AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 34-PENOLAKAN.


__ADS_3

Begitu masuk bu Nisa tidak dapat menahan ketawa yang sedari tadi ia tahan,bagaimana tidak.Marsel sudah seperti Ibu-ibu arisan saja karna baju yang ia gunakan.


"Selamat datang di rumah kami,jeng."seloroh bu Nisa.


"Mama ini apaansih,udah tau anak lagi berusaha untuk menahan malu.kalo bukan karna permitaan istriku yang cantik ini aku mah nggak sudi pake baju beginian."ucap Marsel kesal.


"Maaf-maaf,habisnya kamu cantik bangat pake baju beginian.oh iya Mama hampir lupa bilang sama kalian berdua,tadi orang tua Kiara nelfon katanya akan berkunjung nanti malam kesini."


"Mau ngapain,Ma?"


"Kalo itu Mama kurang tau,tapi mereka bilang ada perlu sama kamu,Sel."


Perasaan Mona mulai nggak tenang,ia paham sekali kalo ini pasti ada kaitannya dengan Kiara.Marsel yang menyadari itu segera menghampiri Mona dan mengajaknya untuk istirahat ke kamar.


"Kamu kenapa sayang? kok Mas perhatikan seperti mikirin sesuatu?"


"Aku sangat yakin kalo kedatangan orang tua Kiara ingin membahas hubungan mu dengan anaknya Mas."ucap Mona sendu.karna bagaimanapun ada rasa takut di hatinya.


"Hubungan ku dengan Kiara?"


"Iya,karna yang aku tau Kiara itu suka sama kamu.kenapa disaat aku baru bahagia cobaan harus datang lagi? apa tuhan tidak ingin aku..."


"Shiiiiit.kamu nggak boleh bicara seperti itu,apapun yang terjadi Mas nggak akan pernah ninggalin kamu,apa lagi sekarang udah ada Marsel junior disini.jadi mana mungkin Mas tega."Marsel membawa Mona ke dalam pelukannya.


"Tapi...."


"Dengar Mas baik-baik,apapun permitaan mereka nanti mengenai Kiara Mas nggak akan kabulin,bagi mas,Kiara itu sebatas sahabat saja dan nggak lebih."


Meskipun Marsel sudah berbicara seperti itu namun Mona belum bisa tenang sepenuhnya,pernah gagal dalam membina rumah tangga membuat Mona trauma.apa lagi sekarang dirinya tengah hamil muda.


Tak terasa hari sudah malam, keluarga besar Marsel baru saja selesai makan malam dan saat ini sedang bersantai di ruang tamu sambil ngobrol,dan dari arah luar terdengar suara klakson mobil.bu Nisa segera bangkit dari tempat duduknya untuk menyambut tamunya..


"Malam..jeng,"ucap Momy Kiara.


"Malam juga,mari silahkan masuk biar lebih enak ngobrolnya."dengan ramah bu Nisa menyambut kedua orang tua Kiara.

__ADS_1


"Silahkan duduk dulu,Bik.tolong buatkan minum untuk mereka ya!"


"Baik..nyonya,"


"Bagaimana kabar semuanya? sehat-sehat aja kan?"


"Alhamdulillah kita semua sehat,"


"Jadi ini istri kamu, Sel?"


"Iya Om.Tante,ini Mona istriku!"ucap Marsel merangkul Mona.


Setelah minuman datang mereka kembali melanjutkan obrolan yang sempat tertunda,tak di pungkiri Momy Kiara kagum dengan kecantikan Mona.


"Kita langsung aja ya, sebenarnya tujuan kami datang kesini ingin menyampaikan hal penting mengenai Kiara,kamu udah mengenal Kiara dari kecilkan,Sel? tentu kamu sangat paham gimana sifat dia hingga saat ini."


"Emang dia kenapa,Tante?"


"Begini? sejak beberapa hari ini Kiara sering mengurung diri di kamar,dan dia juga sering menangis.tentu kami sebagai orang tuanya merasa sangat khawatir apa lagi dia anak kami satu-satunya."


Semua orang terdiam dan mendengarkan keluhan yang di sampaikan orang tua Kiara"Kalo boleh tau,Jeng.apa penyebab Kiara menjadi seperti itu?"


"Permintaan apa itu,Om?"


"Sel.Om sama Tante memohon dengan sangat sama kamu,tolong kabulin permintaan Kiara,tolong nikahi Kiara agar dia kembali semangat."


Bu Nisa maupun yang lainya sangat terkejut mendengar itu semua,bagaimana mungkin Kiara minta dinikahi Marsel sementara dia sangat tahu kalo Marsel sudah mempunyai istri.


"Tante sangat mohon sama kamu,Sel? Nak.kamu bersediakan berbagi suami dengan Kiara?"


"Tidak!"ucap Mona tegas.


"Sampai kapanpun aku nggak akan sudi berbagi suami,semua keputusan ada di tangan suamiku.kalo dia setuju lebih baik aku mundur."ucap Mona dingin,dia benar-benar nggak habis pikir kenapa ada orang tua yang mendukung keinginan gila anaknya.


"Aku juga minta maaf,Tante.Om.aku nggak bisa ngabulin permintaan Kiara,aku sangat mencintai istriku dan apa lagi saat ini dia sedang hamil."

__ADS_1


Momy Kiara beralih menatap bu Nisa"Maaf jeng.kami rasa permintaan Kiara itu nggak masuk akal sekali, sementara dia tau kalo Marsel itu udah punya istri."ucap bu Nisa.


Penolakan-demi penolakan yang mereka terima membuat Momy Kiara emosi"Padahal kamu sama Kiara itu udah dekat dari dulu,tapi kamu lebih memilih orang yang baru kamu kenal,kalo sampai terjadi sesuatu sama putriku,kalian akan saya tuntut."


"Ayok kita pulang,Mas.rasanya percuma tadi kita datang kesini buang-buang waktu saja,kamu akan menyesal,Sel."tampa pamit kedua orang tua Kiara keluar dari rumah Marsel.


"Wong edan,itulah akibat orang tuanya terlalu memanjakan Kiara,jadi apapun keinginan-nya harus dituruti ya kalo nggak bakalan ngancam mau bunuh diri segala."ucap Oma Tari.


"Kamu nggak usah banyak pikiran sayang.kalo sampe Marsel berani menduakan kamu,maka Mama orang yang pertama kali maju untuk menghajar nya!"


"Oh.tentu Oma juga tidak akan diam aja dong kalo sampe Marsel nekat."timpal Oma Tari.


Sementara di tempat lain,Kiara sedang senyum-senyum sendiri,ia membayangkan kalo kedua orang tuanya berhasil membujuk Marsel untuk menikahinya tampa ada penolakan sedikitpun.


"Pasti Momy sama Dady berhasil membujuk Marsel,aku sangat yakin itu.berarti sebentar lagi aku bakalan jadi istrinya Marsel dong, nggak papa walaupun hanya jadi yang kedua."


"Setelah aku menikah dengan Marsel,perlahan tapi pasti.aku bakalan nyingkirin perempuan kampung itu dan aku bakalan jadi nyonya Marsel satu-satunya!"Kiara lompat-lompat di atas kasurnya,ia begitu bahagia membayangkan-nya saja.


"Tapi kok mereka lama bangat ya?"


Tin.....tin......tin!


"Tuh mereka datang!"dengan tak sabar Kiara berlari untuk menyambut kedatangan orang tuanya.


"Momy sama Dady udah pulang? bagaimana hasilnya? Marsel setujukan untuk menikahi aku?"Kiara begitu tak sabar.


Kedua orang tua Kiara saling tatap,mereka sama-sama bingung ngejelasin-nya sama Kiara.


"Sayang,mulai sekarang kamu harus belajar lupakan Marsel.dia itu nggak---"


"Jadi,Marsel menolak menikahi-ku?"mata Kiara mulai berkaca-kaca.


"Iya sayang,Dady sama Momy kamu udah berusaha untuk membujuk Marsel,namun hasilnya nihil,apa lagi istrinya tidak memberi izin dia lebih memilih berpisah daripada harus di madu."


"Terus,kenapa Marsel nggak ceraikan dia saja?"tangis Kiara pecah.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin Marsel menceraikan dia,sayang.kalo Marsel begitu mencintainya di tambah lagi sekarang istrinya lagi hamil."


"Arrrgggghh.pokoknya aku tetap ingin menikah dengan Marsel apapun yang terjadi!!"teriak Kiara sambil berlari menuju kamarnya.


__ADS_2