AMBIL SAJA BEKASKU

AMBIL SAJA BEKASKU
BAB 30-TINGKAH ANEH MONA.


__ADS_3

Dua bulan telah berlalu hubungan rumah tangga Mona dan Marsel semakin hangat,Mona juga udah mulai mencintai Marsel suaminya meskipun Mona masih malu untuk menyatakannya.


Tengah malam Mona terbangun karna merasa perutnya lapar.namun yang anehnya dia malah pengen makan masakan Marsel.


"Mau bangunin aku nggak tega,apa lagi seharian ini di kantor banyak bangat kerjaan,mana tidurnya pulas bangat lagi."Mona menatap Marsel.ia udah mencoba untuk memejamkan mata namun nggak bisa.


"Hmmmm.kamu belum tidur sayang?"


"Eh...maaf Mas jadi kebangun karna aku lasak ya."Mona merasa bersalah.


"Nggak kok,emang kenapa kamu belum tidur?apa ada yang menganggu pikiran mu?"Marsel mengusap rambut panjang Mono.


"Bukan-bukan Mas,cuman aku.anu gimana ya jelasinnya."


"Coba ngomong pelan-pelan biar Mas tau."


"Sebenarnya aku lapar bangat Mas."


"Oh.kamu mau makan apa biar Mas pesanin."


"Masalahnya aku nggak mau di pesan,maunya Mas masakin aku nasi goreng.nggak tau kenapa aku pengen bangat makan yang di masak Mas sendiri."


Melihat wajah penuh harap sang istri membuat Marsel jadi tak tega"Yaudah kamu tunggu sini ya biar Mas masakin bentar."


"Serius?makasih ya Mas."Mona memeluk Marsel.


"Sama-sama sayang,kalo gitu lepasin dong pelukannya."


"Hehehe iya Mas!"


"Aduh,gimana cara masaknya ya?"Marsel benar-benar bingung setelah sampai di dapur.sebelum memulai memasak terlebih dahulu ia menonton cara-cara buat nasi goreng.


Suara ribut dari dapur pun berhasil membuat Bu Nisa dan Oma Tari terbangun,Marsel sudah seperti Abang-abang penjual nasi goreng keliling.


"Pa.itu suara apaan ya di dapur?kok ribut bangat seperti wajan yang lagi di banting?"


"Papa mana tau Ma.kan kita sama-sama di dalam kamar ini."


"Iya-iya tapi nggak usah sewot gitu jawabnya,kan Mama cuman tanya doang."omel Bu Nisa.


"Hufffft,salah lagi."gumam Pak Wijaya.


"Apa jangan-jangan maling Pa?ayok buruan kita ke dapur untuk melihat,nanti keburu panci kesayangan Mama hilang."


"Sabar dong Ma,lagi pula Papa masih ngumpulin nyawa ini."


"Nggak ada sabar-sabar,entar keburu malingnya kabur baru tau rasa."


Setelah keluar dari kamar Bu Nisa bertemu dengan Oma Tari"Kalian berdua dengar nggak ribut-ribut di dapur?padahal ini masih tengah malam loh.ganggu orang tidur aja."


"Kita berdua dengar dong Bu,makanya ini kami mau lihat kesana.jangan sampe maling Bu."


"Kalo gitu ayok kita kesana,tapi kita harus jalan pelan-pelan biar nggak ketahuan sama dia.kalo emang maling biar kita hajar."

__ADS_1


Mereka bertigapun mulai berjalan pelan-pelan persis seperti orang yang akan menangkap maling,"Shiiiiit.Papa bisa diam nggak?entar ketahuan sama malingnya gimana?"


Begitu sampe di dapur mereka bertiga terkejut dengan penampakan di dapur"Marsellll!!. apa yang kamu perbuat sama dapur Mama?"teriak Bu Nisa.


"Ya ampun kalian bikin aku kaget aja,Mama juga ngapain teriak-teriak segala?ini udah tengah malamloh."Marsel masih pokus mengaduk-aduk nasi goreng buatannya.


"Kamu belum jawab pertanyaan Mama,kamu ngapain malam-malam begini di dapur buat kekacauan."


"Mama kamu betul,kamu udah ganggu tidur kita aja tau nggak?itu lagi yang kamu masak apaan?"


Sementara Pak Wijaya hanya duduk manis menikmati omelan kedua perempuan yang sedang memarahi putranya.


"Ya maaf deh kalo gitu udah ganggu tidur kalian,aku lagi masak buat istri aku Ma.Oma,tiba-tiba dia pengen makan nasi goreng buatan aku."Marsel lebih baik mengalah daripada sampe pagi dia kena omel.


"Tadi kamu bilang apa?menantu Mama tiba-tiba pengen makan masakan kamu?"Bu Nisa mulai berhenti mengomel begitu mendengar ucapan Marsel.


"Iya Ma.kalo bukan permintaan-nya ngapain aku sibuk malam-malam di dapur ini,kurang kerjaan kali."


"Jangan-jangan istri kamu hamil lagi?"


"Betul apa kata Oma kamu,Sel.kan nggak biasanya Mona minta di masakin sama kamu."


"Mungkin dia emang lagi kepengen aja kali,tapi aku berharap omongan Oma sama Mama kenyataan."


"Aminn."


"Kalo gitu aku ke kamar dulu ya mau ngasih makanan ini."


"Betul.coba Oma cicipi sedikit aja."


"Jangan yang ini Oma,tuh di wajan masih ada sisa yang ini khusus buat istri ku doang."


"Dasar pelit!"ucap Oma Tari kesal.


peh....peh..peh.


"Ini nggak layak di makan,Sel.terlalu asin,lebih baik kamu buang aja biar Mama mu yang masakin sebentar."


Karna kurang yakin Marsel pun mencoba masakan buatannya sendiri,ia pun meneguk air hingga dua gelas begitu mencobanya.


"Oma betul.kasihan istri ku kalo nanti tiba-tiba dia sakit perut habis makan."


"JANGAN DI BUANG!"Mona berlari cepat dari tangga.


"Mas.aku udah nungguin masakan kamu dari tadi,masa'mau dibuang sih?"Mona dengan cepat mengambil piring itu dari tangan Marsel.


"Sa...sayang,ini terlalu..."


"Mas.ini sangat nikmat sekali,terimakasih ya Mas."Mona mencium pipi Marsel tampa malu.


Glek,mereka yang melihat Mona makan dengan lahap langsung menelan saliva"Papa mau?"tawar Mona.


"Nggak usah Nak.Papa masih kenyang soalnya."Pak Wijaya tersenyum.

__ADS_1


"Masih ada lagi nggak,Mas?soalnya aku belum kenyang."belum sempat Marsel menjawab Mona sudah menuang ke piring tampa sisa.


"Udah ya sayang nanti kamu sakit perut."


"Mas.aku masih lapar tau."ucap Mona pelan.


Dengan berat hati ia memperbolehkan Mona menghabisi nasi goreng buatannya.


"Kayaknya ucapan Ibu benar deh,kalo menantu ku sedang hamil."bisik Bu Nisa.


"Iya,Ibu rasa juga seperti itu."


Setelah selesai makan Mona langsung mengelus perutnya"Mas.kita ke kamar yuk sekarang,tapi gendong aku ya."


Dengan senang hati Marsel membungkuk agar Mona lebih mudah untuk naik ke punggungnya.


"Kita ke kamar dulu ya,Ma..Pa..Oma"ucap Mona.


"Iya sayang,kalian istirahat aja sana."ucap Bu Nisa.


Setelah kepergian anak dan menantunya mereka menghela nafas melihat dapur yang seperti kapal


pecah.


"Hmmmm,terpaksa deh begadang malam ini."


"Wijaya ayok buruan bantuin kita bersihin dapur ini,."


"Ibu sama Nisa aja ya,aku ngantuk bangat ini."


"Berani Papa ninggalin Mama sama Ibu berdua disini,siap-siap malam ini tidur diluar."


Dengan pasrah Pak Wijaya mulai ikut membatu istri dan Ibunya"Dasar anak kurang asem,dia yang buat kegaduhan malah kita yang kena getahnya."pikir Pak Wijaya.


Setelah beberapa menit membersihkan akhirnya selesai juga,mereka bertiga pun langsung bergegas masuk kamar masing-masing untuk melanjutkan tidur.


Sementara Mona dan Marsel bukan tidur,melainkan saling menghangatkan satu sama lain,meskipun merasa aneh dengan perubahan Mona namun Marsel sangat senang dengan tingkah agresif Mona.


"Ilove you sayang."


"Love you too."balas Mona pelan.


"Coba katakan sekali lagi,Mas belum bisa mendengarnya dengan jelas."


"Love you too Mas,aku mencintai kamu."Marsel begitu senang mendengar ucapan Mona barusan,sekian bulan akhirnya Mona membalas cintanya juga.


Dengan semangat yang kembali full,ia kembali melanjutkan permainan mereka,Mona benar-benar menikmati setiap sentuh lembut yang diberikan oleh Marsel.


Tak terasa hari sudah pagi,karna tak tega melihat sang istri yang masih pulas tidur,Marsel mengambil baju sendiri yang akan ia gunakan kerja.


"Mas.kayaknya hari ini aku nggak kerja deh,badan aku lemas bangat mana pusing lagi."ucap Mona lirih.


"Kamu sakit sayang?kalo gitu biar Mas hubungi Dokter dulu."Marsel panik saat tau Mona sakit.

__ADS_1


__ADS_2