AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 12-INGIN RUJUK.


__ADS_3

"Sel,nanti malam kamu nggak ada acara kan?"


"Belum tau Ma,emang kenapa?"Marsel mematut dirinya di depan cermin.


"Mama mau kenalin kamu sama..."


"Stop Ma.kenapa sih Mama nggak pernah bosan buat ngejodohin aku,lagi pula aku ini udah dewasa dan aku bisa cari calon istri sendiri."


"Kapan?dari dulu jawaban mu selalu itu-itu aja.tapi hasilnya sampe sekarang belum ada."ucap Bu Nisa ketus.


"Siapa bilang nggak ada.aku sudah punya calon istri kok,"niat hati agar sang Mama berhenti mengomel tau-taunya malah semakin kepo.


"kamu lagi nggak bohongin mama kan?ⁿ kalau gitu Kenapa kamu nggak bawa dia ke rumah Ini kan Mama pengen kenal sama calon mantu Mama."


"Sabar dong Ma.lagi pula kami baru dekat beberapa bulan ini."Marsel merutuki kebodohannya.


"Apa si Kancil mau jadi pacar pura-pura ku?"


Si kancil yang dimaksud Marsel adalah Mona karena Mona memiliki gigi kelinci,selama menjadi sekretarisnya Marsel sedikit merasa nyaman pada Mona.


"Pokoknya Mama nggak mau tahu dan nggak menerima penolakan apapun, segera bawa dia ke rumah ini atau enggak kamu harus nerima Perjodohan yang akan Mama lakukan."bu Nisa pergi meninggalkan Marsel yang masih mematung.


"Aarrggghh,aku harus apa sekarang."Marsel pusing dengan permintaan Mamanya.


Sementara di rumah Tika,keadaan bu Rahma semakin hari semakin kurus seperti orang yang nggak di urus.


"Bu,biarpun cuman sedikit Ibu harus makan."Wina kasihan melihat kondisi Ibu mertuanya.


"Ibu nggak lapar,Win.kamu sama Dani kan udah nikah beberapa bulan?apa kamu udah ada tanda-tanda hamil?"


Wina menarik nafas panjang sebelum menjawab pernyataan bu Rahma,"Belum,Bu.doakan aja semoga aku cepat hamil."sebenarnya Wina juga heran kenapa ia belum juga hamil,padahal mereka sering berhubungan apa lagi saat masa subur Wina.


"Apa kalian udah periksa?"


"Udah aku sama Mas Dani sehat kok,Bu.mungkin belum waktunya aja kali."cicit Wina.


"Ibu rasa juga seperti itu,yaudah kalo gitu Ibu mau tidur dulu."


"Ibu nggak boleh tidur sebelum makan,lihatlah badan Ibu semakin hari semakin kurus aja,aku nggak mau di bilang jadi menantu yang nggak bisa mengurus mertua."

__ADS_1


Karna terus di desak akhirnya bu Rahma pun mau membuka mulut,dengan telaten Wina menyuapi sang mertua hingga makanan habis.


"Udah,sekarang waktunya minum obat.habis itu Ibu baru boleh tidur."


"Hmmmm,kalo nggak ingat pesan orang tua ku di kampung ogah aku ngurus dia.apa lagi aku di cinta mati sama anaknya."batin Wina menutup pintu.


Di perusahaan semua karyawan pada istirahat untuk makan siang,saat ini Dani dan kedua sahabatnya Dika dan Ilham sedang asyik menikmati makanan.


"Menurut kalian gimana kalo aku ngajak Mona rujuk?soalnya aku yakin kalo Mona masih ada rasa sama aku."


Dika dan Ilham tidak dapat menahan tawa,menurut mereka berdua Dani terlalu percaya diri sekali.


"Kenapa kalian berdua tertawa?apa ada yang salah sama pertanyaan ku?"


"Sangat lucu.apa menurut mu Mona masih mau rujuk setelah apa yang kamu perbuat sama dia?"


"Betul itu,apa lagi dengan pekerjaan mu sekarang.kamu nggak lihat Mona semakin cantik,bening lagi dan aku rasa si Bos ada rasa sama Mona."timpal Dika.


"Jangan sok tau kamu."Dani tak terima.


"Bukan sok tau,apa kamu nggak lihat dari cara dia natap Mona begitu dalam,udalah Dan.kamu nggak usah banyak tingkah lagi lebih baik sekarang pokus sama satu perempuan aja yaitu binik mu."


"Maaf,kali ini kami nggak ikutan lagi deh.apa lagi harus berurusan sang si Bos.kita berdua masih butuh kerjaan buat ngumpulin modal nikah."Dani terdiam mendengar penolakan kedua sahabatnya.


"Apa benar Mona sudah sulit aku dapatkan?tapi aku nggak rela lihat dia bersama laki-laki lain."pikir Dani.


"Monalisa!!"teriak Desi.


"Bisa nggak sih nggak usah teriak-teriak.kamu nggak malu diliatin anak-anak yang lain?"


"Ngapain harus malu,kan aku nggak tela*j*ng."ucap Desi santai.


"Terserah kamu deh mau ngomong apa, yuk buruan ke kantin aku udah laper banget nih."


Amel dan kedua sahabat yang sudah berada di kantin" kalian berdua lihat nggak?Mona sama Pak Marsel seperti orang pacaran aja.aku sampe iri loh ngelihatnya."


"Sama,apa lagi semelam aku lihat mereka berdua tampa diantar sopir.jangan-jangan mereka ada hubungan lagi."


"Kalian berdua bisa diak nggak?bikin selera makan orang hilang aja,apa bagusnya sih janda itu."ucap Amel sinis.

__ADS_1


"Biasa aja dong nggak usah ngegas ngitu,biarpun Mona janda tapi nggak kelihatan kok malah dia masih seperti gadis."


"Dasar kalian berdua."Amel bergegas meninggalkan kedua temannya.


"Dasar si Amel sensi amat,padahal yang kita omongin itu benar nggak ngada-ngada."


"Kamu kayak nggak tau aja gimana sifat dia,semenjak dia jadi karyawan seperti kita kan sifatnya semakin menjadi dan mudah marah,apa lagi yang di bahas musuh dia.dari dulu kamu tau sendiri kan dia nggak pernah suka sama si Mona,karna cuman Mona yang berani melawan dia."


"Betul,kita lanjut makan lagi yuk sebelum jam istirahat habis."


"Apa hebatnya si janda itu?


"Apa benar dia sama Pak Marsel ada hubungan? Aku harus segera cari tahuy kalau emang itu benar aku nggak akan tinggal diam karena Pak Marsel hanya punyaku." Ambisi hamil untuk mendapatkan Pak Marsel begitu besar.


" Apapun yang terjadi Pokoknya aku nggak boleh kalah sama janda itu."Amel kembali keruangannya setelah merasa tenang.


"Ehmmmm."Marsel berdehem setalah dekat ke meja Mona.


"Astaga,bisa nggak sih Bapak jangan ngagetin aku,lama-lama bisa mati muda aku."omel Mona.


"Siapa bilang kamu masih muda?"


"Banyak,apa lagi tukang ojek di pasar banyak yang bilang aku masih seperti gadis."


"Nggak nanyak,aku cuman mau ngasih berkas ini aja dan harus selesai secepat mungkin."ucap Marsel dingin.


"Dasar kulkas,kalo nggak ingat dia itu bos aku.mungkin udah aku geprek."ucap Mona kesal.


"Astaga,gimana caranya aku ngajak dia kerja sama.aku bosan mendengar Mama yang ingin menjodohkan aku terus-terusan."


Sore hari Mona mendapat kabar kalo kedua orang tunya sudah tiba,ia sudah tak sabar ingin segera tiba di rumah.


"Mon,aku mau bicara sebentar sama kamu."cegah Dani.


"Lepas.aku nggak ada waktu bicara dengan mu.lagi pula diantara kita udah selesai jadi tolong jangan ganggu aku lagi."ucap Mona menepis tangan Dani.


"Sebentar aja."ucap Dani memohon.


"Aku nggak bisa!"Mona buru-buru pergi.

__ADS_1


__ADS_2