AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 21-PERUBAHAN.


__ADS_3

"Ahh...teruskan sayang."desah*n seorang wanita tengah memenuhi kamar hotel.


"Makasih karna kamu selalu bisa memuaskan ku!"


"Aku juga sayang,selain bisa terpuaskan di atas ranjang.kamu juga bisa memuaskan aku secara materi."ucap Wina manja.


Ya,tampa sepengetahuan Dani suaminya Wina telah menjadi simpanan Bosnya,Wina merasa bosan dan capek dengan Dani yang tak pernah bisa tegas,dan Wina juga tau kalo suaminya masih mengejar-ngejar Mona karna beberapa hari yang lalu Wina tak sengaja membaca pesan yang di kirim Dani.


"Itu sudah pasti sayang.pokoknya selagi kamu tidak berhianat dengan ku apapun akan aku beri."


"Kalo begitu kenapa kita tidak menikah aja?aku rela kok menajadi istri kedua,Om."Wina duduk di pangkuan Bram.


"Tidak semudah itu sayang,kamu tau sendirikan kalo semua aset-aset yang kami miliki masih atas nama istri ku.lagi pula kamu juga udah ada suami,lebih baik kita nikmati aja seperti biasa."ucap Bram mengelus pipi Wina,ia tidak mau ambil resiko dengan meninggalkan istrinya sebelum mendapat harta walaupun sebagian.


"Baiklah Om."Wina menghadap Bram dengan penuh nafsu ia ******* b*b*r Bram.tak mau tinggal diam Bram juga membalas ciuman Wina dan nafsu mereka berdua kembali bangkit lagi.


"Aku harus pulang sekarang,Om.aku takut suami ku curiga."ucap Wina setelah aktifitas panas mereka selesai.


"Baiklah sayang.Om akan pesankan taxi buat kamu."Wina mengangguk dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badan.


"Kamu hati-hati di jalan sayang dan jangan lupa kabari begitu sampai,Om udah transfer uang untuk belanja mu."


"Terimakasih,Om."Wina mencium Bram kembali sebelum keluar kamar hotel.


Selama dalam perjalanan Wina tak berhenti tersenyum setelah melihat uang yang masuk ke rekeningnya.


"Hmmmm,andaikan saja aku bisa jadi istrinya Om Bram pasti hidup ku akan senang."batin Wina.


"Mba.kita udah sampai di alamat yang Mba sebut tadi."


"Baik..Pak,ini ongkosnya kembalian Bapak ambil aja."ucap Wina bergegas turun.


"Terimakasih,Mba.semoga rezekinya selalu lancar."supir tersebut begitu bahagia karna uang yang diberikan oleh Wina terbilang lumayan.


Setelah membuka pintu Wina langsung masuk,meskipun Dani sudah menatapnya dengan tajam.namun Wina mengabaikan dan langsung masuk kamar.


"Win.."ternyata Dani menyusul Wina ke kamar.

__ADS_1


"Aku capek mau istirahat.jadi kalo mau marah besok aja."setelah menganti baju dengan piyama Wina langsung tidur.


Dani merasa perubahan yang ada pada Wina semakin nyata,semenjak pertengkaran beberapa hari lalu dengan Tika,Wina semakin sering pulang malam dan irit bicara.dengan menahan emosi Dani ikut berbaring di samping Wina yang sudah tertidur pulas.


Sementara di rumah Mona ia masih terjaga dari tidurnya,ia begitu gelisah memikirkan waktu pernikahan-nya semakin dekat.


"Mon.kamu persis bangat kayak cacing kelaparan dari tadi nggak mau diam."ucap Desi merasa terganggu.


Beberapa hari ini emang Mona meminta Desi tinggal di rumahnya,karna untuk saat ini Mona benar-benar butuh teman ngobrol.Desi yang juga tidur di Kost sendirian tentu tidak keberatan.


"Aku nggak bisa tidur,Des."keluh Mona.


"Kenapa nggak bisa tidur?emang kamu mikirin apa lagi?kalo soal pernikahan itu mungkin emang kalian udah berjodoh."


"Bukan cuman itu aja yang aku pikirin.kamu tau nggak tadi aku ketemu siapa di taman?"


"Mana aku tau,kamu pikir aku punya ilmu hitam bisa nebak-nebak."


"Tadi di taman aku ketemu sama istrinya si Dani."ucap Mona.


"Kamu serius.terus kalian berdua nggak ngelut kan?"ucap Desi antusias.


"Emang dia bilang apa sama kamu?"seketika rasa ngantuk yang melanda Desi hilang begitu aja.


BEBERAPA JAM YANG LALU.


"Tunggu! aku rasa kita perlu bicara."ucap Wina menghampiri Mona yang sedang duduk sendirin.


"Mau bicara apa?aku rasa diantara kita nggak ada masalah apapun lagi."


"Aku cuman mau bilang sama kamu tolong jangan ganggu suami ku lagi."


"Ganggu?maksud kamu apa?"


"Kamu nggak usah pura-pura bodoh, pasti kamu tau apa maksud aku."


"Lebih baik ngomong langsung aja,nggak usah pake teka-teki segala."ucap Mona malas.

__ADS_1


"Aku tau kamu masih ada rasa cinta dengan suami ku,makanya kamu berusaha untuk merayu dia."


"Nggak usah ngomong sembarangan kamu,semenjak aku tau dia ada main sama kamu dibelakang aku semenjak itulah rasa cinta ku pada suami mu itu mati."


"Kamu pikir aku percaya sama kamu.kalo emang kamu nggak ada rasa lagi sama Dani terus maksud foto ini apa?"Wina memberikan hp-nya pada Mona,dimana saat Dani menarik tangan dia menuju area sepi.


"Terserah mau percaya atau nggak,tapi yang jelas aku udah nggak ada rasa apapun sama laki-laki itu,dan yang perlu kamu beri peringatan itu suami mu bukan aku.lihatlah bagaiman suami mu memohon-mohon untuk bertemu dengan ku dan meminta rujuk."Mona juga tak mau tinggal diam,ia segera menunjukkan chat yang di kirim Dani.


"Jadi kamu sudah ngertikan siapa disini yang menganggu?jadi kamu nggak perlu khawatir begitu aku merebut dia kembali.aku ikhlas dia bersama kamu jadi nikmatilah bekas ku itu."Mona pergi meninggalkan Wina yang diam mematung.


"Jadi begitu ceritanya,Des."


"hmmmm.tapi kira-kira siapa ya yang mengambil foto kalian diam-diam?"


"Kalo soal itu aku juga nggak tau,Des.mungkin seseorang yang ingin menjatuhkan aku,kamu tau sendirikan musuh aku begitu banyak padahal aku ini anak yang baik dan rajin menabung."ucap Mona.


"Mon.nonton drama yuk,aku udah nggak bisa tidur lagi gara-gara kamu jadi kamu harus tanggung jawab."


"Boleh.tapi jangan drama yang banyak hot-hotnya.sebelum itu kita masak mie yuk biar ada teman nonton."


"Yuklah."kedua sahabat itu bergegas menuju ke dapur.


Tak terasa hari sudah pagi,Wina sudah siap dengan baju kerjanya tinggal berangkat aja.


"Win.aku minta uang belanja dong."ucap Tika.


"Kan udah aku bilang waktu itu,aku nggak akan ngasih uang belanja lagi....lagi pula bukannya Mas Dani udah ngasih semalam sama Kaka?"


"Udah sih.tapi uang segini mana cukup,Win.jadi kamu tambahin ya."


"Aku nggak ada uang,lagi pula aku udah jarang makan di rumah kan.untuk itu minta aja sama suami Kaka dia kan udah kerja."ucap Wina sambil minum teh.


"Kamu kok makin pelit sih,Win?dulu kamu nggak kayak gini loh."


"Itu dulu Kak.tapi sekarang nggak lagi,aku heran deh sama Kaka masa uang segitu hanya cukup buat beli tempe,telor sama kangkung


sih.kalo menurut aku uang 200ribu satu hari lumayan besar loh."

__ADS_1


"Kalo nggak mau ngasih yaudah,nggak usah banyak omong."dengan kesal Tika berjalan keluar rumah.


__ADS_2