
Tak terasa usia kandungan Mona sudah genap tujuh bulan,dan kini dirumah bu Nisa sedang ramai orang-orang yang memasang hiasan karna besok adalah acara tujuh bulanan Mona,awalnya Mona ingin acara yang sederhana hanya namun keluarga besar Marsel menolak karna ini merupakan cucu pertama di keluarga ini.
"Mas.apa ini nggak terlalu berlebihan ya?"tanya Mona.
"Berlebihan bagaimana,sayang? bahkan kalo kamu mau Mas bisa bikin yang lebih mewah dari ini,lagi pula wajar kita buat acara seperti ini untuk calon anak kita."
"Yaudah deh,tapi aku boleh bantu Mama kan?"
"No...no...no,tidak sayang.kamu cukup duduk manis aja disini dan nggak usah lakuin apapun."Mona hanya pasrah mendengar perintah suaminya barusan.
"Iya,tapi Mas mau ya temanin aku disini."
"Tentu,mana mungkin aku bisa menolak permintaan sang ratu."Mona tersenyum melihat tingkah Marsel.
Seketika ia teringat dengan ancaman Kiara waktu itu,karna tak mau ambil resiko Marsel langsung menghubungi Kenzo agar besok selalu waspada,jangan lengah sedikitpun mengingat Kiara tidak pernah main-main dengan ancamannya.
"Sayang,Mas tinggal sebentar dulu ya.ada sesuatu yang ingin Mas bicarakan dengan Kenzo."ucap Marsel mengelus rambut Mona.
"Iya."
"Kamu tunggu disini sampe Mas datang,jangan kemana-mana kalo sendirian."
"Iya suamiku yang tampan dan bawel."ucap Mona gemas.
Setelah memastikan sang istri aman,Marsel langsung menemui Kenzo yang sudah menunggunya di taman rumah miliknya.
"Apa yang bisa aku bantu,Sel?"tanya Kenzo langsung,bukan ia tak sopan memanggil nama bosnya secara langsung,namun itu sesuai dengan permintaan Marsel kalo diluar pekerjaan mereka.
Marsel-pun mulai menceritakan tentang kejadian soal Kiara waktu itu"Untuk itu aku ingin penjagaan yang ketat besok,jangan sampe ada celah sedikitpun karna kalo sampai itu terjadi maka nyawa istri dan calon anakku yang akan jadi taruhannya."
"Aku paham maksud kamu,kalo soal itu kamu nggak usah khawatir dan risau besok aku pastikan tidak akan ada yang terjadi."
__ADS_1
"Bagus, memang itu yang aku ingin dengar dari kamu."
"Hmmmm, ternyata wanita itu gila juga ya.makanya jadi orang jangan suka ngasih harapan dong kan jadi gini akibatnya."
BUG..!
"Aku nggak pernah ngasih dia harapan apapun ya,emang dianya aja yang terlalu gatal dan berharap sama aku,emang gini nasib orang ganteng jadi rebutan para wanita."
"Mulai deh lebay-nya kumat, emang banyak yang naksir sama kamu,Sel.tapi kok kamu milihnya janda."
"Emang dia janda tapi kamu jangan salah,dia janda tapi rasa gadis tapi yang membuat aku tuh suka sama Mona bukan karna itu,dia adalah sosok wanita kuat dan pemberani,itu yang membuat aku suka sama dia apa lagi dia nggak akan mudah tumbang saat orang ingin menjatuhkan-nya."ucap Marsel.
"Kalo biasanya perempuan akan takut saat pasangan-nya akan diambil perempuan lain,namun Mona tidak."
"Hmmmmm,aku juga bisa menilainya kalo Mona itu sosok perempuan yang kuat,andai aja aku yang lebih dulu kenal dia."
"Jadi misalnya kamu yang lebih dulu mengenal dia,apa yang akan kamu lakukan?"
"Ya aku lamar-lah,kalo dia nolak aku paksa bila perlu aku tidurin biar dia mau nikah sama ku."ucap Kenzo tampa malu.
"Kalo ngomong asal jeplak aja,masa main paksa gitu sama anak orang,jadilah laki-laki yang punya harga diri,kayak nggak...."
Belum siap Marsel berbicara Kenzo sudah berdiri dan langsung meninggalkan Marsel yang masih ingin mengobrol"Dasar nggak ada sopan santunnya sama Bos sendiri."ucap Marsel kesal.sementara Kenzo tertawa puas melihat wajah kesal Marsel.
Tak terasa hari sudah malam,disebuah Club malam Wina sedang menikmati minuman-nya padahal saat ini dia sedang hamil.namun ia sama sekali tak peduli dengan calon bayi yang ia kandung itu.
"Win..udah dong minumnya kamu itu lagi hamil."
"Bodoh amat! asal kamu tau aja ya,Dar.sebenarnya aku tuh nggak menginginkan anak ini hadir dalam rahim ku karna bikin susah aja."ucap Wina yang mulai mabuk parah.
"Kalo kamu nggak ingin anak ini,kenapa kamu mau tidur dan sampai hamil begini?"ucap teman Wina heran.
__ADS_1
"Ya aku cuman terpaksa aja,aku kira setelah menikah dengan Dani hidup aku semakin enak dan terjamin persis seperti pacaran dulu,namun semua hanya jadi angan-angan doang ternyata Dani nggak bisa ngabulin semua yang aku minta."
"Belum lagi Kaka-nya yang selalu jadi benalu, taunya cuman minta doang tapi nggak mau bekerja.nah..untuk itulah kenapa aku mau tidur sama OM Bram karna dia bisa ngasih semua yang aku mau,tapi akhir-akhir ini dia sangat pelit sama aku."
"Stop..kamu itu udah terlalu banyak minum,Win.kasihan anak yanga ada dalam kandungan kamu dia itu nggak bersalah tau."
"Berisik bangat ya kamu,aku kesini itu mau berbagi cerita sama kamu,tapi kamu-nya nggak asyik bangat.lebih baik sekarang aku pulang aja disini aku bukan senang malah tambah pusing."
"Win,lebih baik aku antar kamu aja ya,dalam keadaan mabuk seperti ini nggak baik menyetir sendiri karna bahaya!"
"Nggak usah,aku masih bisa kok buat nyetir meskipun mabuk."
"Tapi...."namun Wina segera masuk ke dalam mobilnya,ia sama sekali tak peduli dengan temannya yang merasa khawatir sekali.
Akibat keras kepala Wina ia harus mengalami kecelakaan yang lumayan parah, akibatnya membuat jalanan jadi macet.dengan buru-buru Dara berlari dan menerobos kerumunan akibat kecelakaan itu.
"Ya ampun Win,kan udah aku bilang tadi bahaya menyetir saat kita mabuk,tapi kamu susah bangat dibilangin."gumam Dara.ya ternyata Dara mengikuti mobil milik Wina dari belakang.
Setelah tubuh Wina yang berlumuran darah diangkat ke mobilnya,ia segera membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sesampainya di rumah sakit Dara segera menghubungi Bram selaku suaminya Wina,karna bagaimanapun Bram berhak tau tentang Wina.
Tak menunggu waktu lama Bram sudah tiba dirumah sakit dengan nafas ngos-ngosan,ia begitu kaget mendengar kabar bahwa istrinya mengalami kecelakaan.
"Maaf,Bapak ini siapanya korban?"
"Saya suaminya, Pak."
"Begini,Pak setelah kami selidiki penyebab dari kecelakaan ini ternyata istri Bapak mabuk,dan Bapak tentu paham apa dampaknya kalo kita nyetir dalam keadaan yang tidak normal."penjelasan polisi barusan membuat Bram kaget,ia tak menyangka kalo Wina mabuk padahal minuman itu sangat berbahaya untuk Ibu hamil.
Setelah polisi yang menangani kasus Wina pergi,muncul-lah Dokter dari ruangan Wina.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan istr-ku,Dok? dia dan calon anak kamu baik-baik aja kan?"
"Begini,Pak.saya selaku Dokter minta maaf yang sebesar-besarnya,karna...."