AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 25-PESAN DESI.


__ADS_3

"Cepatlah bersiap karna kita akan pulang ke rumah hari ini.dan ini ada baju pakailah."Marsel memberikan paperbag pada Mona.


"Baiklah."Mona masuk ke kamar mandi untuk segera bersiap.


"Sudah siap?kita berangkat sekarang."Marsel mengambil alih koper yang di bawa Mona.


"Pak.kita mau pulang ke rumah Bapak ya?"


"Tentu.emang kamu pikir kita mau pulang ke mana?lagi pula kamu itu udah menjadi istri ku,jadi kemana pun aku pergi kamu harus ikut."


Begitu tiba di pintu utama,sopir yang di utus menjemput mereka berdua langsung membuka pintu mobil.


"Terimakasih,Pak."ucap Mona tersenyum.


"Sama-sama Nona muda."ucap sang supir.


Marsel kesal melihat Mona tersenyum pada sopirnya,ada rasa tak rela di hatinya ketika melihat itu.


"Pak..."


Setelah itu mereka saling diam tidak ada yang berbicara,Mona memejamkan matanya menikmati udara pagi.


Mobil yang mereka naiki sudah masuk pekarangan rumah Marsel.


"Silahkan Tuan dan Nona."


Setelah mengucapkan salam Mona dan Marsel langsung masuk ke dalam,Bu Nisa menyambut anak dan menantunya dengan rasa bahagia.bukan mereka aja yang hadir di sana melainkan ada sosok gadis cantik duduk di dekat Oma Tari.


" Akhirnya kalian berdua datang juga.kita semua udah nungguin dari tadi."ucap Bu Nisa.


" Aku kangen banget sama kamu tau. mana nikah nggak bilang-bilang lagi."ucapnya cemberut.


"Maaf.aku kira meskipun di undang kamu nggak bakalan bisa datang."Marsel melepaskan tangan Kiara yang masih melingkar di pinggangnya.


Kiara adalah teman masa kecil Marsel dan Karin,dulu mereka bertiga selalu bermain bersama bahkan dari Tk hingga SMa mereka sekolah di tempat yang sama.


"Kia.kenalin ini mantu,Tante."


"Kiara."ucapnya dengan senyum yang di paksakan.


"mona."


" Lebih baik sekarang kita makan dulu yuk, pasti udah pada lapar kan?"


"Kebetulan bangat.soalnya aku udah kangen bangat sama masakan Tante yang enak ini."ucap Kiara senang.

__ADS_1


Marsel lebih dulu duduk duluan,Kiara yang melihat itu langsung meminta tempat duduk bersebelahan dengan Marsel.


" Aku boleh kan duduk di sini?"


" Tentu boleh."ucap Mona tak mau ambil pusing.


"Oma.duduk di sini ya?aku pengen dekat dengan istri ku."ucap Marsel.


Akhirnya Marsel dan Mona pun kembali duduk bersebelahan,Kiara kesal melihat Marsel yang cuek dengan dirinya.


Dengan cekatan Mona melayani Marsel.ia mengambil nasi beserta lauknya lalu memberikannya pada Marsel.


" Terima kasih sayang."ucap Marsel tersenyum,sementara Mona kaget mendengar ucapan suaminya.


"Sel.di perusahan kamu ada loker nggak?"ucap Kiara yang udah mati-matian menahan kesal.


" Emang kenapa?"


" Aku lagi butuh kerjaan soalnya?"


" Untuk saat ini memang belum ada, tapi nanti aku kabari lagi.emang kapan rencana mu balik ke luar negeri?"


"Belum tau.karna untuk beberapa hari ini aku akan tinggal di sini bersama kalian.tadi aku udah minta ijin kok sama Tante dan Om."


"Sudah.nanti lagi di lanjut ngobrolnya sekarang kita makan dulu."ucap Oma Tari.


"Hmmmm.kalo cuman perempuan seperti ini mah gampang bangat buat misahin dia dari Marsel.kelihatan bangat kampungannya lagi pula kok Marsel bisa mau sih sama dia."Kiara menatap Mona dengan tajam.


" Kenapa Mba ada yang salah sama aku?perasaan dari tadi Mba ngeliatin aku terus deh."ucap Mona.


"Eh...nggak kok,ternyata kamu cantik juga pantas aja Marsel mau menikahi mu.biasanya Marsel tidak mudah jatuh cinta."ucap Kiara gugup karna ketangkap basah.


Mona hanya tersenyum menanggapi ucapan Kiara, menurutnya Itu bukan sebuah pujian melainkan ejekan.


Setelah selesai makan mereka semua pindah keruang tamu."Sel.aku dengar-dengar Karin udah pergi keluar negeri ya."


"Iya.Tante juga dapat kabar dari orang tua Karin.saat Tante ingin mengirim undangan ke rumahnya ternyata mereka semua lagi pergi untuk mengantar Karin."ucap Bu Nisa.


"Sel.ini ada kado dari kami buat kalian berdua."Pak Wijaya memberikan sebuah kunci dan tiket bulan madu.


"Kunci rumah,Pah?"


"Iya sayang.Oma sama Mama dan Papa mu sengaja memberikan kalian berdua hadiah rumah dan sekaligus tiket bulan madu.jadi besok kalian udah bisa berangkat."


Marsel terlihat biasa aja berbeda dengan Mona ada rasa gugup dan gelisah.

__ADS_1


"Be..besok Oma?"ucap Kiara syok.


"Iya Kia.semoga saat mereka berdua pulang dari bulan madu memberikan kabar baik."ucap Oma Tari tersenyum.


"Oma.aku kan baru aja ketemu sama Marsel?masa dia udah mau pigi aja,aku kan pengen jalan-jalan di temani sama Marsel."ucap Kiara cemberut.


"Kalo soal itu gampang Nak.nanti biar Tante sama Oma mu yang nemani kamu jalan-jalan."ucap Pak Wijaya.


"Tapi..gimana kalo aku ikut mereka aja."


"Nggak boleh gitu dong,Nak.mereka berdua kan pengantin baru butuh waktu berdua.masa kamu mau minta ikut sih."ucap Bu Nisa.


"Baiklah,besok kami akan berangkat."ucap Marsel.


"Kamu setuju kan sayang?"Marsel menyentuh tangan Mona.


"Tentu Mas."ucap Mona gugup.


"Dasar kulkas sialan.pasti dia sengaja cari kesempatan buat megang-megang aku."pikir Mona.


"Kalau gitu kalian lebih baik istirahat sekarang.besok tinggal berangkat aja karna semua udah Papa atur."


"Baiklah.kalo gitu kami permisi dulu."Kiara menatap kepergian Mona dan Marsel dengan cemburu.


"Karin boleh gagal misahin mereka,tapi tidak dengan ku.bagaimapun Marsel itu milik aku doang."batin Kiara.


"Kalo gitu aku juga mau ke kamar,permisi."ucap Kiara sopan.


Di dalam kamar Mona menatap Marsel dengan kesal.


"Pasti Mas sengaja tadi megang tangan aku kan?dasar modus."ucap Mona kesal.


"Nggak usah sok tau.menurut kita harus bersikap seperti ini dihadapan keluarga ku? yang ada nanti mereka malah curiga lagi."


"Kalo jadi orang tuh jangan berpikiran buruk terus napa,lagi pula aku sah-sah aja buat megang kamu bahkan lebih juga.karna semua anggota tubuh mu halal buat aku sentuh."Marsel bergegas masuk ke kamar mandi setelah mengatakan itu.


"Apa aku terlalu jahat karna belum menunaikan kewajiban aku sebagai seorang istri,tapi kalo boleh jujur aku belum siap untuk itu.apa lagi aku belum mencintai dia."pikir Mona.


Ting.


[Hai pengantin baru.gimana belah durennya?apa punya Pak Bos lebih besar dari milik si Dani?]


"Dasar teman nggak ada otak bisa-bisanya dia kirim pesan begituan sama aku."umpat Mona,ia bukan wanita polos yang tak mengerti dengan pesan Desi,apa lagi ia udah pernah menikah.


[Woy,balas dong.aku pengen tau ini]

__ADS_1


[Kalo pengen tau ya buruan nikah.entar kalo aku kasih tau kamu jadi pengen gimana?kamu mau menyalurkan-nya kemana?apa kamu mau coba pake ter*ng.]Mona membalas sambil tertawa hingga ia tak sadar Marsel udah keluar dari kamar mandi.


__ADS_2