AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 24-SERANJANG.


__ADS_3

Setelah acara yang melelahkan itu selesai,kini kedua pengantin masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di hias,di tempat tidur bertaburan kelopak bunga dan sebagian di bentuk hati.


"Ini sangat cantik.rasanya tidak tega untuk merusaknya."


"Kalo gitu biar nggak rusak kamu tidur di bawah aja."ucap Marsel datar.


"Enak aja aku tidur di bawah.Bapak aja sendiri ngapain nyuruh-nyuruh aku."ucap Mona cemberut.


"Andai kami berdua saling mencintai dan tidak hanya pura-pura,mungkin malam ini akan malam paling indah."pikir Mona.


"Pak.minta tolong bukain kancing baju ku dong.soalnya tangan aku nggak sampe."Mona udah berusaha tapi tangan-nya tidak sampe.


Dengan kesal Marsel menghampiri Mona"Dasar payah.gini aja nggak bisa,"ahirnya kang baju Mona udah terbuka,sejenak Marsel terdiam menatap kulit punggung Mona.


"Udah belum,Pak?masa buka begituan aja lama bangat sih.jangan-jangan Bapak sengaja ya lama-lama di belakang aku."


"Nggak usah ngomong sembarangan,emang kancing baju kamu aja yang susah di buka.buruan sana mandi biar gantian."Marsel buru-buru menghindar agar Mona tak melihat wajahnya yang sudah memerah.


Tampa menjawab Mona langsung pergi ke kamar mandi,seharian badannya udah terasa lengket karna keringat.


"Astaga.kamu mikirin apa sih,Sel? masa baru lihat begituan aja kamu udah nafs*"Marsel merutuki kebodohannya.


"Kok isinya jadi baju saringan santan sih?"Mona bingung kenapa isi kopernya jadi berubah.


" Masa aku harus pakai beginian sih? Kalau nanti si kulkas jadi nafsu gimana?" Mona benar-benar bingung harus memakai baju apa.


Hingga Marsel selesai mandi Mona tak kunjung memakai baju"Apa jangan-jangan dia sengaja.astaga kelinci ini benar-benar membuat aku gila."pikir Marsel.


" Kenapa Bapak ngeliatin aku seperti itu?jangan bilang kalo Bapak nafs* sama aku kan?"


"Siapa juga yang nafs* liat kamu,badan kurus sama datar seperti itu aja bagaimana mungkin aku bisa nafs*."ucap Marsel.


"Enak aja bilang datar.mungkin mata Bapak lagi bermasalah itu body **** begini dibilang datar."


" Terserah kamu aja mau ngomong apa. Lagi pula Kenapa kamu belum memakai baju? apa mungkin kamu sengaja?"


" Siapa juga yang sengaja, aku cuma bingung aja mau pakai baju yang mana Soalnya di koperku semua baju saringan santan."ucap Mona.


" Saringan santan bagaimana maksud kamu?" ucap Marsel bingung.


" Coba bapak nih lihat.ini kan baju untuk dinas?"


"Emang kamu nggak punya baju Selain itu?"


" kalau ada udah aku pakai dari tadi Pak!"


"Pake ini aja,setidaknya baju ini lebih layak daripada yang ada di koper kamu."Marsel memberi satu kemeja miliknya pada Mona.

__ADS_1


"Bapak benar juga,selain takut masuk angin aku juga takut Bapak khilaf." Mona mengambil baju yang diberikan Marsel.


"Untung aku ada celana pendek" setelah selesai memakai baju Mona langsung berbaring di atas kasur.


"Eh...eh,Bapak mau ngapain di sini?"ucap Mona langsung duduk.


"Mau main bola.menurut mu,aku ngapain di sini kalau nggak tidur."


"Jadi kita satu tempat tidur?"ucap Mona mulai cemas.


"Iya. Kamu nggak usah takut aku apa-apain,lebih baik sekarang kamu tidur karna ini udah malam."ucap Marsel memejamkan mata.


Mona dengan sigap memberikan pembatas bantal guling"Nah.kalo gini kan aman."


Di tempat lain,tepatnya di rumah Dani.


ia tidak bisa tidur sama sekali.


"Apa malam ini mereka akan menghabiskan malam pengantin."pikir Dani.


"Tapi aku nggak yakin. karena aku masih sangat-sangat percaya kalo Mona masih mencintai aku,dia sengaja menikah agar bisa balas dendam dan membuat aku cemburu."batin Dani.


"Mas.kenapa kamu belum tidur juga?"ucap Wina terbangun karna merasa terganggu.


"Mas.lapar sayang makanya nggak bisa tidur."ucap Dani berbohong.


" Justru karena itu sayang di dapur udah nggak ada apa-apa lagi."


"Yaudah kalo gitu kamu tunggu sebentar ya,biar aku masakin mie buat ganjal perut."Wina bangkit dari tempat tidur.


"Kamu kan masih ngantuk sayang?"ucap Dani.


"Nggak papa kok.Mas,masak mie itu nggak lama cuman sebentar aja."Wina keluar dari kamar.


Ting.


Bunyi pesan di hp milik Wina,dengan hati-hati Dani mengambilnya tapi sayang hp-nya di sandi.


[Sayang.Om sangat rindu dengan mu]


Deg.


Nafas Dani tak beraturan setelan membaca pesan yang dikirim ke hp Wina,meskipun di sandi tapi Dani masih bisa melihat dan membacanya.


"Apa jangan-jangan yang di katakan sama Kak Tika itu betul?kalo selama ini Wina ada main dibelakang aku?"pikiran Dani mulai tak tenang.


"Apa karna ini juga alasan dia selalu pulang malam?aku harus cari tau sebelum semuanya terlambat."Dani meletakkan kembali hp Wina di tempat semula.

__ADS_1


"Mas.ni makanan-nya udah matang."Wina membawa mangkuk berisi mie dan segelas air.


"Makasih ya sayang,maaf gara-gara Mas tidur kamu jadi terganggu?"ucap Dani bersikap biasa aja.


"Iya.kalo gitu aku lanjut tidur lagi ya,Mas."Dani sempat menangkap senyuman di bibir Wina ketika melihat hp-nya.


"Kalo kecurigaan aku benar,kamu lihat aja apa yang bisa aku lakukan sama kamu,Win."


Sementara di kamar Tika dan suaminya mereka berdua juga belum tidur.


"Pa.kamu tau nggak akhir-akhir ini si Wina banyak perubahan."ucap Tika.


"Maksudnya.Papa kurang paham soalnya."ucap Dedi membetulkan posisi.


"Giniloh,Pa.si Wina sekarang sering pulang larut malam,kalo di tanya pasti jawabannya di tempat kerja lagi rame."


"Nah,siapa tau emang betulan rame,Ma."


"Ah,Mama nggak yakin mungkin itu cuman alasan dia aja.Pa,masa tiap hari rame terus sih.bukan cuman itu aja Mama juga sering pergokin dia senyum-senyum sendiri sama hp-nya."


"Mama curiga kalo dia selingkuh,Pa."ucap Tika.


"Terus,Dani udah tau soal ini?"


"Udah.tapi dia nggak percaya sama apa yang Mama bilang,"ucap Tika kesal.


"Nanti kita suruh Dani cari tau,Ma.lebih baik sekarang kita tidur."ucap Dedi menguap.


"Yuk.Pa,Mama juga udah ngantuk ni."Tika berbaring sambil memeluk Dedi suaminya.


Tak terasa hari sudah pagi,Mona mengerjapkan matanya berulang kali.


"Arrrggghhh."


BRUK!


Mona menendang Marsel lumayan kuat hingga jatuh dari tempat tidur.


"Aduh.kamu apa-apaan sih?main tendang-tendang seenaknya aja."Marsel meringis.


"Bapak ngapain tidur di sini?mana pake peluk-peluk aku segala lagi.Bapak jangan macam-macam ya sama aku."ucap Mona tajam.


"Mon.kita emang tidur sekamar,aku juga nggak asal tidur di tempat orang kali,kamu nggak lupakan kalo kita udah menikah semalam?"


"Astaga,kok aku bisa lupa gini ya"pikir Mona.


"Heheeh.maaf ya Pak.aku benar-benar nggak sengaja."ucap Mona nyegir.

__ADS_1


__ADS_2