
Mona baru saja pulang dari tempat kerjanya,baru kali ini dia agak pulang malam karna lumayan banyak tugas yang ia kerjakan.
"Kamu baru pulang,Nak?"
"Iya,Bu.soalnya di kantor lumayan banyak kerjaan jadi terpaksa deh aku lembur."Mona meneguk minuman yang sudah di sediakan Bik Sur tadi.
"Yaudah kamu buruan sana mandi,biar kita makan malam bersama."ucap bu Rahma.
Mona langsung menuruti perintah wanita yang sudah ia anggap sebagai Ibunya.
"Kok bisa sih kamu turun jabatan,Mas?"omel Wina.
Ya,setalah pulang dari kantor Dani langsung memberitahu masalah jabatannya.
"Bisalah,kamu nggak lihat vidio kita udah viral di seluruh dunia,jadi wajarlah kalo jabatan aku di turunkan.masih untung aku nggak di pecat."
"Tapi Dan,setelah itu pasti gaji kamu nggak bakalan cukup lagi untuk kita semua."
"Jadi aku harus gimana?mulai besok Kaka suruh aja suami mu cari kerja.biar bisa bantu-bantu aku untuk memenuhi kebutuhan rumah ini."
"Aku nggak yakin kalo Mas Dedi mau kerja,"
"Ya harus maulah dong.Kak,bilang aja masalah yang kita hadapi saat ini gimana?"ucap Dani ketus.
Sementara di tempat rumah Mona,mereka semua sedang asyik menikmati makan malam.
"Mon,makasih banyak ya,padahal Ibu ini hanya mantan mertua mu tapi kamu masih mau nerimah Ibu dengan baik."
"Ibu ngomong apa sih,bagi ku Ibu itu udah seperti Ibu kandung ku sendiri."Mona mengelus tangan Bu Rahma.
"Yaudah,kalo gitu Ibu langsung ke kamar ya Mon.kamu juga jangan lupa langsung istirahat ya."
"Baik,Bu."
"Bik,piring-piring kotor ini besok aja di cuci ya,Bibik langsung istirahat aja."
" Sekarang aja Neng nggak papa kok, lagi pula cuman sedikit,Neng istirahat aja duluan."ucap Bik Surti.
" Terserah Bibik aja kalau gitu,aku duluan ke kamar ya."sebelum benar-benar pergi ke kamar Mona mengambil minum dingin beserta makanan ringan untuk teman menonton drama.
"Astaga,kok semuanya berkurang sih?bukan cuman cemilan aja tapi bahan-bahan juga.pasti ada yang nggak beres ini,awas aja kalo firasat aku benar."gumam Mona menahan kesal.
Tak terasa hari sudah pagi,hari ini Mona sengaja ingin pergi menemui teman-temannya.
"Mon,bukannya hari ini kamu libur kerja ya?tapi kamu kok udah rapi aja."
"Iya Bu,hari ini aku ada janji sama teman-teman kantor."Mona tersenyum sambil menikmati teh.
"Kira-kira kamu lama nggak di sana?"
"Luamayan Bu,adalah satu atau dua jam.emang kenapa Bu?"Mona menatap bu Rahma yang sedang salah tingkah.
"Eh,nggak papa kok,Ibu hanya kangen aja pengen ngobrol banyak sama kamu."ucap Bu Rahma gugup.
__ADS_1
"Hmmmm,gitu.kalo gitu aku usahain pulang cepat ya Bu,tapi aku nggak janji karna pertemuan ini sekaligus merayakan kembalinya aku bekerja di perusahaan itu."
"Ibu ngerti kok,kalo gitu kamu hati-hati ya di jalan."
"Baiklah,kalo gitu aku berangkat dulu ya,Bu.assalamualikum."Mona mencium tangan bu Rahma.
"Walaikumsalam."sahut bu Rahma.
Setelah kepergian Mona,kedua wanita yang di hubungi Bu Rahma pun sudah muncul dengan wajah berbinar siapa lagi kalo bukan Tika dan Wina.
"Cepatlah kalian bergerak mumpung babu itu nggak di sini,Mona juga lagi keluar."titah bu Rahma.
"Santai aja kali,Bu.emang Mona kemana?"tanya Tika sambil duduk di kursi meja makan.
"Ada pertemuan dengan teman-teman satu kantornya."
"Nah,kalo gitu Ibu nggak usah khawatir dong,aku yakin pasti si Mona bakalan lama di sana?"ucap Wina yang juga ikutan duduk di dekat Tika.
"Kamu benar,Win.jadi kita masih sempat untuk makan di sini."dengan semangat Tika mengisi piringnya dengan penuh.
Kedua wanita itu mulai menikmati makanan dengan lahap,sementara Bu Rahma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya itu.
"Uh,ahirnya kenyang juga."Tika mengelus perutnya.
"Sama,Kak.kalo gitu kita mulai beraksi aja sekarang."
"Tapi aku ke kamar mandi dulu ya,Kak.nanti aku nyusul."
"Buruan sana jangan lama-lama karna waktu kita nggak banyak,apa lagi kalo sampe pembantu itu pulang kesini."
Saat ingin masuk ke kamar mandi,Wina tak sengaja melihat kamar yang tak di kunci tampa buang-buang waktu Wina pun segera masuk ke dalam.
"Bagus bangat,andai aja semua ini milik suami ku,pasti aku akan senang bangat.mana koleksi tasnya banyak lagi kalo aku ambil satu nggak bakalan ketahuan kali."
"Ah,sekalian aja sama sepatu ini.kebetulan bangat warnanya serasi bangat."
Setelah itu Wina buru-buru keluar dari kamar Mona dengan perasaan senang.
"Kamu lama bangat sih,Win.itu kamu bawa apaan?"
"Ini tas sama sepatu Kak,ternyata di kamar Mona banyak sekali barang-barang yang mahal."
"Yaudah kalo gitu kita langsung pergi aja sekarang."
"Bu,kita pergi dulu ya."
"Iya,hati-hati biar nggak ada yang curiga,Ibu di dapur aja nunggu babu itu."
"Aman,udah yuk Win."
"Lumayan,tiga hari ke depan kita nggak akan mikirin belanjaan."Tika dan Wina pun tertawa lepas.
Bruk!
__ADS_1
"Mo-mona."karna terkejut kantong kresek yang Tika bawa jatuh hingga isinya berserak,sementara Wina langsung menyembunyikan yang ia pegang.
"Kenapa,kanget karna tiba-tiba aku ada di sini?"ucap Mona sinis,perlahan ia mendekati kedua wanita yang sedang ketakutan itu.
"Jangan."ucap Wina ketika Mona merampas paksa plastik yang Wina sembunyikan.
PLAK!
"Dasar pencuri! langcang sekali kamu mengambil milik ku."bentak Mona.
Wina meringis kesakitan menadapat tamparan dari Mona."MONA!"
PLAK!
"Kamu juga perempuaan tidak tahu malu,beraninya kalian masuk kedalam rumah ku dan mengambil barang-barang ku sesuka hati kalian! apa kalian begitu miskin hingga nggak mampu membeli bahan makanan."
"Tutup mulut mu,kami masih sanggup kok."
"Kalo sanggup terus kenapa kalian mencuri?eh.aku baru ingat kalo kamu kan emang pencuri,selain pencuri suami orang ternyata kamu juga suka mencuri barang-barang orang."
karna tak terima dengan perkataan Mona,Wina pun menyerang berniat ingin menjambak rambut Mona.
"Awwww,lepasin wanita sialan.sakit."Mona menarik rambut Wina dengan kuat.
"Kalian kenapa belum per..."Bu Rahma tak melanjutkan ucapannya setelah melihat Mona.
"Lepasin dia Mon.."
"Kenapa Bu?aku hanya memberikan sedikit pelajaran pada pencuri di rumah ku!"
"Tapi nggak begitu caranya?"
"Jadi caranya gimana,Bu?apa kah aku harus pura-pura bodoh saat kedua manusia tak tau diri ini berbuat sesuka hati mereka di rumah ku,begitu maksud Ibu?"ucap Mona sinis.
"Apa salahnya kamu berbagi sedikit dengan mereka,toh kamu juga masih bisa beli lagi."
"Enteng sekali Ibu berbicara seperti itu,Ibu pikir cari uang itu gampang.terus kenapa nggak mereka aja Ibu suruh cari kerja biar nggak nyusahin orang aja."bentak Mona.
"Ya ampun,Neng.ini kenapa pada berantakan?"
"Nggak papa kok,Bik.tadi ada dua tikus yang berusaha membawa semua persedian milik kita tapi untung aku cepat datang."
Setelah selesai memunguti barang-barang yang berjatuhan,Bik surti pun langsung pergi ke dapur.
Sementara Bu Rahma kaget saat Mona berani membentaknya."Ibu kecewa sama kamu,Mon.hanya gara-gara masalah sepele kamu tega membentak Ibu!"bu Rahma menghapus air matanya.
"Aku bukan cuman kecewa,tapi aku juga benci dengan kelakuan Ibu.selama ini aku selalu bersikap baik sama Ibu,namun Ibu memamfaatkan itu semua untuk menyenangkan keluarga benalu Ibu."
"Mon..."
"Sekarang juga kalian pergi dari rumah ku! sekalian bawa Ibu kalian ini.karna aku nggak sudi menampung manusia yang bermuka dua."bentak Mona.
"Awas kamu,Mon.aku nggak bakalan tinggal diam!"ancam Tika dan bergegas pergi.
__ADS_1
Bu Rahma menyesali tindakan bodohnya yang menyetujui ide Tika waktu itu,dan sekarang Mona sudah terlanjur membenci dirinya.