AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 22-TIKA CURIGA.


__ADS_3

Persiapan pernikahan Mona dan Marsel begitu mewah dekorasi yang saat indah di selenggarakan di salah satu hotel milik keluarga Wijaya


Sementara di perusahaan Wijaya semua karyawan terutama cewek banyak yang patah hati,dan mereka bertanya-tanya siapa wanita yang beruntung bisa menikah dengan Marsel sang atasan mereka.


"Eh.jangan-jangan pengantin wanitanya Mona?soalnya udah beberapa hari ini dia nggak masuk kerja."


"Nah, aku juga pemikiran sama kamu."


"Bisa jadi.secara kalo di lihat-lihat mereka berdua cocok saat jalan bersama."mereka sibuk menggosip, sementara telinga Amel panas mendengarnya.


" kalian semua jangan pada sok tahu ya,mana mungkin Pak Marsel mau sama Mona dia itukan janda,jadi nggak cocok bangat."ucap Amel ketus.


" Jadi yang cocok menurut kamu sama Pak Marsel siapa?kamu gitu?"ucap Desi sinis.


"Tentu saja dong,selain cantik tentunya masih gadis."Amel mengibaskan rambut panjangnya.


"Pede bangat kamu,lebih baik janda tapi rasa gadis daripada gadis tapi rasa janda."ucapan Desi membuat orang tertawa.


"Jangan kurang ajar kamu ya!"geram Amel.


"Kalian mau bergosip atau bekerja?ini jam waktu kerja bukan untuk bergosip.sekali lagi saya dengar kalian masih ribut siap-siap kena hukum."


Semua karyawati yang semula sibuk bergosip kini bubar ke meja masing-masing.


Di kediaman Mona ia sedang merasa bosan,karna Mona tidak boleh kemana-mana,apa lagi ia sudah berapa hari nggak masuk kerja.


"Nak.kamu makan dulu ya,ini udah Mama bawakan."


" Ma, aku bosan tahu di rumah aja."ucap Mona cemberut.


" Ya mau gimana lagi sayang,kamu itu kan calon pengantin jadi nggak boleh kemana-mana menjelang hari pernikahan."Bu Rosa mengecup kepala Mona.


"Ma,pernikahan aku itu masih beberapa hari lagi loh,masa selama itu aku di kurung sih?"


"Udah nggak usah cemberut gitu,ini semua juga demi kebaikan mu,sekarang kamu habisin makanan mu Mama mau ke bawah dulu."


" Desi lama banget sih pulangnya?bibir aku udah gatal dari tadi pengen dengar gosip di tempat kerja."gumam Mona.


Tak terasa makanan yang di bawa oleh Mamanya udah habis,Mona kembali melanjutkan nonton Drama yang belum selesai.


Balik lagi ke tempat kerja, kini sudah jam istirahat semua karyawan keluar untuk mencari makan siang.

__ADS_1


"Dan.kamu udah dapat undangan belum?"tanya Ilham.


"Udah."jawab Dani singkat.


"Kira-kira pengantin wanitanya siapa ya?sayang undangan semewah ini nggak ada fotonya di pasang."


"Coba kalian baca lagi deh,nama perempuan-nya mirip sama Mona."ucap Dika.


Dani yang sedari tadi cuek dengan undangan itu kini dengan cepat melihat undangan yang ia terima.


"Monalisa."batin Dani.


"Nama Mona itu udah pasaran kali,dan aku sangat yakin kalo pengantin wanitanya bukan Mona mantan istri ku."


"Kenapa nggak yakin,jangan bilang kamu nggak terima kalo Mona dapat suami yang jauh di atas kamu?"ledek Ilham.


"Jelas dong Il,dia kan belum bisa lupain Mona."


" Siapa bilang aku nggak bisa lupain Mona? mungkin dulu iya tapi sekarang aku hanya mencintai istri ku.lagi pula apa keluarga Pak Marsel nggak malu mempunyai menantu janda bahkan yang nggak selevel dengan mereka."ucap Dani berusaha tenang.


"Jodoh itu kita nggak ada yang tau,Dani sontoloyo.meskipun Mona janda tapi kalo dia emang di takdirkan untuk Pak Bos gimana?Mona masih cantik rencananya kalo emang perempuannya bukan Mona yang kita maksud,aku mau coba deketin Mona siapa tau kami jodoh."ucap Dika.


"Aku dukung kamu,Dik.kalo kamu sama Mona aku sama Desi aja."ucap Ilham semangat.


"Sok ganteng bangat dia mau deketin Mona,nggak akan ada yang bisa miliki Mona selain aku."pikir Dani.


"Pasti dia sangat cemburu tadi,secarakan dia masih berharap bisa balikan sama Mona."ucap Dika tertawa.


"Pastilah.sok-soan selingkuh sih.eh lihat mantan makin bersinar pengen balikan lagi."


Tak jauh dari mereka Amel juga dari tadi tidak fokus dengan makan siangnya,padahal waktu istirahat nggak banyak lagi.


"Apa benar yang akan menikah dengan Pak Marsel itu Mona?aku nggak bisa bayangin kalo itu emang benar-benar nyata."Amel mengaduk-aduk makanannya.


"Mel.buruan makan entar lagi jam istirahat habis."tegur teman Amel.


"Kalian berdua aja yang makan,aku udah nggak selera lagi."Amel bangkit dari tempat duduknya.


"Kenapa tuh anak?"


"Alah,kayak kamu nggak paham aja sama dia.pasti gara-gara undangan itulah,apa lagi nama pengantin wanitanya sama persis sama nama musuhnya."

__ADS_1


"Aku heran bangat deh sama dia,setau aku Mona itu nggak ada salah apa-apa deh sama Amel.tapi kok dia benci bangat sama Mona?"


"Apa lagi kalo nggak karna iri,dari segi manapun dia itu masih kalah jauh sama Mona cuman dianya aja yang nggak sadar."


Tak terasa hari sudah sore,Dani baru aja tiba di rumahnya dengan wajah lemas.


"Mas.kok pulang-pulang wajah kamu lemas begitu?"ucap Wina.


"Mas nggak papa kok.mungkin karna kecapean habis pulang kerja."ucap Dani berbohong.


"Oh.aku kira karna apa tadi."ucap Wina singkat.


"Kamu lagi balas pesan siapa kok senyum-senyum gitu?"Dani duduk di sebelah Wina.


"Dari teman kerja ku,Mas.kalo nggak percaya nih baca sendiri."


"Nggak usah sayang,Mas percaya kok sama kamu.kalo gitu Mas ke kamar dulu mau mandi."Dani buru-buru pergi ke kamar.


"Hufffff,untung tadi Mas Dani nggak mau bacanya,kalo sampe iya tadi bisa habis aku."Wina mengelus dada.


Ia kembali tersenyum saat membaca pesan dari Bram.


[Om juga rindu dengan mu sayang,tapi mau gimana lagi untuk saat ini kita belum bisa ketemu dulu.apa lagi Om masih 3 hari lagi di sini]


[Kalo boleh tau Om rindu apanya ya?]


[Semuanya dong,terutama itu mu yang selalu membuat Om tergila-gila]


[Ah.Om bisa aja deh]


[Benaran sayang Om nggak bohong.nanti malam kita vc ya dan jangan lupa pake baju seperti biasa]


[Ok Om sayang,tapi tunggu suami ku tidur dulu ya]Wina membalas disertai emot cium.


[Kasih obat seperti biasanya aja sayang,biar lebih cepat]


[Ok Om]balas Wina cepat.emang tampa sepengetahuan Dani,Wina selalu mencampur obat tidur di minuman Dani.


Saat Wina udah pergi ke kamar dan kebetulan Dani keluar Tika segera mengajak Dani berbicara berdua.


"Ada apa sih,Kak?"

__ADS_1


"Dan.kamu nggak curiga gitu sama Wina? tadi Kaka lihat dia senyum-senyum sendiri melihat hp-nya."


"Oh.tadi lagi bertukar pesan dengan temannya Kak.jadi buat apa aku curiga,udah ah aku mau makan dulu."


__ADS_2