggak usah narik-narik gitu."ucap Marsel ketus."


"Habisnya kalian berdua lebay bangat tau nggak,sok romantis bangat"ucap Kiara kesal.


"Lebay gimana sih maksud kamu?wajar dong aku pamit sama istri ku.sekarang status ku nggak lajang lagi yang bisa pergi sesuka hati.lagi pula kamu aneh bangat sih,Ki."kini mereka berdua udah masuk ke dalam mobil Marsel.


"Yang aneh itu kamu tau bukan aku,dulu saat kita sama-sama seperti ini kamu nggak pernah berkata dingin,tapi setelah menikah kamu banyak berubah.Sel,padahal aku jauh-jauh datang kesini karna rindu sama kamu.aku udah yakin kalo perempuan itu nggak baik buat kamu,dia hanya bisa bawak pengaruh buruk aja."


"Jangan pernah salahin istri ku.perlu aku katakan sekali lagi apa.kalo status ku sekarang bukan lajang lagi tapi udah nikah,sebagai suami aku harus bisa menjaga hati istri ku.kita udah sama-sama dewasa,Ki.jadi nggak mungkin bisa sedekat dulu lagi,aku nggak mau nanti hanya karna kita dekat seperti dulu jadi timpul salah paham."ucap Marsel.

__ADS_1


"Sekarang kita mau kemana?"


"Kita pulang aja,aku udah nggak mood mau pergi."ucap Kiara lirih.


Ia berharap jika Marsel akan membujuknya seperti dulu,jika ia atau Karin merajuk maka Marsel akan mencari cara agar kami tidak marah lagi.


"Biaklah."dengan santai Marsel memutar balik kendaraan roda empatnya.


"What.jadi benaran pulang?Marsel benar-benar keterlaluan."pikir Kiara menatap Marsel penuh kecewa.


"Kita udah sampai,terserah kalo kamu tetap di dalam mobil,aku mau masuk duluan."Marsel benar-benar tidak mempedulikan Kiara.


"Kalian udah pulang,Nak?terus Kiara mana?"


da


"Udah,Ma.dia masih ada diluar lagi nelfon sama temannya,yaudah kalo gitu aku ke kamar dulu."ucap Marsel ia bergegas pergi sebelum Kiara masuk.


Benar saja setelah Marsel naik ke atas Kiara masuk ke dalam"Kenapa mata kamu sembab Nak?emang kamu lagi nelfon siapa tadi?"ucap Bu Nisa.


"Nelfon?"


"Iya,kata Marsel kamu lagi nelfon diluar makanya dia masuk duluan.tapi kenapa mata kamu sembab?"ucap Bu Nisa.


"Eh ini.tadi aku lagi nelfon sama Karin,Tante.makhlum lah kami udah lama nggak jumpa jadi bawaannya pengen nangis saat dengar suara dia tadi."Kiara tersenyum untuk menutupi kesedihannya atas sikap Marsel tadi.


"Udah nggak usah nangis lagi.Tante yakin kalian pasti bisa ketemu nanti walaupun bukan sekarang,lebih baik sekarang kamu tidur karna ini dah malam,Tante juga udah ngantuk ini."


"Iya Tan.selamat malam!!"


"Malam juga sayang."


Di dalam kamar Kiara kembali menumpahkan air matanya,ia betul-betul kecewa dengan perlakuan Marsel tadi.


Sementara di dalam kamar lain,Marsel terkejut melihat cara tidur Mona sebagai pria normal tentu Marsel akan tertarik,bagaimana tidak Mona memakai piyama tidur tipis dan hanya sebatas lutut aja.apa lagi ia tidak memakai selimut sama sekali.


"Astaga.apa dia sengaja memancing aku?"umpat Marsel.


Ia memdekat dengan sangat pelan ke arah Mona melihat bibir mungil Mona membuat ia tidak tahan untuk mencicipinya.


Cup.


"Jangan salahkan aku karna ini semua ulah kamu sendiri,siapa suruh tidur mangap begitu."pikir Marsel dan kembali menikmati bibir Mona dengan hati-hati.


"Kamu harus sabar ya,karna makanan mu belum siap untuk di panen,nanti begitu siap di panen aku pastikan kamu akan merasa puas dan kenyang."Marsel sedang di kamar mandi untuk melampiaskan apa yang ia tahan sedari tadi.


"Hmmm,lega sekali."Marsel berbaring di samping Mona.


Tak terasa hari sudah pagi,di rumah Dani ia sedang panik karna dari semalam Wina muntah-muntah terus.


"Gimana sayang?apa kamu masih merasa mual dan pusing?"Dani dengan setia memijat kepala Wina.


"Udah lumayan sih,Mas.makasih ya karna jagain aku kamu jadi kurang tidur."


"Nggak papa sayang,udah tugas aku sebagai suami untuk merawat kamu saat sakit seperti ini."


Wina sedikit merasa bersalah pada Dani karna telah menghianati pernikahan mereka.


"Aku udah nggak papa kok,Mas.lebih baik sekarang Mas siap-siap aja.nanti telat lagi kerjanya."


"Mas udah izin hari ini sayang,setelah sarapan kita ke rumah sakit ya biar kamu di periksa."


Dani menuntun Wina ke meja makan, karna ia masih merasa lemas karna muntah semalaman.


"Emang masih pusing ya,Win?"

__ADS_1


"Udah agak mendingan sih,Kak."cicit Wina pelan.


"Jangan-jangan kamu hamil lagi,Win? terakhir kamu datang bulan kapan?"


Wina pun baru ingat kalo udah hampir dua bulan ia belum datang tamu"Apa jangan-jangan benar lagi kalo aku hamil?"pikir Wina.


"Emang udah dua bulan ini aku belum dapat,Kak."


"Wah.berarti sebentar lagi aku akan menjadi Ayah dong."ucap Dani berbinar.


"Nggak usah senang dulu,Mas.kita kan baru menduga aja,aku nggak mau loh kamu kecewa nanti."


"Udah-udah.lebih baik sekarang kita makan aja dulu,habis ini kalian berdua pergi untuk periksa agar kita bisa tau gimana hasilnya."ucap Dedi.


Setelah selesai makan,Dani dan Wina segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk memastikan hasilnya.


"Selamat ya,Pak.istri anda sedang mengandung dan usainya baru tiga minggu."


"Jadi istri saya benaran hamil,Dok?"tanya Dani tak percaya.


"Benar,Pak.untuk itu tolong istrinya lebih di perhatikan ya,jangan terlalu stres dan kecapean,dan ini vitamin buat kandungan."


"Selamat ya sayang.akhirnya kamu hamil juga,Mas betul-betul bahagia bangat."Dani memeluk Wina.


"Aku sangat yakin kalo ini bukan anak Mas Dani,tapi ini anak Om Bram aku harus segera mengabari dia soal ini."pikir Wina.


"Kenapa kamu diam aja sayang?apa kamu nggak bahagia dengan kehamilan kamu?"Dani menatap Wina.


"Bukan Mas.tentu aku sangat bahagia dengar


kabar ini,akhirnya sebentar lagi kita akan menjadi orang tua."Wina tersenyum menatap Dani.


Kini mereka berdua dalam perjalanan pulang ke rumah,tapi sebelum itu mereka singgah dulu untuk membeli susu ibu hamil.


Sementara di keluarga Wijaya.Mona dan keluarga mertuanya sedang ngobrol di ruang tamu setelah selesai sarapan.


"Apa semua udah siap?jangan sampe ada yang ketinggalan."ucap Bu Nisa.


"Udah kok,Ma.selama aku siapin apa aja yang mau di bawa."ucap Mona.


"Seharusnya kami nggak usah bawa apa-apa,Ma.kan bisa di sana nanti di beli."


"Nggak usah dengerin,Ma.buat apa beli lagi kalo yang lama masih bisa di gunakan buang-buang duit aja."


Kiara hanya menjadi pendengar setia,"Dasar sok polos.aku yakin dia cuman mengincar harta keluarga ini aja."gumam Kiara.


"Kita berangkat dulu ya,Ma..Pa,,Om"Mona dan Marsel ucap mereka berdua.


"Kalian hati-hati di sana,kalo udah sampe jangan lupa kasih kabar."


"Baik Oma."


"Satu lagi,tolong jaga menantu cantik Mama ini.awas kamu kalo kalian pulang nanti di tubuhnya ada lecet sedikit aja,habis kamu sama Mama."


"Mama tenang aja,aku pasti jagain istri ku dengan baik kok.bahkan nyamuk sekalipun nggak kubiarkan buat nyentuh dia,paling-paling nanti yang gigit aku."ucap Marsel pelan.


"Udah berangkat sana biar cepat sampai nanti,selamat bersenang-senang,Nak."ucap Pak Wijaya.


"Ki.kami berdua pergi dulu ya."ucap Mona tersenyum.


"Eh,,,,iya.hati-hati di jalan."


Sementara Marsel hanya diam aja tampa pamit pada Kiara,Mobil yang membawa mereka perlahan sudah tidak terlihat lagi.


"Apa Marsel masih marah sama aku?buktinya dia nggak mau pamitan tadi."pikir kiara.

__ADS_1


__ADS_2