AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 11-KEKESALAN TIKA.


__ADS_3

Dengan kasar Amel meletakkan tasnya di atas meja,ia masih nggak terimah dengan kejadian ini.


"Mel,kok kamu ada di sini?"


"Nggak usah ajak aku bicara dulu!"ucap Amel ketus


"Ye,baru di tanya gitu aja udah sewot.emang dari dulu setan yang ada di dalam tubuh mu nggak mau pergi."


"Udah biarin aja,dia lagi stres itu gara-gara di pecat jadi sekretaris Bos,mungkin itu karma buat dia karna udah belagu dan sombong."


"Oh,pantesan.terus sekarang yang gantiin dia siapa?"


"Mungkin Mona,tadi setelah dia keluar Mona langsung di panggil."


"Emang dari dulu lebih cocok si Mona sih.dia yang bekerja udah lama di sini dengan jabatan tinggi aja nggak sombong kayak yang onoh."


Hati Amel semakin panas mendengar ucapan kedua karyawan tersebut."Tahan,Mel,jangan sampe karna emosi mu jadi berakibat fatal."batin Amel.


Jam sudah menunjukkan sore hari semua karyawan pun terlihat senang karna waktu yang mereka tunggu-tunggu akhirnya tiba juga.


Saat berada di toilet,Mona terkejut dengan kedatangan Amel yang tiba-tiba dan langsung mengunci pintu.


"Pasti ini semua ulah kamu,kan?"bentak Amel.


"Maksud kamu apa ya?"


"Alah,kamu nggak usah sok polos deh.pasti kamu kan yang ngadu sama Pak Marsel yang nggak-nggak tentang aku,makanya aku di pecat jadi asistennya."


"Kamu nggak usah asal nuduh ya,mungkin itu balasan atas kesombongan mu selama ini."


"Bangs*t"Amel tiba-tiba menarik rambut panjang Mona.


Namun Mona tak tinggal diam,ia juga menarik rambut Amel tak kalah kuat hingga di tangannya terdapat beberapa helai rambut.


"Aaarrrggg,lepasin.sakit!"maki Amel.


Plak.


Plak.


Mona mendaratkan dua kali tamparan ke wajah Amel"Jangan kira aku akan diam aja saat kamu sakiti,dan aku nggak sebodoh orang lain ketika di sakiti hanya nangis dan pasrah,kamu salah orang,"Mona mendorong Amel sebelum keluar dari toilet.


Sementara di dalam toilet Amel menangis sambil mengelus pipinya"Awwwh.sakit bangat."ringisnya.


"Assalamualaikum."ucap Mona begitu tiba di rumahnya.


"Walaikumsalam."Bik Sur buru-buru membuka pintu.

__ADS_1


"Gimana keadaan rumah hari ini?apa masih ada perusuh yang buat onar,Bik?"


"Sejauh ini aman,Neng,nggak ada yang buat ulah."


"Syukurlah,kalo gitu aku mau ke kamar dulu ya Bik."ucap Mona bergegas pergi.


"Tunggu dulu Neng,tadi Bibik nemu ini pas nyapu."


"Undangan."Mona bergegas membuka undangan tersebut dan membacanya.


"Oh,besok Bibik aja yang pergi ke sana.soal hadiah biar aku yang beli."


"Baik Neng."


Di rumah Tika sudah di hias sesuai dekor yang Tia minta."Semoga aja besok kadonya pada mahal-mahal biar aku nggak rugi."batin Tika.


"Tia,tadi kamu udah anterin udangannya kan ke rumah Tante Mona?"


"Udah dong,Ma."cicit Tia.


"Win,dari kemarin aku lihat kamu seperti kesal gitu?"Tika menghampiri Wina yang duduk di sofa.


"Gimana nggak kesal,Kak,semalam Ibu marah-marah dan nyalahin kita soal kejadian di rumah Mona waktu itu."


"Kamu serius,Win?"


"Kamu maklumi ajalah,Win.mungkin Ibu hanya kaget aja saat mendapat bentakan dari pertama kali dari Mona kamu tau sendirikan selama dua tahun ini Mona begitu lembut sama Ibu."tutur Tika.


"Mungkin juga,Kak.yaudah kita lupain aja masalah itu,gimana persiapan ulang tahun Tia besok?semua udah beres kan?"


"Udah dong,semoga aja besok hasilnya nggak mengecewakan."


Tak terasa hari sudah pagi,sedari tadi Tia sudah heboh.


"Tia,bisa diam nggak sih kamu?nggak usah heboh gitu napa."omel Tika.


"Ye,Mama bawel bangat sih dari tadi.wajar dong aku heboh dan senang di hari ulang tahun ku."


"Iya,tapi kan acaranya masih nanti siang."


"Mas,udah mau berangkat ya?"


"Iya sayang,Tia.maaf ya Om nggak bisa ikut ngerayain ulang tahun kamu."


"Iya Om,aku ngerti kok."ucap Tia tersenyum.


"Kalo gitu aku berangkat dulu ya."Dani berpamitan pada keluarganya.

__ADS_1


Siang hari satu persatu teman-teman Tia mulai berdatangan,ada yang sendiri aja juga yang bersama Ibunya.


Acara pun segera di mulai,dari acara badut yang menghibur menyanyikan lagu selamat ulang tahun,terakhir potong kue.


"Selamat ulang tahun sayang,semoga makin pintar dan rajin sekolahnya."Tika mencium pipi Tia.


Selanjutnya Dedi kemudian di susul bu Rahma dan Wina.


"Kak,itu kan pembantu Mona?kok dia datangnya cuman sendiri nggak sama si Mona?"bisik Wina.


"Kan ini bukan hari libur,tentu aja Mona nggak datang karna kerja,tapi aku merasa bersyukur mereka datang cuman satu orang.biar makanan yang aku pesan nggak berkurang banyak."bisik Tika membuat Wina tertawa.


"Tapi kadonya lumayan besar ya,kira-kira isiny apa ya?"


"Aku juga nggak taulah,udah aha pokus aja nanti kan kita juga bisa lihat isinya apa?"


"Permisi,ini titipan dari Neng Mona.tapi saya nggak bisa lama-lama di sini,kalo gitu saya permisi dulu."ucap bik Sur sopan.


"Yaudah sana,emang yang nyuruh kamu lama-lama di sini siapa?"omel Tika.


"Tik,kamu nggak malu apa ngomong gitu di depan Ibu-ibu yang ada di sini?"ucap bu Rahma.


"Hehehe,maaf bu.aku cuman becanda kok."


Hari sudah mau sore acara di rumah Tika pun sudah selesai,teman-teman Tia pun sudah pasti pada pulang ke rumah masing-masing.


"Ma,kadonya banyak juga ya.aku udah nggak sabar pengen buka satu-satu."


"Yaudah yuk kita mulai buka kadonya."


Kado pertama membuat Tia dan Tika mendegus kesal.


"Astaga,padahal datang tadi hampir seluruh keluarganya?tapi ngasih kado hanya buku sama pulpen doang."gerutu Tika.


Hampir seluruh isi kado yang Tia dapat berupa,sabun mandi,buku.cangkir satu.


"Astaga,aku benar-benar rugi besar ini,masa dari sekian banyak kado satu pun isinya nggak ada yang berharga,misalnya uang gitu atau emas.ini kebanyakan sabun,hffff.mereka pikir aku nggak mampu apa beli sabun kayak gini doang."


"Ma,terahir ini kado dari Tante Mona."ucap Tia.


"Isinya cuman boneka,benar-benar si Mona ya pelitnya minta ampun,masa gaji besar cuman mampu beli boneka ginian sih."


"Tapi bonekanya bagus,Ma.aku suka kok."Tia merebut dari tangan Tika.


"Rugi bangat aku,Win.mana satu pun hadiahnya nggak ada yang berharga lagi,tau gini males aku ngerayain ulang tahun Tia."ucap Tika lesuh.


"Udahlah,mau gimana lagi nggak mungkin kita paksa mereka bawa kado yang mahal-mahal."ucap Wina.

__ADS_1


__ADS_2